• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Pasca Bencana Hidrometeorologi 2025, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Pasca Bencana Hidrometeorologi 2025, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
11 September 2026
in Kabar
0

Pasca Bencana Hidrometeorologi 2025, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

INFOMU.CO | Jakarta – Pemulihan konektivitas di Aceh terus menunjukkan kemajuan. Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen kini memasuki tahap pengaspalan dengan progres fisik mencapai 95 persen dan ditargetkan dapat difungsionalkan mulai 20 September 2026.
Jembatan Kutablang merupakan akses jalan nasional yang menghubungkan wilayah timur Aceh menuju Sumatera Utara. Keberadaannya penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Perwakilan Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengatakan percepatan pekerjaan terus dilakukan agar jembatan dapat segera digunakan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi Banda Aceh, Rabu (9/9).

“Kemarin kami sudah berkunjung ke lapangan, Jembatan Kutablang. Progresnya sekarang luar biasa, pengaspalan mungkin minggu ini selesai,” ujar Imran dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Jembatan Kutablang sebelumnya ambruk akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Kementerian Pekerjaan Umum menggandeng PT Adhi Karya untuk membangun kembali jembatan secara permanen melalui pembangunan duplikasi jembatan sepanjang 149,7 meter dengan nilai kontrak Rp 107,5 miliar.

Target percepatan dilakukan lebih cepat dari rencana awal penyelesaian pekerjaan permanen pada November dan operasional penuh pada Desember 2026. Langkah ini ditempuh untuk memastikan akses masyarakat tetap aman menjelang peningkatan curah hujan pada akhir tahun.

“Target awal selesai November, dan operasional penuh Desember. Tapi sudah warning dan diusahakan September, karena November dan Desember Aceh mengalami curah hujan tinggi berdasarkan prediksi BMKG,” tuturnya.

Selain Jembatan Kutablang, pembangunan Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, juga terus dipercepat. Jembatan pada jalur nasional lintas tengah yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Aceh Tenggara tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada akhir September 2026.

Saat ini, pekerjaan Jembatan Teupin Mane memasuki tahap pengecoran lantai. Setelah tahap tersebut selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengaspalan.

“Teupin Mane minggu ini lantainya selesai dicor dan selanjutnya diaspal. Kami harap September ini selesai,” ungkap Imran.

Jembatan Teupin Mane yang sebelumnya ambruk akibat banjir bandang dibangun kembali dengan struktur rangka baja sepanjang 160 meter dan lebar 12 meter. Konstruksi juga dilengkapi pondasi bored pile serta pengaman oprit soldier pile untuk memperkuat ketahanan jembatan.

“Pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin menangani. Tak hanya di situ. Beberapa daerah sangat parah seperti Aceh Tamiang sudah hidup, Aceh Timur di Serbajadi dan Lokop. Pemerintah sudah luar biasa,” pungkas Imran. (dtk)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: Hidrometeorologijembatan aceh
Previous Post

Khutbah Jum’at : Sebab-sebab Kehancuran Satu Negeri

Next Post

Islam Berkemajuan: Risalah yang Tak Pernah Berhenti

Next Post
Jufri

Islam Berkemajuan: Risalah yang Tak Pernah Berhenti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.