Israel Bermain Api, Gencatan Senjata dengan Lebanon di Ujung Tanduk
INFOMU.CO | Jakarta – Harapan akan meredanya konflik di Lebanon kembali muncul setelah tekanan diplomatik Iran berhasil mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan ini disebut akan berlaku malam ini dan berlangsung selama satu pekan. Namun, bayangan kegagalan tetap besar, terutama karena sikap Israel yang kerap menempatkan kepentingan politik internal di atas stabilitas regional.
Israel, melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu masih memainkan kartu militer sebagai alat tawar-menawar politik. Serangan udara masif yang dilancarkan Israel ke Lebanon pada awal April lalu mencapai sekitar 150 serangan hanya dalam dua jam, ini menjadi bukti bahwa Tel Aviv lebih gemar mempertontonkan kekuatan daripada memberi ruang bagi perdamaian.
Sumber politik-keamanan Iran menegaskan bahwa Lebanon adalah bagian penting dari strategi de-eskalasi regional. Namun, langkah Israel yang terus mengedepankan logika kekerasan justru memperlihatkan wajah sinis kebijakan luar negeri mereka yaitu berbicara tentang keamanan, tetapi menebar ketakutan; mengklaim membela rakyat, tetapi menambah penderitaan warga sipil.
Jika gencatan senjata benar-benar terlaksana, Lebanon akan mendapat jeda yang sangat dibutuhkan. Namun, selama Israel masih menjadikan bom dan rudal sebagai bahasa diplomasi, perdamaian di kawasan hanya akan menjadi janji kosong yang mudah diingkari. (jakartamu)

