• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Jufri

Jufri

Pengkaderan Muhammadiyah Bermula dari Rumah

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
30 Oktober 2026
in Opini
0

Pengkaderan Muhammadiyah Bermula dari Rumah

Oleh: Jufri

Kamis malam Jumat ini, meski sedikit terlambat, Alhamdulillah saya masih berkesempatan mengikuti Zoom Rencana Tindak Lanjut (RTL) Darul Arqam CINTAMU sesi ke-3 yang diselenggarakan MPKSDI PWM Sumatera Utara.

Kegiatan bertema “Cerita Ideologi, Nasionalisme, dan Tabligh Ala Muhammadiyah” ini menghadirkan pembahasan yang menarik dengan narasumber yang luar biasa. Pada sesi malam ini, tema yang diangkat adalah *“Implementasi PHIWM: Kehidupan dalam Keluarga.”*

Acara dibuka oleh instruktur, Bapak Prof. Faiz Rafehi dari MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kemudian dipandu oleh Ibu Nadra selaku moderator. Diskusi berlangsung menarik, terutama ketika para narasumber menguraikan materi dan menjawab pertanyaan peserta.

Dr. Sulidar menguraikan materi sekaligus menjawab berbagai pertanyaan peserta dengan semangat dan dedikasi seorang ulama yang mendalami bidang Hadis dan Tarjih. Beliau menjelaskan perspektif Al-Qur’an dan Hadis tentang keluarga sakinah, termasuk tanggung jawab kader Muhammadiyah dalam membangun kehidupan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Sementara itu, Prof. Mujiatun menjelaskan bagaimana komunikasi seharusnya dibangun di dalam keluarga. Perhatian orang tua terhadap perkembangan dan perilaku anak, cara memahami kebutuhan mereka, serta pentingnya komunikasi yang baik menjadi bagian dari pembahasan yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Membangun keluarga bukan hanya soal memenuhi kebutuhan ekonomi. Ada kebutuhan emosional, pendidikan, keteladanan, dan komunikasi yang tidak kalah penting. Anak-anak tidak cukup hanya diberi nasihat, tetapi juga membutuhkan perhatian, ruang untuk berbicara, dan contoh nyata dari orang tuanya.

Ada satu pertanyaan menarik yang disampaikan Dr. Rahma Amini, yakni tentang prinsip pernikahan monogami dalam Islam. Pertanyaan ini membuka ruang diskusi mengenai bagaimana ajaran Islam mengatur relasi perkawinan dan tanggung jawab di dalamnya.

Dalam penjelasannya, Dr. Sulidar menguraikan persoalan tersebut dalam perspektif Al-Qur’an, termasuk pembahasan mengenai perkawinan dan prinsip keadilan. Keadilan menjadi salah satu penekanan penting ketika membicarakan ketentuan poligami beserta tanggung jawab yang menyertainya.

Diskusi ini mengingatkan kita bahwa memahami ajaran Islam tidak cukup hanya dengan membaca satu bagian ayat secara terpisah. Diperlukan pemahaman yang menyeluruh, dengan memperhatikan konteks, ketentuan, tanggung jawab, dan tujuan moral yang terkandung di dalamnya.

Dari keseluruhan pembahasan, ada satu hal penting yang mempertemukan pandangan kedua narasumber: *keluarga merupakan faktor penting dalam pendidikan sekaligus pengkaderan Muhammadiyah.*

Selama ini, ketika berbicara tentang pengkaderan, perhatian kita sering tertuju pada Darul Arqam, Baitul Arqam, pengajian, perkaderan formal, dan berbagai kegiatan organisasi. Semua itu tentu penting. Namun, jangan sampai kita melupakan bahwa keluarga merupakan ruang pendidikan yang paling awal dan berlangsung sepanjang kehidupan.

Di dalam keluarga, anak belajar tentang kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan cara menghormati orang lain. Di sana pula nilai-nilai Islam, semangat kebangsaan, serta kecintaan terhadap Persyarikatan dapat ditanamkan melalui kebiasaan dan keteladanan.

Kader Muhammadiyah bukan hanya mereka yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, pandai berbicara di forum, atau memiliki jabatan dalam Persyarikatan. Lebih dari itu, kader juga diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata, termasuk dalam memperlakukan pasangan, mendidik anak, dan membangun keharmonisan keluarga.

Jangan sampai kita begitu bersemangat mendidik orang lain, tetapi kurang memberikan perhatian kepada keluarga sendiri. Jangan sampai kita berbicara panjang lebar tentang akhlak dan ideologi, tetapi anak-anak justru melihat perilaku yang tidak sejalan dengan apa yang kita sampaikan.

Inilah salah satu tantangan pengkaderan yang sesungguhnya. Pengkaderan bukan semata-mata menghasilkan orang-orang yang memahami ideologi Muhammadiyah, tetapi juga membentuk manusia yang mampu menghidupkan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupannya.

Keluarga yang baik tidak terbentuk dengan sendirinya. Ia membutuhkan komunikasi yang sehat, perhatian yang tulus, kesediaan untuk saling mendengarkan, dan keteladanan yang terus dirawat. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab membesarkan anak, tetapi juga menyiapkan mereka agar tumbuh menjadi manusia yang berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama.

Malam ini saya kembali diingatkan bahwa belajar tidak mengenal kata terlambat. Meskipun tidak mengikuti kegiatan sejak awal, kesempatan untuk menyimak, merenungkan, dan mengambil pelajaran tetaplah berharga.

Alhamdulillah, malam ini kita mendapatkan banyak ilmu dan pencerahan. Semoga pertemuan-pertemuan berikutnya kembali menghadirkan ilmu, wawasan, dan pencerahan yang berkelanjutan, sehingga proses belajar dan pengkaderan ini tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi terus tumbuh menjadi pemahaman dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, belajar adalah perjalanan panjang yang tidak pernah selesai. Selalu ada ilmu untuk dipelajari, hikmah untuk direnungkan, dan kebaikan untuk diamalkan.

Terima kasih kepada MPKSDI PWM Sumatera Utara, Bapak Prof. Faiz Rafehi, Dr. Sulidar, Prof. Mujiatun, Dr. Rahma Amini, Ibu Nadra selaku moderator, serta seluruh pihak yang telah menghadirkan ruang pembelajaran ini.

Semoga RTL Darul Arqam CINTAMU tidak berhenti sebagai kegiatan yang selesai setelah Zoom ditutup. Mudah-mudahan pemahaman yang diperoleh dapat diteruskan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan keluarga dan Persyarikatan.

Sebab, keberhasilan dakwah dan pengkaderan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan atau banyaknya kader yang dilahirkan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Islam benar-benar hidup dalam keseharian kita.

*Pengkaderan Muhammadiyah bermula dari rumah. Dari keluarga yang menanamkan nilai, orang tua yang memberikan keteladanan, dan anak-anak yang tumbuh dengan akhlak Islam serta semangat berkemajuan.*

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jufriopinipengkaderan muhammadiyah
Previous Post

Lahan, Konsesi, dan Ekonomi Politik Api: Siapa Menanggung Kerugian, Siapa Menguasai Keuntungan?

Next Post

SUMU Audiensi dengan KJRI Guangzhou, Dorong Penguatan Ekspor dan Pengembangan SDM Industri Indonesia

Next Post
SUMU Audiensi dengan KJRI Guangzhou, Dorong Penguatan Ekspor dan Pengembangan SDM Industri Indonesia

SUMU Audiensi dengan KJRI Guangzhou, Dorong Penguatan Ekspor dan Pengembangan SDM Industri Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.