PKMM Asahan Perkuat Integritas dan Kompetensi Muballigh Muhammadiyah
INFOMU.CO | Kisaran – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Asahan menyelenggarakan Pelatihan Kader Muballigh dan Muballighat Muhammadiyah (PKMM) Tingkat Daerah pada Sabtu–Ahad, 26–27 Muharram 1448 H atau 11–12 Juli 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Muballigh dan Muballighat Muhammadiyah yang Berintegritas dan Berkemajuan” tersebut berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS), Jalan Madong Lubis Nomor 8, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Ketua Panitia PKMM, Andiga, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan selama dua hari satu malam. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir dengan acara penutupan pada Ahad sore selepas salat Asar.
Ketua Majelis Tabligh PDM Kabupaten Asahan, Agus Salam, S.Pd.I., M.Pd., meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan secara utuh sejak pembukaan hingga penutupan. Kehadiran secara penuh dinilai penting agar materi, pembinaan, dan tujuan kaderisasi dapat diterima peserta secara menyeluruh.
“Peserta jangan sampai ada yang bocor halus. Ikuti kegiatan ini secara paripurna sejak pembukaan sampai penutupan,” pesannya.
Agus juga meminta para peserta segera melengkapi komposisi kepengurusan Korps Muballigh Muhammadiyah di wilayah masing-masing. Program kaderisasi muballigh tersebut diharapkan tidak berhenti pada tingkat daerah, tetapi diteruskan hingga tingkat cabang.
Menurutnya, perluasan pelatihan sampai ke cabang menjadi langkah penting untuk memperkuat jaringan dakwah Muhammadiyah sekaligus memastikan tersedianya muballigh dan muballighat yang mampu menjawab kebutuhan umat di akar rumput.
Wakil Sekretaris PDM Kabupaten Asahan, Drs. Junaidi, memberikan apresiasi kepada Majelis Tabligh PDM Kabupaten Asahan dan Korps Muballigh Muhammadiyah daerah yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut.
Ia menilai PKMM menjadi salah satu langkah strategis untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan keagamaan para kader dakwah. Pelatihan juga menjadi ruang bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan metode dakwah.
“Kita harus dapat saling mengisi dan menggunakan metode yang terbaik. Setelah keluar dari pelatihan ini, peserta harus benar-benar menjadi dai yang mampu memberikan pencerahan kepada umat,” ujarnya.
Junaidi menekankan bahwa seorang muballigh tidak cukup hanya menguasai materi keislaman. Muballigh juga harus memahami kondisi masyarakat, mampu memilih metode yang tepat, serta menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang mudah diterima oleh berbagai lapisan umat.
Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Dr. Sapri, S.Ag., M.A., menyebut PKMM sebagai kegiatan strategis untuk meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas muballigh dan muballighat Muhammadiyah.
Menurut Sapri, kader muballigh perlu terus mengembangkan wawasan dan pemahaman mengenai kerangka beribadah sesuai dengan Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Pemahaman tersebut dibutuhkan agar dakwah yang disampaikan memiliki dasar keagamaan yang kuat, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai tema PKMM Asahan relevan dengan kebutuhan gerakan dakwah Muhammadiyah saat ini. Keterbatasan jumlah kader, kemampuan metodologis, dan luasnya medan dakwah harus dijawab melalui penguatan kapasitas muballigh secara terencana.
“Tema yang dibuat sangat ideal untuk menjawab keterbatasan kita hari ini, sehingga dapat memajukan gerakan dakwah di tingkat daerah, cabang, bahkan ranting,” katanya.
Sapri berharap kegiatan tersebut ditindaklanjuti melalui pengkajian yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Para muballigh dan muballighat juga diharapkan mampu memenuhi dua kemampuan utama, yakni kompetensi substantif dan kompetensi metodologis.
Kompetensi substantif berkaitan dengan penguasaan ilmu-ilmu keislaman, pemahaman terhadap paham agama Muhammadiyah, serta kemampuan membaca persoalan umat. Adapun kompetensi metodologis menyangkut kemampuan memilih pendekatan, media, dan strategi komunikasi dakwah yang tepat.
Sekretaris Majelis Tabligh PDM Kabupaten Asahan, Jefri, M.Pd., mengingatkan bahwa para peserta PKMM merupakan garda terdepan sekaligus penyambung lidah Persyarikatan dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar dan menggerakkan tajdid di tengah masyarakat.
Ia mendorong peserta menjadi muballigh dan muballighat yang mampu menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, kader dakwah Muhammadiyah juga dituntut menguasai berbagai platform digital.
Penguasaan media digital, menurut Jefri, diperlukan agar pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat menjangkau masyarakat Asahan secara lebih luas dan efektif.
“Bekali diri dengan ilmu yang mendalam, akhlakul karimah, dan strategi komunikasi modern. Teruslah berkhidmat dan istiqamah dalam membimbing umat menuju jalan yang benar,” pesannya.
Ia berharap seluruh materi yang diberikan selama pelatihan dapat dimanfaatkan peserta untuk meningkatkan kualitas spiritual, intelektual, dan keterampilan dakwah. Dengan demikian, peserta tidak hanya mampu menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga menjadi teladan serta penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Melalui PKMM Tingkat Daerah Asahan, Majelis Tabligh Muhammadiyah berupaya membangun kader dakwah yang berintegritas, memiliki pemahaman keagamaan yang kokoh, menguasai metode komunikasi, serta mampu menghadirkan dakwah berkemajuan dari tingkat daerah hingga ranting. (tabligh)

