• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kolom Dr. Sulidar: Jihad  di Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Alquran dan as-Sunnah (Bagian kedua)

Dr. Sulidar

Kolom Dr. Sulidar: Jihad di Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Alquran dan as-Sunnah (Bagian kedua)

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
30 September 2020
in Kabar, Tarjih
86

Jihad  di Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Alquran dan as-Sunnah

(Bagian kedua/Penutup)

Oleh : Dr. Sulidar, M.Ag, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Periode 2015-2020.

Contoh Implementasi jihad dalam  as-Sunnah
1. Jihad berperang di jalan Allah
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ وَاللهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ وَتَوَكَّلَ اللهُ لِلْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِهِ بِأَنْ يَتَوَفَّاهُ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرْجِعَهُ سَالِمًا مَعَ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ.
Telah bercerita kepada kami Abu Al-Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az-Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku Sa’id bin Al-Musayyab bahwa Abu Hu rairah ra. berkata; Aku mendengar Rasul saw.bersabda:”Perumpamaan seorang mujahid di jalan  Allah, dan hanya Allah yang paling tahu siapa yang berjihad di jalan-Nya, se perti seorang yang melaksanakan puasa (shaum) dan berdiri (salat) terus mene rus. H.R.al-Bukhari. No.2579.

Jihad dalam hadis di atas, dapat pula diartikan dengan beperang dengan jiwa dan hartanya melawan kemiskinan, kebodohan, penyakit, ketertinggalan dalam segala bidang

2. Jihad menjalankan ibadah kepada Allah
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ أَلا نَغْزُو وَنُجَاهِدُ مَعَكُمْ فَقَالَ لَكِنَّ أَحْسَنَ الْجِهَادِ وَأَجْمَلَهُ الْحَجُّ حَجٌّ مَبْرُورٌ فَقَالَتْ عَائِشَةُ فَلا أَدَعُ الْحَجَّ بَعْدَ إِذْ سَمِعْتُ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Dari ‘Aisyah Ummul Mukminin ra. berkata: “Wahai Rasul, apakah kami tidak boleh ikut berperang dan berjihad bersama kalian?”. Maka Beliau menjawab: “Akan teta pi (buat kalian) jihad yang paling baik dan paling sempurna adalah haji, yaitu haji mabrur”.Maka ‘Aisyah ra. berkata;”Maka aku tidak pernah meninggalkan haji sejak aku mendengar keterangan ini dari Rasul saw.” H.R.al-Bukhari.No. 1728.

Sebaik-baik jihad kaum wanita : haji mabrur
عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ أَفَلَا نُجَاهِدُ قَالَ لَا لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ.
Dari Aisyah binti Tholhah dari ‘Aisyah Ummul Muk minin ra. ia berkata: “Wahai Rasul, kami meman dang bahwa jihad adalah sebaik-baiknya amal, maka apakah kami tidak boleh berjihad?”Beliau bersabda:  “Tidak, namun sebaik-baik jihad bagi kalian (para wa nita) adalah haji mabrur”.H.R.al-Bukhari. No. 1423.

Rasul saw dalam melaksanakan ibadah haji hanya sekali dalam seumur hidupnya, dan melaksanakan umrah sebanyka 4 kali. Namun Aisyah, setelah Rasul saw meninggal beliau melaksanakan ibadah haji setiap tahun hingga wafatnya, berdasarkan hadis riwayat al-bukhari no 1728 di atas. Kendatipun demikian, pada masa pandemi covid-19 ini, bagi mereka yang sudah melaksanakan hajinya cukuplah sudah, karena haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup, jadi uang ongkos untuk haji bisa digunakan untuk menolong mereka yang kekurangan, dengan pahalanya dikategorikan pada jihad di jalan Allah swt., karena menyelamatkan kehidupan umat manusia, suatu amalan yang sangat mulia yang berkategori jihad fi sabilillah.

3. Jihad menuntut ilmu
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ كَانَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ.
Dari Anas bin Malik dia berkata; Rasul saw. bersabda: “Barangsiapa keluar dalam rangka menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali.” H.R.at-Tirmizi. No. 2571.

4. Jihad mengatakan yang benar di hadapan Penguasa yang Zalim
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيرٍ جَائِرٍ.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri ia ber kata, “Rasul saw. bersabda:”Jihad yang paling utama adalah menyampai kan kebenaran kepada penguasa yang zalim, atau pemimpin yang zalim.”H.R.Abu Dawud. No. 3781.
Boleh jadi, suatu negara atau negeri memiliki pemimpin, presiden atau kepala negara yang zalim, maka kewajiban umat Islam untuk menyampaikan kebenaran dan keadilan.

5. Jihad berbakti pada orang tua
سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ الشَّاعِرَ وَكَانَ لَا يُتَّهَمُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ.
Aku mendengar Abu Al-‘Abbas Asy-Sya’ir, dia adalah orang yang tidak buruk dalam hadis-hadis yang diri wayatkannya, berkata aku mendengar ‘Abdullah bin ‘Amru ra. berkata: “Datang seorang laki-laki kepada Nabi saw. lalu meminta izin un tuk ikut berjihad. Ma ka Beliau bertanya: “Apakah kedua orang tuamu ma sih hidup?”Laki-laki itu menja wab: “Iya”.Maka Beli au berkata:”Kepada keduanyalah  kamu berjihad (ber bakti)”.H.R.al-Bukhari. No. 2782.

Dalam hadis di atas memberikan pelajaran, agar umat Islam memperhatikan kedua orang tuanya. Jika keduanya masih hidup maka itu merupakan ladang amalnya untuk berbakti kepadanya, jadikan mereka berdua sebagai raja, agar rezeki kita juga seperti rezeki raja, dan jangan jadikan kedua orang tua sebagai pem bantu, maka rezeki kita juga akan sebagai rezeki pembantu. Dengan berbakti kepada keduanya, diharap kan rahmat Allah swt akan turun kepada kita, perhati kanlah kehdupannya, sebagaimana mereka telah  mem perhatikan kita diwaktu kecil.

6. Jihad melawan hawa nafsunya sendiri
أَنَّ عَمْرَو بْنَ مَالِكٍ الْجَنْبِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ.
Bahwa Amru bin Malik Al-Janbi telah mendengar Fa dhalah bin Ubaid menceritakan dari Rasul saw., beliau bersabda: “Setiap mayit ditutup berdasarkan amalnya kecuali orang yang mati saat berjaga di jalan Allah, maka amalnya akan tetap berkembang hingga hari kiamat, dan ia akan aman dari fitnah Dajjal.” Aku men dengar Rasul saw. bersabda: “Mujahid adalah orang yang bisa melawan dirinya sendiri.” H.R.at-Tirmizi. No. 1546.

7. Membantu janda dan orang-orang miskin termasuk jihad
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ.
Abu Hurairah ra. dia berkata; Rasul saw. bersabda: “Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin seperti orang yang berjihad dijalan Allah.”H.R. al-Bukhari. No. 5548. Rasul saw menegaskan :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ.
Dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasul saw. bersabda: ‘Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah swt daripada orang mukmin yang lemah. H.R. Muslim. No. 4816

Pada masa pandemi covid-19 saat ini adalah moment umnat Islam untuk berjihad membantu kaum dhuafa’, dan fakir-miskin, termasuk pada janda-janda miskin. Sebab mereka ini yang sangat merasakan betapa dahsyatnya dampak akibat covid-19 ini, ekonomi hancur, pekerjaan di PHK, sehingga penghasilan tidak menentu, pada saat seperti inilah kaum Muslimin yang memiliki kelebihan harta sangat dibutuhkan uluran tangannya, sehingga mereka dapat bertahan hidupnya setidak untuk makan sehari-hari. Berjihadlah sesuai dengan kemampuan kita, dengan pikiran, tenaga, dan harta. Untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampat covid-19.
Allah swt akan mengganti seberapapun yang kita infaqkan, sebab satu-satunya amal saleh atau ibadah yang langsung diganti oleh Allah swt adalah infaq, perhatikan Q.S.Saba/34:39:
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (39)
Katakanlah:”Sesungguhnya Tuhanku melapangkan re zeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara ham ba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang di kehendaki-Nya)”.Dan barang apa saja yang kamu naf kahkan/infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

Malaikat mendoakan orang berinfaq di waktu Subuh.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ اْلآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepa danya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikan lah pengganti bagi siapa yang menaf kahkan harta nya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil) “. H.R.al-Bukhari. No hadis : 1351.
Dengan membantu saudara-saudara kita yang lemah dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya, dengan bantuan kita secara sistemik dan masif maka diharapkan mereka akan berdaya, tidak lagi miskin, bodoh dan sakit-sakitan, mereka akan menjadi kuat, orang mukmin yang kuatlah yang lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah swt.

Penutup 
Jihad adalah usaha maksimal potensi yang dimiliki oleh seorang mukmin untuk mengikuti keteta pan Allah dan Rasul-Nya serta mengharap ridha Allah swt. Umat Islam wajib melakukan jihad secara indivi du maupun secara jamaah agar kehidupannya bisa me ningkat dan berkualitas.

Dengan berjihad maka umat Islam akan menun jukkan jati dirinya sebagai seorang Muslim, sebab Rasul saw menegaskan bahwa orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah ketimbang mukmin yang lemah. Kuat secara politik maknanya memiliki kekuasaan di pemerintahan atau di legislatif; kuat secara kesehatan tidak sakit-sakitan tetapi kesehatan prima dan terjaga; kuat secara keilmu an tidak bodoh dan tolol, namun cerdas dan arif; kuat secara ekonomi tidak miskin tetapi memiliki kecuku pan harta atau kaya, sehingga dapat membantu sauda ranya yang miskin dan lemah; kuat secara sosial buda ya, tidak kurang pergaulan (kuper), namun memiliki koneksi di mana-mana untuk menjalin kerjasama yang baik. Demikian pentingnya jihad dalam Islam, oleh karenanya kita mestinya sadar untuk terus melakukan jihad di jalan Allah, agar agama Allah (Islam) dan umatnya disegani oleh mereka yang membenci Islam.
Pada masa pandemi covid-19, mari umat Islam memberikan contoh teladan yang baik, bahwa umat Islam sangat peduli, tidak saja berusaha untuk memera ngi covid-19, namun dampaknya terhadap masyarakat, baik kesehatan, kebodohan ekonomi, sosial budaya juga diperhati kan untuk terus ditanggulangi dengan konsep jihad fi sabilillah, Wallahu a’lam bissawab.

Bibliografi
A.W.Munawwir, Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.
Al-‘Allamah al-Ragib al-Asfahaniy, Mu’jam Mufradat Alfaz al-Qur’an, Beirut: Dar al-Fikr, t.t.
al-Bukhari,Sahih al-Bukhari,Beirut:Dar al-Fikr,1401 H/ 1981 M.
Muslim,Sahih Muslim, Beirut:Dar al-Fikr,414 H/1993 M.
Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, Beirut : Dar al-Fikr, 1416 H/1995 H.
At-Tirnmizi,SunanAt-Tirmizi,Beirut:Dar al-Fikr, 1417H / 1996 H.
An-Nasa’i, Sunan An-Nasa’i,Beirut:Dar al-Fikr,1413 H/ 1992 H.
Ibn Majah,Sunan Ibn Majah, Beirut:Dar al-Fikr,1415 H/ 1994 H.
Malik, Muwatta’,Beirut:Dar al-Fikr,1409H/1989 M.
Ahmad, Musnad Ahmad ibn Hanbal, Kairo : Dar al-Hadis: 1416 H/1996 M.
Kementerian Agama RI, Al-Quran dan Tafsirnya (Edisi Yang Disempurnakan). Juz 7-9, jilid 3, Jakarta: Wasidya Cahaya, 2011
Muhammad Fu’ad Abd. al-Baqi, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Qur’an al-Karim, Beirut: Dar al-Ma’ri fah 1992.
Mausu’ah al-Hadis asy-Syarif al-Kutub as-Sittah, Dar as-Salam lin-Nasyr wa at-Tuzi’, al-Mamlakah al-‘Ara biyah as-Su’udiyah, Riyad, 2000.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jihad sesuai al quran dan assunnahmajelis tarjih dan tajdidsulidar
Previous Post

BPBA Siap Perkuat Kemampuan Penanggulangan Kebencanaan

Next Post

IMM Pematangsiantar : Usut Tuntas Kasus Jenazah Wanita Yang Dimandikan Bukan Mahramnya

Next Post
IMM Pematangsiantar : Usut Tuntas Kasus Jenazah Wanita Yang Dimandikan Bukan Mahramnya

IMM Pematangsiantar : Usut Tuntas Kasus Jenazah Wanita Yang Dimandikan Bukan Mahramnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.