Ketua Majelis Ekonomi & Bisnis PWM Sumut, Dr. Irfan : Bisnis Tidak Perlu Banyak Diskusi tapi Aksi
INFOMU.CO | Medan – Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis PW Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Irfan menjadi narasumber pertama pada program pelatihan program pemberdayaan perempuan golongan Mustahid melalui Pembangunan Usaha Ekonomi Kreatif. Pelatihan berlangsung di ruang Istanbul, Hotel Madani, Rabu (15/4). Sebanyak 50 perempuan dari berbagai daerah menjadi peserta.
Program pemberdayaan perempuan untuk menjadi pengusaha UMKM oleh PW Aisyiyah dilakukan bekerjasama dengan MayBank Syariah Indonesia. Pelatihan berlangsung 15-18 April 2026.
Dr. Irfan menegaskan, bahwa persoalan yang dihadapi calon pengusaha tidaklah mudah. Bisnis tidak perlu banyak diskusi, tapi yang paling penting adalah ekseskusi. Seorang pengusaha, sebutlah pengusaha UMKM, haruslah memiliki komitmen dan keseriusan, bekerja keras, membangun relasi/jejaring dan mau belajar.
Dr. Irfan menyebutkan, hasil Muktamar 47 Muhammadiyah di Makasar, ditetapkan bahwa ekonomi menjadi pilar ke-tiga program Muhammadiyah. Untuk itu, Muhammadiyah memberi perhatian pada sektor pengembangan ekonomi.
Apakah Enterpereneur itu sama dengan Berdagang
Dr. Irfan mengatakan, seorang enterpreneur itu tidak hanya berdagang tapi adalah kemampuan memberi nilai tambah untuk sebuah produk. Irfan memberi contoh, harga sebuah pinsil yang cuma Rp 200,-/ satu pinsil. tapi kemudian diberi asesoris tambahan, maka pinsil bisa menjadi Rp 5.000,- Kemampuan nilai tambah itulah, ciri seorang entrepeneur. jelas Irfan.
Irfan juga menjelaskan bagaimana harga segelas kopi bisa berbeda jauh dari harga kopi dipinggir jalan dengan harga segelas kopi distrabuck. Demikian juga harga sepotong pisang goreng di dua tempat berbeda.
Dr. Irfan dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU itu, meminta kepada semua peserta untuk selalu berpikir inovatif, kreatif untuk menambah nilai satu produk.
Beberapa hal yang diingatkan untuk menumbuhkan mental wirausaha. Dr. Irfan kepada perempuan calon pengusaha itu, adalah perlunya membangun komitmen pribadi, perlunya hadir pada lingkungan dan pergaulan yang kondusif, mau mengikuti pelatihan dan pendidikan.
Hal-hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah seorang pengusaha tidak boleh cengeng, apalagi mudah menyerah.
Irfan juga menjelasjan seputar ciri-ciri jiwa seorang wirausaha. Ini persoalan penting untuk menjadi perhatian, agar seorang wirausahawan menjadi sukses. Pertama, memiliki rasa percaya diri. Kedua, berorietansi pada tugas dan hasil,. Ketiga, keberhasilan mengambil risiko. Keempat, memiliki jiwa kepemimpinan ( keteladanan, sama kata dan perbuatan). Ke lima Berorientasi ke masadepan.
Materi yang disampaikan Dr. Irfan menjadi menarik dalam memotivasi terbangunnnya jiwa wirausaha. (Syaifulh/AH)


Selanjutnya adalah aksi apa yg hrs kita lakukan untuk membangkitkan UMKM Muhammadiyah/Ausyz???