Memenangkan Kompetisi, Pengusaha Butuh Strategi
INFOMU.CO | Medan – Memenangkan kompetisi, seorang pengusaha butuh strategi. Demikian ditegaskan Kusmilawati M.Ak, Wakil Bendahara PW Aisyiyah Sumatera Utara yang juga dosen di UIN-SU, pada pelatihan program pemberdayaan perempuan melalui pembinaan usaha ekonomi kreatif.
Program pemberdayaan perempuan oleh PW Aisyiyah Sumatera Utara bekerjasama dengan MayBank Syariah Indonesia. Pelatihan berlangsung 15-18 April 2026 di Hotel Madani, Medan.
Kusmilawati mengangkat materi STP atau Segmen, Target dan Posisioning, menjadi kunci suksesnya satu usaha. Segmen, kata Kusmilawati, harus ditentukan. Misalnya produk ‘sambal serai’ yang khas Melayu, memiliki segmen sendiri. Segmen itu membuat pengusaha fokus.
Untuk menentukan segmted, bisa berdasarkan grografi. Pasar Kota Medan akan beda segmenya nasional. Atau berdarkan cuaca atau iklim suatu daerah. ” Jangan jualan jecket di daerah panas, tapi jualan jacket harus di daerah yang iklimnya panas,” jelas Kusmilawati.
Cara lain, segmented ditentukan berdasarkan demografi ( usia pembeli ). psikografis atau prilaku calon pembeli. Pengusaha harus memiliih segmen yang tepat.
Targeting Pasar
Pengusaha juga harus memiliki kemampuan targeting pasar. Karena banyak produk yang dilempar ke pasar tapi tidak laku. Masalahnya adalah target pasar yang salah. ” Ada produk yang mahal tapi laku, padahal produknya tidak eksklusif. Sebaliknya ada produk murah, tapi tidak laku di pasar,” jelas Kusmilawati. Di sinilah, seorang pengusaha yang juga produsen untuk jeli dalam menentukan target pasar.
Untuk menentukan target pasar maka harus dilakukan riset pasar. Kita harus tau, pasar itu sesungguhnya butuh apa, harga, bahan atau kemasan. Misalnya, anak muda, pastilah suka kemasan yang lucu. Tentu beda dengan ibu-ibu yang lebih memiliki materialnya. Dari hasil riset itu kemudian dievaluasi, baru kemudian perusahaan menentukan produk yang akan dihasilkan.
Bagi peserta pelatihan program pemberdayaan perempuan untuk usahawan kreatif, maka faktor segmen, target dan potitioning menjadi hal penting.
Terkait dengan posisioning, Kusmilawati menegaskan, banyak produk yang memiliki posisioning. Sebutlah Indomie, Aqua yang telah menempatkan diri dibenak konsumen.
Marketing
Masalah marketing menjadi penting untuk meluncurkan satu produk. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memasarkan produk. Misalnya, menggunakan influenser atau media lainnya, bisa FB, Tiktok dan IG. Dalam hal memilih influenser pun harus pandai memilih influenser yang tepat. Karena influenser juga memiliki segmen tersendiri.
Kusmilawati berharap calon pengusaha yang sedang mengikuti pelatihan untuk memahami marketing yang akan dilakukan agar sukses di pasar. (Syaifulh/AH)

