• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Takwa Harus Menjadi Penjaga dalam Setiap Langkah Kehidupan

Takwa Harus Menjadi Penjaga dalam Setiap Langkah Kehidupan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
14 Juli 2026
in Persyarikatan
0
Takwa Harus Menjadi Penjaga dalam Setiap Langkah Kehidupan

INFOMU.CO |  Yogyakarta – Takwa tidak hanya bermakna takut kepada Allah Swt., tetapi merupakan kesadaran untuk menjaga diri agar tetap berada dalam ketaatan dan terhindar dari segala bentuk kemaksiatan.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Fauzan Muhammadi, Lc., LL.M., Ph.D. dalam Pengajian Malam Selasa bertajuk “Ayat-Ayat Takwa: Pengantar” di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Senin malam, 13 Juli 2026.

Dalam pemaparannya, Fauzan menjelaskan bahwa secara bahasa kata at-taqwā memiliki hubungan erat dengan kata al-wiqāyah, yang berarti perlindungan atau penjagaan. Makna tersebut juga berkaitan dengan aṣ-ṣiyānah dan al-ḥifẓ, yakni memelihara serta menjaga sesuatu agar tetap selamat.

Pemaknaan itu menunjukkan bahwa takwa bukan sekadar rasa takut yang bersifat pasif. Takwa merupakan tindakan sadar untuk membangun perlindungan diri dari perbuatan yang dilarang Allah sekaligus mendorong seseorang mengerjakan kebajikan.

Untuk menggambarkan makna tersebut, Fauzan mengemukakan dialog antara Umar bin al-Khattab dan Ka’ab al-Ahbar. Dalam percakapan itu, Ka’ab bertanya kepada Umar apakah ia pernah melewati jalan yang dipenuhi duri. Umar menjawab pernah.

Ketika ditanya apa yang dilakukan saat melewati jalan tersebut, Umar menjelaskan bahwa dirinya berjalan dengan hati-hati dan menyingkap pakaiannya agar tidak tersangkut duri. Ka’ab kemudian menjelaskan bahwa sikap seperti itulah gambaran takwa.

Perumpamaan tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan manusia membutuhkan kewaspadaan. Sebagaimana seseorang berhati-hati ketika berjalan di antara duri, seorang mukmin juga harus mempertimbangkan setiap ucapan, keputusan, dan perbuatannya agar tidak terjerumus ke dalam pelanggaran terhadap ketentuan Allah.

Fauzan selanjutnya mengutip penjelasan Ibn al-Qayyim mengenai hakikat takwa. Menurut Ibn al-Qayyim, takwa adalah menjalankan ketaatan kepada Allah berdasarkan keimanan dan harapan terhadap pahala-Nya, serta meninggalkan larangan karena membenarkan ancaman Allah.

وَأَمَّا التَّقْوَى فَحَقِيْقَتُهَا: الْعَمَلُ بِطَاعَةِ اللهِ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً، أَمْراً وَنَهْياً

“Adapun hakikat takwa adalah mengerjakan ketaatan kepada Allah atas dasar keimanan dan mengharap pahala, baik dalam menjalankan perintah maupun meninggalkan larangan.”

Dengan pengertian tersebut, takwa mencakup dua unsur utama. Pertama, melaksanakan perintah Allah dengan penuh keyakinan. Kedua, meninggalkan larangan-Nya karena kesadaran terhadap pengawasan dan ancaman Allah.

Dalam Al-Qur’an, perintah takwa tidak hanya ditujukan kepada kelompok tertentu. Allah menyeru seluruh manusia untuk bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Surah an-Nisa ayat 1.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu.”

Selain disampaikan secara umum, perintah takwa juga ditujukan secara khusus kepada Nabi Muhammad saw. Dalam Surah al-Ahzab ayat 1, Allah memerintahkan Nabi untuk bertakwa dan tidak mengikuti orang-orang kafir dan munafik.

Menurut Fauzan, perintah tersebut menunjukkan tingginya kedudukan takwa. Bahkan Nabi Muhammad saw. tetap diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah. Hal itu sekaligus menegaskan bahwa ketakwaan harus terus dijaga oleh setiap manusia, terlepas dari kedudukan dan tingkat pengetahuannya.

Takwa juga menjadi wasiat Allah kepada umat-umat terdahulu. Dalam Surah an-Nisa ayat 131, Allah menegaskan bahwa orang-orang yang menerima kitab sebelum umat Islam juga telah diwasiati agar bertakwa.

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ

“Sungguh, Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan juga kepada kamu agar bertakwa kepada Allah.”

Tradisi mewasiatkan takwa juga dilakukan oleh Rasulullah saw. Dalam hadis al-‘Irbadh bin Sariyah, Rasulullah menyampaikan wasiat kepada para sahabat agar senantiasa bertakwa kepada Allah serta mendengar dan menaati kebenaran.

Fauzan menerangkan bahwa takwa menjadi pokok wasiat karena seluruh kebajikan berakar dari kesadaran seorang hamba terhadap Allah. Ketakwaan melahirkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, dan kesediaan menjalankan amanah.

Selain sebagai perintah dan wasiat, takwa juga disebut Al-Qur’an sebagai bekal terbaik bagi manusia. Allah berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 197:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

Fauzan menjelaskan bahwa manusia menjalani dua perjalanan. Pertama, perjalanan selama hidup di dunia. Kedua, perjalanan meninggalkan dunia menuju akhirat.

Perjalanan di dunia membutuhkan bekal material seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan sarana kehidupan lainnya. Sementara itu, perjalanan menuju akhirat membutuhkan bekal berupa amal saleh dan ketakwaan.

Takwa juga digambarkan sebagai pakaian yang memperindah batin manusia. Dalam Surah al-A’raf ayat 26, Allah menyebut pakaian takwa sebagai pakaian yang paling baik.

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ

“Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Akan tetapi, pakaian takwa itulah yang paling baik.”

Menurut Fauzan, manusia dapat mengenakan pakaian lahiriah yang indah, tetapi keindahan tersebut tidak memiliki nilai apabila tidak disertai dengan ketakwaan. Pakaian takwa memperindah seseorang melalui kejujuran, kerendahan hati, kesabaran, serta kemuliaan akhlak.

Takwa juga berfungsi sebagai penjaga manusia dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam aktivitas ekonomi. Fauzan mengutip hadis Rasulullah saw. yang memperingatkan para pedagang agar tidak melakukan penipuan dan ketidakjujuran.

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا، إِلَّا مَنِ اتَّقَى اللهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang-orang yang durhaka, kecuali orang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik, dan berlaku jujur.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa ketakwaan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga harus hadir dalam perdagangan, pekerjaan, pendidikan, kepemimpinan, dan kehidupan sosial.

Dalam konteks pendidikan, ketakwaan dapat diwujudkan melalui kesungguhan menuntut ilmu, penghormatan kepada guru, kejujuran dalam belajar, serta kesediaan menggunakan ilmu bagi kemaslahatan masyarakat.

Bagi seorang pendidik, takwa tercermin dalam keikhlasan, keteladanan, tanggung jawab, dan keadilan dalam mendidik. Adapun bagi pemimpin, ketakwaan harus menjadi dasar dalam menjaga amanah dan mengambil keputusan.

Melalui pengajian tersebut, Fauzan mengingatkan bahwa takwa tidak cukup hanya dibicarakan sebagai konsep. Takwa harus diwujudkan menjadi karakter yang menjaga manusia dari keburukan sekaligus mendorongnya untuk terus menghadirkan kebajikan dalam setiap bidang kehidupan. (tabligh)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: kehidupantaqwa
Previous Post

Haedar Nashir Tekankan Tiga Langkah Strategis Hadapi Korupsi yang Kian Sistemik

Next Post

Filosofi Pohon Bambu : Lentur Menghadapi Badai, Teguh Menjaga Ideologi

Next Post
Menjadi Ketua di Negeri Para Ketua:   Sebuah Renungan tentang Marwah Kepemimpinan Muhammadiyah

Filosofi Pohon Bambu : Lentur Menghadapi Badai, Teguh Menjaga Ideologi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.