• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kemenag dan Muhammadiyah Perkuat Ekosistem Pesantren Nasional

Kemenag dan Muhammadiyah Perkuat Ekosistem Pesantren Nasional

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
16 Oktober 2026
in Pendidikan
0
Kemenag dan Muhammadiyah Perkuat Ekosistem Pesantren Nasional

Direktorat Jenderal Pendidikan Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk mengakselerasi kualitas pendidikan pesantren di Indonesia.

Kolaborasi ini berfokus pada perbaikan tata kelola, validasi data kelembagaan, optimalisasi Tri Dharma Pesantren, hingga keterlibatan aktif dalam peringatan Hari Santri.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan silaturahim antara Dirjen Pesantren Kemenag, Basnang Said, dengan Ketua PP Muhammadiyah, M. Saad Ibrahim, serta Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M), Masykuri, di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2026).

Basnang Said menegaskan bahwa pembinaan dan penguatan pesantren merupakan komitmen hadirnya negara tanpa membeda-bedakan latar belakang organisasi masyarakat (ormas). Salah satu fokus krusial dari kerja sama ini adalah integrasi data melalui Education Management Information System (EMIS) berbasis by name by address (BNBA).

“Validasi dan integrasi data kelembagaan sangat penting untuk memastikan kebijakan pembinaan, fasilitasi, hingga program afirmasi pemerintah tepat sasaran. Pesantren dan satuan pendidikan keagamaan di bawah Muhammadiyah merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem pendidikan Islam nasional yang harus terus kita perkuat bersama,” ujar Basnang.

Selain tata kelola data, sinergi ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Pesantren (pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat) yang memadukan kedalaman tradisi keilmuan Islam (nushush) dengan sains dan teknologi modern. Kemenag juga mengajak Muhammadiyah untuk berpartisipasi aktif dalam Hari Santri sebagai momentum kebangsaan yang inklusif bagi seluruh elemen umat.

“Hari Santri adalah milik bersama, bukan milik satu ormas saja. Ini momentum untuk merawat kontribusi kolaboratif dari Muhammadiyah, NU, Al Washliyah, Persis, dan elemen Islam lainnya,” tambah Basnang.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah M. Saad Ibrahim mengapresiasi terbentuknya Ditjen Pesantren di tubuh Kemenag. Menurutnya, kebersamaan antarorganisasi Islam sangat krusial untuk memperluas kemaslahatan umat serta memperkokoh kontribusi pendidikan Islam bagi bangsa.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua LP2M PP Muhammadiyah, Masykuri, menambahkan pentingnya sintesis antara keilmuan keislaman dan sains umum. “Pendekatan ini sangat relevan untuk membangun pendidikan Islam yang berakar kuat pada nilai keagamaan sekaligus adaptif terhadap kemajuan zaman,” pungkasnya.

Pertemuan hangat tersebut diakhiri dengan penyerahan cenderamata berupa buku terbitan Ditjen Pesantren Kemenag sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat literasi dan kemajuan pesantren di Tanah Air. (tabligh)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: kemenagmuhammadiyahpesantren
Previous Post

Cintamu: Bergerak dengan Cinta, Berjuang dengan Ikhlas

Next Post

Sosiologi Ibn Khaldun: Meneliti Indonesia secara Dekolonial: Ketika Angka Tidak Cukup (5)

Next Post
Sosiologi Ibn Khaldun: Meneliti Indonesia secara Dekolonial: Ketika Angka Tidak Cukup (5)

Sosiologi Ibn Khaldun: Meneliti Indonesia secara Dekolonial: Ketika Angka Tidak Cukup (5)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.