• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Tokoh Buddhis, Ponijan Liaw: Di Sekolah Muhammadiyah Kami Belajar Tanpa Diskriminasi

Tokoh Buddhis, Ponijan Liaw: Di Sekolah Muhammadiyah Kami Belajar Tanpa Diskriminasi

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
18 Agustus 2023
in Kabar, Literasi
0

Yogyakarta, InfoMu.co –  Lembaga pendidikan Muhammadiyah telah membersamai kehidupan putra-putri bangsa Indonesia sejak lama, bahkan sebelum kemerdekaan, dan telah meluluskan berbagai tokoh yang bukan hanya dari kalangan muslim, tetapi juga dari non-muslim.

Salah satu tokoh non-muslim yang lahir dari rahim sekolah Muhammadiyah adalah Dr. Ponijan Liaw seorang tokoh pemuka Buddhis, mantan Ketua Umum Pemuda Buddhis dan Mentor serta Motivator internasional asal Indonesia.

Dikutip dari video dirilis pada (15/8) di kanal YouTube IMF Media, Ponijan menyampaikan bahwa keberhasilannya di masa sekarang tidak bisa dilepaskan dari masa kecilnya. Salah satunya adalah sekolah SD Muhammadiyah Desa Pon, Kecamatan Sei bamban, Kabupaten Serdang Bedagai.

“SD Muhammadiyah itu adalah sekolah terbaik kami waktu itu, di Kampung Pon itu. Jadi kami semuanya bersekolah di Muhammadiyah pada waktu itu. Di sana kami belajar tanpa ada diskriminasi, dengan guru-guru yang sangat menyayangi kami. Kami dibesarkan di komunitas Muhammadiyah.” Katanya.

Bukan hanya sekolah dasar, Ponijan Liaw bahkan melanjutkan sekolah SMP nya juga di Muhammadiyah. Sampai sekarang dia tetap merawat hubungan baik dengan guru-gurunya di sekolah Muhammadiyahnya dulu. Sebagai minoritas, dirinya bersama keluarga dan etnis lain merasa damai dan aman hidup di tengah-tengah lingkungan muslim dan itu adalah Muhammadiyah.

“Di kampung saya itu tidak ada sama sekali, padahal kami itu mungkin 0,9 persen atau satu persen paling banyak di sekolah itu. Tetapi tidak ada diskriminatif sama sekali, artinya ketika ada pelajaran agama pun, Agama Islam tentunya, karena Muhammadiyah kan, itu kami disilahkan mau ikut belajar, tidak ikut belajar pun dianggap – diberikan nilai atau angka lulus.” Ungkapnya.

Ponijan Liaw mengatakan, bahwa meskipun dirinya bersama saudara dan teman-temannya yang non-muslim, selama belajar Agama Islam di sekolah Muhammadiyah tidak pernah mengalami paksaan. Termasuk tidak ada paksaan dari guru Agama untuk pindah ke Islam.

Selain tidak ada perilaku diskriminatif, alasan banyak keluarga Buddhis dan non-muslim dari kampung tersebut memilih sekolah Muhammadiyah karena kualitasnya. Menurut Ponijan Liaw, sekolah-sekolah Muhammadiyah waktu itu adalah sekolah terbaik dan memberikan pencerahan bagi peserta didik untuk bermimpi lebih tinggi.

“Yang ada sekolah Muhammadiyah, dan itu sekolah paling terkenal pada masanya, bahkan sampai hari ini. Bayangkan itu 40 tahun yang lalu berarti itu kira-kira,” Ungkapnya.

Ponijan Liaw yang saat ini menjadi motivator terbaik di ASIA menyampaikan, prestasi yang dia peroleh sekarang adalah berkat pendidikan yang diajarkan gurunya yaitu Rahmat Riyanto, Guru SMP Muhammadiyah Desa Pon. Dari pak guru Rahmat tersebut membuka wawasan dan meninggikan cita-cita Ponijan kecil.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: ponijan liawsekolah muhammadiyahtokoh buddist
Previous Post

Benarkah Upacara dan Hormat Bendera Bagian dari Amalan yang Menyimpang?

Next Post

Rekomendasi Bacaan bagi Pimpinan Persyarikatan dari Haedar Nashir

Next Post
Bukan Nomor Dua, Muhammadiyah Organisasi Islam Modern Terbesar di Dunia

Rekomendasi Bacaan bagi Pimpinan Persyarikatan dari Haedar Nashir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.