• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
PP Muhammadiyah Apresiasi Relawan: Tiga Pekan Tinggalkan Pekerjaan, Layani Penyintas Bencana NTT

PP Muhammadiyah Apresiasi Relawan: Tiga Pekan Tinggalkan Pekerjaan, Layani Penyintas Bencana NTT

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
8 September 2026
in Persyarikatan
0

PP Muhammadiyah Apresiasi Relawan: Tiga Pekan Tinggalkan Pekerjaan, Layani Penyintas Bencana NTT

 

INFOMU.CO | Manggarai Timur – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah bertugas selama hampir tiga pekan dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief mengungkapkan, pengabdian para relawan selama berada di lapangan bukan perkara mudah. Sebagian dari mereka bahkan harus meninggalkan pekerjaan dan aktivitas profesional untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

“Atas nama PP Muhammadiyah, saya ucapkan terima kasih atas seluruh proses yang berjalan tiga minggu di lapangan. Bukan perkara yang mudah. Alhamdulillah, saya dengar teman-teman relawan yang lain telah datang untuk mengganti shift. Ini momentum yang baik untuk kita menjaga kontinuitas,” ujar Hilman di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, NTT pada Ahad (6/9).

Menurutnya, kesinambungan menjadi bagian penting dalam kerja kemanusiaan Muhammadiyah. Ia mengingat ungkapan di lingkungan Persyarikatan bahwa relawan Muhammadiyah berusaha datang lebih awal ketika bencana terjadi dan pulang paling akhir setelah proses penanganan berjalan.

Hilman menuturkan, sebagian relawan yang diterjunkan merupakan tenaga kesehatan dan dokter spesialis yang harus meninggalkan tempat praktiknya selama menjalankan misi kemanusiaan.

“Relawan-relawan ini meninggalkan pekerjaannya. Dokter-dokter spesialis yang praktik, mereka tinggalkan selama tiga minggu,” katanya.

Pengorbanan tersebut, lanjut Hilman, tidak dapat dilepaskan dari spirit keagamaan yang menjadi dasar gerakan kemanusiaan Muhammadiyah. Ia mengutip pesan Al-Qur’an, wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā, yakni saling bekerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan.

Hilman juga menyinggung Surah Al-Balad yang berbicara tentang al-‘aqabah, yakni jalan yang berat dan sulit. Menurutnya, pesan tersebut mengajarkan keberanian untuk mengambil keputusan nyata dalam membantu sesama, seperti memberi makan, menolong masyarakat dalam kesulitan, serta hadir bagi kelompok rentan.

“Kita tidak bicara pribadi. Alhamdulillah, Muhammadiyah dan tentu organisasi keagamaan yang lain memperkuat level itu sehingga kita menjadi gerakan kolektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan para relawan Muhammadiyah merupakan hasil proses panjang yang dibangun melalui konsolidasi internal, antara lain bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), LAZISMU, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), serta berbagai unsur Persyarikatan.

Salah satu bentuk penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah dipersiapkan sejak 2018. Proses itu mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, prosedur, sertifikasi, serta mentalitas relawan dalam memberikan pelayanan kedaruratan.

“Kami tidak ingin semangat kawan-kawan ini terhambat hanya karena masalah administrasi,” jelas hilman.

Hilman menyebut proses panjang tersebut memungkinkan relawan Muhammadiyah bergerak dengan standar yang lebih baik, baik dalam penanganan bencana di dalam negeri maupun dalam misi kemanusiaan internasional.

Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil perjuangan bersama MDMC, tenaga kesehatan, relawan, serta banyak pihak yang selama bertahun-tahun membangun kapasitas kemanusiaan Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang turut berperan dalam proses penanganan bencana di NTT.

Menurut Hilman, kerja kemanusiaan membutuhkan kekuatan kolektif karena proses pemulihan tidak berlangsung dalam waktu singkat.

“Misi keagamaan dan kemanusiaan itu perlu kerja keras yang luar biasa. Kalau tidak kuat dan tidak kolektif tentu akan berat. Kita ingin membangun persaudaraan kemanusiaan yang kuat dari proses yang kita jalankan,” pungkasnya. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: bencanaGEMPA NTTrelawan
Previous Post

Rektor Berganti, Perjuangan UMSU Tak Pernah Berhenti

Next Post

Erupsi Anak Krakatau berdampak pada 2.961 penerbangan hingga Senin

Next Post
Erupsi Anak Krakatau berdampak pada 2.961 penerbangan hingga Senin

Erupsi Anak Krakatau berdampak pada 2.961 penerbangan hingga Senin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.