Korupsi Massal Pejabat Sumut: 13 Kadis Terjerat Hukum, Pengamat Sentil Budaya Setoran
INFOMU.CO | Medan – Fenomena krusial menimpa birokrasi Sumatera Utara. Dalam kurun Juni 2025–Juni 2026, sebanyak 13 Kepala Dinas (Kadis) dari 7 kabupaten, 4 kota, dan Pemprov Sumut terseret kasus korupsi oleh Kejaksaan dan KPK. Total ada 38 tersangka dengan kerugian negara mencapai Rp53,6 miliar!
Pakar Hukum USU, Mirza Nasution, menilai kasus ini terjadi akibat krisis moral dan adanya kesempatan. “Hukuman atau pidana diharapkan memberikan efek jera, tapi catatan kita tindak pidana korupsi kerap terjadi… ada kesengajaan, kesempatan,” ujarny.
Sementara Pengamat Kebijakan Publik USU, Tunggul Sihombing, menyentil keserakahan pejabat, lemahnya pengawasan Inspektorat, hingga budaya setoran bawahan ke atasan. “Tidak jera-jera… apakah mereka sudah tidak memikirkan lagi kepentingan publik. Itu kan uang rakyat,” tegas Tunggul.
Daftar 13 Kadis Terjerat Korupsi:
1. Saiful Abdi (Kadisdik Langkat) – Korupsi smartboard (Rugi Rp29,58 M).
2. Tamrin (Kadis PUTR Batubara) – Korupsi jalan (Rugi Rp6 M).
3. Budiman Gultom (Kadis Perkim Taput) – Korupsi penerangan jalan (Rugi Rp4,85 M).
4. Fitri Agus Karo-karo (Kadis Sosial Samosir) – Korupsi dana banjir (Rugi Rp516 Juta).
5. Falah Alfitri (Kadis Pertanian Palas) – Korupsi sawit (Rugi Rp1,27 M).
6. Wahid Khusyairi (Kadis Kesehatan Batubara) – Divonis kasus BTT (Rugi Rp1,1 M).
7. Deni Syahputra (Kadis Kesehatan Batubara) – Kasus BTT (Rugi Rp1,1 M).
8. Idam Khalid (Kadisdik Tebingtinggi) – Korupsi smartboard (Rugi Rp6,2 M).
9. M. Hasbie Ashshiddiqi (Kadis LH Tebingtinggi) – Korupsi BBM sampah (Rugi Rp863 Juta).
10. Benny Iskandar Nasution (Kadis Koperindag Medan) – Korupsi Fashion Festival (Rugi Rp1,04 M).
11. Erwin Saleh (Kadishub Medan) – Kasus Fashion Festival saat jadi Sekkop.
12. Ridho Indah Purnama (Plt Kadis PUTR Binjai) – Divonis korupsi jalan (Rugi Rp2,65 M).
13. Topan Obaja Putra Ginting (Kadis PUPR Sumut) – Divonis suap proyek jalan.
Kabupaten Batubara menjadi daerah terbanyak menyumbang kadis korup (3 orang), disusul Medan dan Tebingtinggi (masing-masing 2 orang). (publicpulse)

