Muhammadiyah Memilih Bertindak Nyata, Bukan Sekadar Berdebat di Tengah Bencana
INFOMU.CO | Purwokerto – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, apa yang telah dan akan dilakukan Muhammadiyah untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera, menjadi salah satu contoh ikhtiar nyata Persyarikatan untuk umat.
“Muhammadiyah, tidak memilih jalur banyak bicara, apalagi memperdebatkan sesuatu yang sudah jelas menjadi tanggung jawab. Apalagi jika hanya berdebat dan tidak berbuat, itu bukan Muhammadiyah Namanya,” tegas Haedar saat menyampaikan Amanat dalam Rapat Terbuka Senat Laporan Tahunan Rektor dan Refleksi Akhir Tahun dalam rangka Milad Ke-60 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Senin (29/12).
Bagi Muhammadiyah penanggulangan bencana mengutamakan pencegahan darurat itu harus diutamakan, dan dikedepankan agar mendatangkan kemaslahatan.
Kajian pun, kata Haedar, nantinya harus ilmiah. “Harus objektif, scientific, ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Dan di situlah Perguruan Tinggi bisa melakukan kajian tentang bagaimana hutan, bagaimana tentang sumber daya alam kita, pengelolaannya dan lain sebagainya,” ujar Haedar.
Menurut Haedar, di saat seperti ini alangkah lebih bijak untuk tidak terus berada dalam suasana perdebatan yang tiada habis. Yang justru membuat kita tidak fokus dalam menyelesaikan darurat bencana yang sangat-sangat berat.
Lebih lagi, Haedar berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menyebarkan informasi lewat media sosial. Sekarang ini, jika tidak pandai menjaga ucapan, lisan dan tindakan bisa cepat viral dan menjadi sorotan publik. Boleh jadi, tindakan kurang arif semacam itu bisa memicu perdebatan tiada ujung dan memperburuk kondisi psikologis korban bencana.
“Di situlah kepandaian kita dan kearifan kita semua. Kita juga harus semakin bisa mengendalikan cara kita bermedsos, etika bermedsos. Agar, di tengah duka kita tidak menjadi semakin gaduh dan riuh dalam kehidupan bangsa dan negara,” terang Haedar.
Haedar menghargai apa yang sudah dilakukan segenap komponen bangsa dalam penanggulangan bencana. Kekurangan itu hal yang wajar. Sebagai komponen bangsa, sudah menjadi tugas untuk saling mendukung, meningkatkan kapasitas di dalam penanggulangan bencana .
“Kami yakin dengan pengalaman di masa lalu yang kita bisa lebih dari itu, tentu kita bisa mengatasi darurat bencana ini dan pulih sebagaimana mestinya. Dan bangkit menghadapi masa depan yang lebih baik,” tegasnya optimis. (muhammadiyah.or.id)

