Muhammadiyah Tak Boleh Lelah Berinovasi dan Menguatkan Organisasi
INFOMU.CO | Pekanbaru – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau menggelar Silaturahmi Syawal 1447 H pada Sabtu (4/4) di Auditorium Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (Umri).
Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga keberlanjutan dan kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di tengah tantangan zaman.
Sayuti mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur menjadi bagian dari Muhammadiyah. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Anfal ayat 26–29 sebagai pengingat bahwa kekuatan umat lahir dari keimanan, kesabaran, dan rasa syukur atas pertolongan Allah.
“Bapak dan Ibu harus ikhlas menjadi bagian dari Persyarikatan, sebagaimana firman Allah tentang kondisi kaum Muhajirin yang semula lemah kemudian dikuatkan oleh-Nya,” ujarnya.
Sayuti menegaskan, meskipun Muhammadiyah telah berusia lebih dari satu abad dan memperoleh pengakuan internasional, tantangan untuk menjaga vitalitas organisasi justru semakin besar.
Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah kini telah berkembang menjadi organisasi modern dengan jejaring global. Beberapa capaian penting antara lain berdirinya Muhammadiyah Australia College (MAC) di Victoria, Australia, serta Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di Perlis. Selain itu, Muhammadiyah juga mendapat apresiasi dari akademisi internasional Robert W. Hefner yang menyebutnya sebagai salah satu contoh paling sukses dalam modernisasi pendidikan Islam di dunia.
Namun demikian, Sayuti juga mengingatkan adanya tantangan internal berupa fenomena “daur hidup organisasi”. Ia menyoroti masih adanya pimpinan wilayah yang kurang solid, pimpinan cabang yang vakum, hingga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berhenti beroperasi.
“Ikhtiar penyehatan organisasi dan AUM harus terus-menerus dilakukan,” tegasnya.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan Pokok Pikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yang menegaskan bahwa organisasi merupakan alat perjuangan yang harus dikelola sebaik-baiknya.
Untuk menjaga keberlangsungan itu, Muhammadiyah mengadopsi pendekatan manajemen modern seperti model McKinsey 7S yang diselaraskan dengan nilai-nilai ideologis Persyarikatan. Penerapannya meliputi penguatan sistem dan tata kelola yang baik, struktur organisasi dari pusat hingga ranting, serta penguatan karakter kepemimpinan yang mencerminkan sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Lebih lanjut, Sayuti menekankan pentingnya menghindari “zona nyaman” dalam berorganisasi. Ia menyampaikan beberapa langkah strategis agar Muhammadiyah tetap maju, antara lain membangun kultur pembelajar dengan menggiatkan pengajian dan tradisi ilmu, memperkuat kaderisasi inovator, serta mendorong keunggulan Amal Usaha Muhammadiyah di tingkat global.
“Harus ada inovasi tiada henti. Bahkan bisa dikatakan, haram hukumnya masuk zona nyaman,” ujarnya.
Di akhir ceramah, Sayuti mengajak seluruh warga Muhammadiyah Riau untuk tetap fokus dan ikhlas dalam berjuang memajukan umat.
“Saya mengajak segenap warga Muhammadiyah Riau agar fokus dan ikhlas agar tujuan memajukan umat dapat tercapai dengan penuh berkah,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PW Muhammadiyah Riau Hendri Sayuti beserta jajaran, Rektor Umri Saidul Amin, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri HM Nazir, pimpinan organisasi otonom tingkat wilayah, serta pimpinan daerah Muhammadiyah se-Provinsi Riau. (muhammadiyah.or.id)

