• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kembali Raih Sukses, Enam Tim UMSU Lolos PIMNAS 2025

Muhammadiyah Fokus Perkuat Kualitas PTMA, Bukan Sekadar Menambah Jumlah Kampus

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
9 Mei 2026
in Kampus
0
Muhammadiyah Fokus Perkuat Kualitas PTMA, Bukan Sekadar Menambah Jumlah Kampus

INFOMU.CO |  Yogyakarta – Belakangan ini publik menyoroti adanya penyusutan jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Namun bagi Muhammadiyah, dinamika tersebut bukanlah tanda kemunduran, melainkan bagian dari manuver strategis Muhammadiyah untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi di lingkungan Persyarikatan.

Melalui Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (Diktilitbang PP) Muhammadiyah, kebijakan konsolidasi kampus dilakukan sebagai upaya akselerasi mutu, tata kelola, dan daya saing PTMA di tingkat nasional maupun global.

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin menegaskan bahwa orientasi pengembangan PTMA saat ini tidak lagi semata mengejar kuantitas institusi, tetapi lebih menitikberatkan pada penguatan kualitas dan keberlanjutan kampus.

“Data jumlah PTMA memang mengalami fluktuasi. Publik sering menyorot angka 172 institusi, bahkan secara historis Muhammadiyah pernah menaungi 175 hingga 178 perguruan tinggi. Namun jumlah terkini yang sebenarnya berada di angka 164 institusi,” jelas Muttaqin pada Jum’at (8/5).

Ia merinci, dari total 164 PTMA tersebut terdiri atas: 103 universitas, 30 sekolah tinggi, 24 institut, 5 politeknik, dan 2 akademi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 PTMA telah berhasil meraih akreditasi Unggul berdasarkan data terbaru Mei 2026.

Menurut Muttaqin, pengendalian jumlah PTMA penting dilakukan agar pertumbuhan kampus tetap sehat dan terukur. Antusiasme tinggi dari pimpinan daerah untuk mendirikan perguruan tinggi baru, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya, tata kelola, dan kualitas akademik.

“Perlu adanya kontrol kuantitas PTMA. Jika tidak, jumlah kampus bisa membengkak di atas 200 institusi seiring besarnya antusiasme pimpinan daerah untuk mendirikan kampus di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Karena itu, skema merger atau penggabungan kampus yang mulai difokuskan sejak 2021–2022 dinilai menjadi strategi efektif dalam mempercepat transformasi mutu PTMA. Dengan penggabungan tersebut, sejumlah kampus dinilai mampu berlari lebih cepat, baik dari sisi jumlah mahasiswa, program studi, maupun capaian akreditasi.

“Jumlah mahasiswa terbukti meningkat, jumlah prodi lebih banyak, akreditasi juga semakin bagus. Contoh terbarunya adalah di Cirebon yang belum genap tiga tahun pasca-merger, sudah ada empat prodi yang terakreditasi unggul,” kata Muttaqin.

Meski strategi merger dinilai berhasil meningkatkan kualitas mutu kampus, Muttaqin menegaskan bahwa jumlah PTMA tetap harus dijaga agar tidak terus mengalami penurunan. Majelis Diktilitbang, lanjutnya, telah menetapkan angka 162 sebagai batas psikologis jumlah PTMA.

Terbaru, Muhammadiyah kini juga mulai menerapkan skema penggabungan maupun akuisisi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) non-PTMA. Langkah ini dilakukan karena meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pendidikan Muhammadiyah.

“Majelis Diktilitbang juga mulai menerapkan skema penggabungan atau akuisisi PTS non-PTMA. Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap manajemen Persyarikatan membuat beberapa yayasan pendidikan secara sukarela menyerahkan pengelolaannya kepada Muhammadiyah,” ujarnya.

Dengan penjelasan tersebut, Muttaqin kembali menegaskan sekaligus berpesan agar masyarakat tidak salah memaknai tentang kemunduran angka PTMA sebagai indikator kemunduran pendidikan tinggi Muhammadiyah.

Sebaliknya, ia justru berharap agar masyarakat lebih menilai dan menyoroti bagaimana PTMA mampu menghadirkan kualitas pendidikan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Fluktuasi angka PTMA bukan sekadar hitung-hitungan statistik, melainkan narasi tentang institusi yang tengah merombak fondasinya demi mencetak generasi unggul di masa depan,” pungkasnya.

Transformasi PTMA yang tengah berlangsung menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya berupaya mempertahankan eksistensi lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan setiap kampus memiliki daya tahan, mutu akademik, dan kontribusi nyata. Dengan langkah dan manuver strategis ini, Muhammadiyah melalui PTMA nya dapat tumbuh lebih kuat, adaptif, dan mampu menjadi pusat lahirnya generasi berkemajuan di era transformasi global. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: kampusptma
Previous Post

80 Keberangkatan WNI Ditunda

Next Post

Sinergi Lazismu dan BPKH Perkuat Pendidikan Santri lewat Fasilitas Belajar Modern

Next Post
Sinergi Lazismu dan BPKH Perkuat Pendidikan Santri lewat Fasilitas Belajar Modern

Sinergi Lazismu dan BPKH Perkuat Pendidikan Santri lewat Fasilitas Belajar Modern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.