• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Sosiologi Ibn Khaldun: Meneliti Indonesia secara Dekolonial: Ketika Angka Tidak Cukup (5)

Sosiologi Ibn Khaldun: Meneliti Indonesia secara Dekolonial: Ketika Angka Tidak Cukup (5)

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
16 Oktober 2026
in Politik dan Kebangsaan
0
Shohibul Anshor Siregar

Oleh : Shohibul Anshor Siregar

Artikel sebelumnya menunjukkan bahwa teori siklus umran Ibn Khaldun memberi peringatan tentang kemunduran negara ketika keadilan dan solidaritas melemah. Namun, untuk memahami kemunduran atau ketimpangan tersebut, kita juga perlu menata ulang cara meneliti.

Selama ini, banyak riset sosial menganggap angka sebagai kebenaran final. Statistik kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi sering dipakai untuk menyimpulkan kondisi masyarakat. Padahal, angka tidak pernah netral sepenuhnya. Ia lahir dari definisi, kategori, kepentingan, dan institusi tertentu.

Di sinilah kontribusi Ibn Khaldun menjadi penting. Ia mengembangkan naqd al-riwayah, yaitu kritik terhadap sumber. Ibn Khaldun tidak menerima laporan sejarah begitu saja. Ia menuntut verifikasi: apakah narasi tersebut konsisten, masuk akal secara sosial, dan didukung bukti. Dalam kajian tentang akar pemikiran kritis Ibn Khaldun, nilai pemikiran kritis ditentukan oleh niat, ketepatan verifikasi, kesesuaian bukti, dan kekuatan argumen .

Prinsip ini sangat relevan bagi riset Indonesia hari ini. Misalnya, data kemiskinan dapat terlihat objektif, tetapi definisi “miskin” bisa saja mengabaikan ekonomi subsisten, utang keluarga, akses tanah, atau dukungan komunitas. Statistik yang rapi dapat menyembunyikan ketimpangan struktural.

Dalam Advance Social Science Archive Journal (2026), kajian tentang integrasi epistemologi lokal dan ilmiah dalam metodologi dekolonial dibahas secara detail. Kajiannya menekankan bahwa dekolonisasi riset menuntut penghargaan terhadap sistem pengetahuan lokal, kepekaan konteks, serta integrasi antara pendekatan ilmiah dan pengetahuan masyarakat .

Artinya, peneliti tidak cukup mengumpulkan data. Ia juga harus bertanya: siapa yang menentukan pertanyaan penelitian? Siapa yang menjadi narasumber? Siapa yang diuntungkan dari hasil riset? Apakah komunitas yang diteliti memiliki ruang untuk menolak atau mengoreksi interpretasi peneliti?

Metodologi dekolonial juga menuntut refleksivitas. Peneliti harus mengakui posisi sosialnya: latar kelas, gender, agama, institusi, dan akses terhadap sumber daya. Dalam literatur riset dekolonial, refleksivitas dipahami sebagai praktik pada dua level, yaitu personal dan epistemologis . Peneliti tidak hanya mengakui bias pribadi, tetapi juga menilai bagaimana bias itu memengaruhi cara ia membaca realitas.

Terakhir, riset dekolonial perlu mengakui dimensi spiritual. Bagi banyak masyarakat Indonesia, agama, moralitas, dan nilai komunal bukan hal yang terpisah dari kehidupan sosial. Ibn Khaldun sendiri memandang agama sebagai kekuatan yang dapat memperkuat ‘asabiyyah dan memberi arah bagi kehidupan kolektif .

Riset yang baik bukan hanya riset yang akurat, tetapi juga riset yang adil. Ia harus mengembalikan manfaat kepada masyarakat yang diteliti, bukan hanya menghasilkan publikasi akademik.

Bridging: Jika riset dekolonial menuntut kejujuran terhadap konteks dan komunitas, maka langkah terakhir adalah menjadikan sosiologi sebagai kekuatan publik: bukan sekadar ilmu di ruang kuliah, melainkan alat untuk memperkuat keadilan dan solidaritas Indonesia.

*** Penulis, Shohibul Anshor Siregar, Koordinator Umum Yayasan Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (‘nBASIS) dan Penulis Tamu InfoMu.co

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: ibn khaldunpolitik dan kebangsaanShohibul Anshor Siregar
Previous Post

Kemenag dan Muhammadiyah Perkuat Ekosistem Pesantren Nasional

Next Post

Ketimpangan Ekonomi : Tantangan Kesejahteraan Indonesia dalam Kacamata Al-Farabi

Next Post
Ketimpangan Ekonomi : Tantangan Kesejahteraan Indonesia dalam Kacamata Al-Farabi

Ketimpangan Ekonomi : Tantangan Kesejahteraan Indonesia dalam Kacamata Al-Farabi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.