• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
20 Agustus 2026
in Kabar
0
Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

 

INFOMU.CO | Tel Aviv – Di saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali membanggakan keberhasilan pemerintahannya dan mengklaim telah mengubah wajah Timur Tengah, data migrasi justru menunjukkan gambaran yang jauh berbeda.

Semakin banyak warga Israel memilih meninggalkan negaranya, sementara jumlah mereka yang kembali terus merosot.

Laporan Pusat Penelitian dan Informasi Knesset yang dikutip surat kabar Israel Maariv, diikuti p Aljazeera, Selasa (18/8/2026)  menunjukkan bahwa jumlah warga Israel yang kembali ke negaranya anjlok 53 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Dari sekitar 8.000 orang pada 2020, jumlahnya tinggal sekitar 3.800 orang pada 2024. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan mulai terlihat pada 2023 dan terus berlanjut ketika Israel memasuki periode perang dan ketegangan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir.

Yang membuat data tersebut semakin mencolok bukan hanya jumlah warga Israel yang meninggalkan negaranya, tetapi juga semakin sedikitnya mereka yang bersedia kembali.

Sejak 2022, jumlah warga Israel yang meninggalkan negara itu secara permanen meningkat secara signifikan.

Akibatnya, neraca migrasi Israel berubah menjadi negatif sepanjang 2022–2024, dengan pengurangan bersih sekitar 140 ribu orang.

Laporan lain yang dikutip Financial Times bahkan memperkirakan sekitar 150 ribu warga Israel meninggalkan Israel dalam tiga tahun terakhir.

Fenomena ini tergolong tidak biasa dalam sejarah Israel, yang selama puluhan tahun justru berusaha menarik orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia untuk tinggal di negara tersebut.

Kini, arah arus migrasi mulai berubah. Israel yang selama ini dipromosikan sebagai tempat “paling aman” bagi orang Yahudi justru menghadapi persoalan ketika sebagian warganya memilih membangun kehidupan di luar negeri.

Perang Mempercepat Krisis Gelombang kepergian tersebut tidak muncul dalam ruang hampa. Menurut laporan Financial Times, arus keluar mulai meningkat setelah krisis politik internal yang dipicu rencana pemerintahan Netanyahu untuk melakukan reformasi sistem peradilan pada awal 2023.

Situasinya kemudian berubah drastis setelah 7 Oktober 2023, ketika serangan Hamas memicu perang besar di Gaza. Perang yang semula berpusat di Gaza kemudian berkembang menjadi konflik regional yang melibatkan berbagai front.

Israel menghadapi ancaman keamanan dari sejumlah arah, sementara perang berkepanjangan menimbulkan tekanan ekonomi, sosial, dan politik di dalam negeri. (mui)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: Israelwarga eksodus
Previous Post

PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

Next Post

UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

Next Post
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (VI): Jangan-Jangan Kita Terjebak “Munafik Pancasila”

UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.