• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (VI): Jangan-Jangan Kita Terjebak “Munafik Pancasila”

Jufri

UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
20 Agustus 2026
in Kolom
0

UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

Oleh : Jufri

Ada satu kalimat menarik yang disampaikan Prof. Akrim melalui pesan singkat:

“Saling membantu dan mendukung untuk kebersamaan, memimpin untuk bermanfaat.”

Membaca kalimat itu, saya teringat perbincangan hangat kami sebelumnya tentang UMSU, sejarahnya, para pendirinya, perkembangannya, dinamika kepemimpinan dari masa ke masa, hingga bagaimana perguruan tinggi Muhammadiyah ini terus dilanjutkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Perbincangan itu diperkaya informasi dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Hasyimsyah Nasution tentang nama-nama para pendiri dan orang-orang yang terlibat dalam perjalanan awal UMSU. Prof. Akrim sendiri tampaknya telah membaca sejumlah dokumen tentang sejarah UMSU dan para pendahulunya.

Ada satu cerita yang cukup menyentuh. Prof. Akrim mengatakan, ada seorang pendiri yang susah payah mengurus izin. Ketika izin itu akhirnya keluar, beliau belum sempat menjalankannya karena sudah lebih dahulu berpulang.

Cerita sederhana ini sebenarnya mengandung pelajaran yang dalam. Tidak semua orang yang menanam akan sempat menikmati hasil tanamannya. Ada yang meletakkan fondasi, sementara generasi berikutnya yang meneruskan bangunan. Ada yang memulai sebuah cita-cita, tetapi tidak sempat melihat cita-cita itu tumbuh menjadi kenyataan.

Mungkin memang demikian cara sebuah perjuangan bekerja.

Kita tidak selalu bekerja untuk apa yang akan kita nikmati, tetapi untuk sesuatu yang akan memberi manfaat kepada orang-orang setelah kita.

Dari sini pula saya kira sejarah UMSU menjadi penting untuk ditulis secara lebih serius. Perbincangan yang juga dibersamai Mas Mutholib, Mas Qorib dan Dr. Irwan Syahputra itu menarik untuk dikembangkan menjadi sebuah catatan sejarah yang tidak sekadar mengingat masa lalu, tetapi menjadikan masa lalu sebagai cermin untuk membaca hari ini dan menatap masa depan.

Sebab sejarah bukan hanya tentang siapa yang pernah memimpin. Sejarah juga tentang siapa yang pernah berpikir, bekerja, berkorban dan membuka jalan ketika jalan itu belum terlihat.

Dalam perspektif manajemen sumber daya manusia berkelanjutan, perjalanan UMSU sesungguhnya adalah perjalanan manusia. Ada yang menggagas, membangun, mengelola, memimpin, belajar, mengajar, melakukan kaderisasi dan kemudian menyiapkan generasi berikutnya.

Karena itu, keberlanjutan sebuah perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan membangun gedung, menambah program studi, mengembangkan teknologi atau memperkuat sistem tata kelola. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana manusia di dalamnya terus tumbuh dan pengetahuan berpindah dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Regenerasi bukan sekadar pergantian orang.

Regenerasi adalah proses mewariskan nilai, pengalaman, pengetahuan dan semangat untuk melanjutkan pekerjaan besar.

Sehari sebelumnya saya juga mendengar nasihat Kiai Dalail Ahmad. Beliau mengatakan, “Semua saling membesarkan, jangan saling mengecilkan.”

Saya kira nasihat ini sederhana tetapi relevan dengan kehidupan organisasi.

Membesarkan orang lain tidak membuat kita menjadi kecil. Sebaliknya, sebuah organisasi justru akan menjadi besar ketika semakin banyak orang diberi kesempatan untuk berkembang, dipercaya dan berkontribusi.

Mungkin karena itu pula, “Unggul, Cerdas, Terpercaya” perlu terus dibingkai dengan satu kata penting: “Kompak.”

Kompak bukan berarti harus selalu seragam. Kompak adalah kemampuan untuk berjalan bersama dalam perbedaan, saling membantu, saling mendukung dan menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.

UMSU bukan milik seorang rektor, bukan milik satu kelompok dan bukan milik satu generasi. UMSU adalah amanah Persyarikatan.

Karena itu, siapa pun yang mendapat amanah memimpin sesungguhnya sedang menerima sesuatu yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya dan sekaligus memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi sesudahnya.

Di sinilah makna kalimat Prof. Akrim terasa semakin kuat: memimpin untuk bermanfaat.

Bukan sekadar memimpin untuk terlihat berhasil, tetapi bagaimana kepemimpinan itu meninggalkan sesuatu yang baik bagi lembaga dan orang-orang yang ada di dalamnya.

Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, tentu harapannya sederhana: Muhammadiyah semakin maju dan UMSU semakin kuat.

Di bawah kepemimpinan Prof. Akrim bersama seluruh jajaran pimpinan, para Wakil Rektor, jajaran dekanat, dosen, tenaga kependidikan dan seluruh keluarga besar UMSU, optimisme itu patut terus dirawat.

Tentu UMSU tidak mungkin berjalan sendirian. Kemajuan itu membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik warga Muhammadiyah, Persyarikatan, pemerintah, dunia usaha, alumni, masyarakat maupun berbagai elemen bangsa lainnya.

Perguruan tinggi yang besar pada akhirnya bukan hanya yang mampu membangun dirinya sendiri, tetapi yang mampu membangun kepercayaan, kolaborasi dan jejaring yang luas.

Karena itu, semangat saling membantu dan mendukung untuk kebersamaan menjadi semakin penting.

UMSU Berdampak

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi bukan hanya seberapa besar ia tumbuh, tetapi seberapa besar dampak yang mampu diberikan.

UMSU berdampak berarti keberadaan UMSU dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, alumni, Persyarikatan, masyarakat, bangsa dan kemanusiaan.

Di situlah semangat khairunnas anfa’uhum linnas menemukan relevansinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Maka UMSU berdampak bukan sekadar sebuah ungkapan, tetapi semestinya menjadi orientasi dalam setiap proses pendidikan, penelitian, pengabdian, pengelolaan kelembagaan dan kepemimpinan.

Ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Kepemimpinan tidak berhenti di ruang rapat. Prestasi tidak berhenti pada angka-angka akreditasi. Semuanya harus bermuara pada kebermanfaatan.

Dengan sumber daya manusia yang terus dikembangkan, kepemimpinan yang terbuka, kebersamaan yang terjaga dan dukungan berbagai pihak, UMSU memiliki peluang besar untuk terus bergerak menjadi kampus yang unggul, cerdas, terpercaya, kompak dan berdampak.

Bukan hanya unggul dalam ukuran akademik dan kelembagaan, tetapi juga unggul dalam kebermanfaatan bagi Persyarikatan, umat, bangsa dan kemanusiaan.

Sebab kampus yang baik bukan hanya melahirkan orang-orang pintar, tetapi juga melahirkan manusia yang mau membantu, menguatkan, menginspirasi dan memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Pada akhirnya, setiap pemimpin akan selesai dengan jabatannya. Setiap generasi akan berganti.

Tetapi amal usaha harus terus berjalan.

Yang tinggal bukan sekadar jabatan atau kursi kepemimpinan, melainkan manfaat yang pernah diberikan, manusia yang pernah dibesarkan dan lembaga yang menjadi lebih kuat setelah sebuah amanah diserahkan kepada generasi berikutnya.

Mungkin di situlah arti sebenarnya dari memimpin untuk bermanfaat.

UMSU telah tumbuh dari perjuangan banyak orang. Maka tugas generasi hari ini bukan merasa paling berjasa, melainkan memastikan bahwa apa yang telah diwariskan dapat dirawat, dikembangkan dan diwariskan kembali dalam keadaan yang lebih baik.

Dari generasi ke generasi.

Unggul. Cerdas. Terpercaya. Kompak. Berdampak.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jufrikolomumsu
Previous Post

Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

Next Post

Korupsi Massal Pejabat Sumut: 13 Kadis Terjerat Hukum, Pengamat Sentil Budaya Setoran

Next Post
Korupsi Massal Pejabat Sumut: 13 Kadis Terjerat Hukum, Pengamat Sentil Budaya Setoran

Korupsi Massal Pejabat Sumut: 13 Kadis Terjerat Hukum, Pengamat Sentil Budaya Setoran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.