Sinergi Lazismu dan BPKH Perkuat Pendidikan Santri lewat Fasilitas Belajar Modern
INFOMU.CO | Jakarta – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kemaslahatan melalui pemanfaatan Dana Abadi Umat (DAU). Bersama Lazismu sebagai mitra kemaslahatan, BPKH menyalurkan bantuan pendidikan untuk Pondok Pesantren Amanah Muhammadiyah di Jalan Sambong Jaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, pada Rabu (6/5).
Bantuan tersebut diwujudkan dalam penyediaan fasilitas pendidikan modern berupa laboratorium sains, perpustakaan, dan ruang multimedia guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran santri.
Mudir Pondok Pesantren Amanah Muhammadiyah, Arip Somantri, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya bermanfaat bagi santri, tetapi juga masyarakat dan tamu yang datang ke lingkungan pesantren.
“Bantuan program kemaslahatan dari BPKH ini manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh internal pesantren, tetapi juga tamu yang datang ke pesantren,” ujarnya.
Arip menjelaskan, pesantren juga telah menyediakan akses perpustakaan digital melalui barcode yang ditempatkan di ruang makan dan ruang tamu. Di sisi lain, pesantren tetap menerapkan aturan penggunaan teknologi secara bijak dan ramah anak.
“Salah satunya, pengasuh bertanggung jawab atas santri yang membawa laptop dan telepon genggam pribadi melalui mekanisme yang ramah anak,” tambahnya.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Dadang Syarifudin, mengapresiasi kolaborasi antara BPKH dan Lazismu dalam mendukung kemajuan pendidikan pesantren.
“Sinergi yang dibangun ini menjadi bukti nyata peran pemerintah dan Muhammadiyah dalam mencetak generasi unggul di lingkungan pesantren,” ungkapnya.
Dadang yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Pusat berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat sekitar pesantren.
“Kolaborasi ini tidak sekadar penyerahan bantuan, tetapi ikhtiar bersama untuk meningkatkan keilmuan anak-anak dan masyarakat sekitar pesantren,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, menegaskan komitmen Lazismu dalam memastikan distribusi bantuan berjalan secara tepat sasaran, akuntabel, dan transparan.
“Aspek tata kelola dari awal hingga akhir, termasuk pelaporan, dilakukan secara akuntabel dan transparan,” jelasnya.
Anggota Dewan Pengawas BPKH, Deni Suardini, turut menegaskan bahwa sumber dana program berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat, bukan dari setoran awal haji milik jamaah.
“Sumber dana berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat, bukan dari setoran awal haji milik jamaah,” tegasnya.
Menurut Deni, pengelolaan dana dilakukan secara profesional dengan prinsip transparansi sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh umat melalui berbagai program kemaslahatan.
Pada kesempatan tersebut, BPKH, Lazismu, PWM Jawa Barat, dan pengasuh pesantren meninjau langsung bangunan yang telah rampung. Fasilitas baru itu meliputi laboratorium untuk praktik sains dan teknologi, ruang multimedia sebagai pusat pembelajaran digital, serta perpustakaan representatif yang diharapkan mampu meningkatkan minat baca para santri. (muhammadiyah.or.id)

