• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Jufri

Jufri

Muhammadiyah dan Isu Lingkungan: Merawat Bumi sebagai Manifestasi Iman

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
30 Juni 2026
in Kolom
0

Muhammadiyah dan Isu Lingkungan: Merawat Bumi sebagai Manifestasi Iman

Oleh: Jufri

Kemarin sore kami berdiskusi tentang lingkungan hidup. Awalnya pembicaraan hanya membahas persoalan banjir yang belakangan semakin sering terjadi, tetapi perlahan diskusi merembet pada isu yang lebih luas, yakni peran pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dalam menjaga keberlangsungan bumi. Kami sampai pada satu kesimpulan bahwa kerusakan lingkungan bukan semata-mata disebabkan oleh faktor alam, melainkan lebih banyak dipicu oleh ulah manusia yang terus mengeksploitasi sumber daya alam dengan mengabaikan keseimbangan ekosistem dan dampak lingkungannya. Banjir dan longsor yang kita saksikan hari ini sesungguhnya baru merupakan gejala awal. Di balik itu, ancaman yang jauh lebih besar sedang menanti, seperti pemanasan global, perubahan iklim, krisis air bersih, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga menurunnya kualitas hidup generasi mendatang.

Diskusi itu mengingatkan saya pada sebuah pertanyaan sederhana namun sangat mendasar: benarkah kita telah merusak bumi? Pertanyaan ini bukan sekadar tema sebuah majalah atau slogan kampanye lingkungan, melainkan panggilan nurani yang seharusnya menggugah kesadaran setiap manusia. Sebab, bumi bukan warisan dari generasi terdahulu, tetapi amanah yang harus kita serahkan kepada generasi yang akan datang dalam keadaan yang lebih baik.

Islam sejak awal telah meletakkan fondasi yang sangat jelas mengenai hubungan manusia dengan alam. Manusia diciptakan sebagai khalifah fil ardh, pemelihara bumi, bukan penguasa yang bebas mengeksploitasinya. Al-Qur’an pun berulang kali mengingatkan agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Artinya, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial atau ilmiah, tetapi juga bagian dari tanggung jawab keimanan.

Dalam konteks itulah Muhammadiyah memiliki peran yang sangat strategis. Sebagai gerakan dakwah, tajdid, dan amal usaha, Muhammadiyah tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga menghadirkan Islam yang memberi solusi bagi persoalan kemanusiaan. Merawat lingkungan adalah bagian dari dakwah yang menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh makhluk.

Muhammadiyah sesungguhnya memiliki modal yang sangat besar. Ribuan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, masjid, panti asuhan, dan berbagai amal usaha dapat menjadi pusat pendidikan lingkungan. Kesadaran ekologis dapat ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kebiasaan sederhana seperti mengurangi sampah plastik, menghemat energi, menanam pohon, mengelola limbah, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Namun, menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab Muhammadiyah. Pemerintah memiliki kewajiban menyusun kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan, menegakkan hukum terhadap pelaku perusakan alam tanpa pandang bulu, serta memastikan pembangunan tidak mengorbankan masa depan. Dunia usaha juga dituntut untuk menjalankan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, bukan sekadar mengejar keuntungan dengan mengabaikan daya dukung lingkungan. Di sisi lain, masyarakat harus mengubah pola hidup yang konsumtif menjadi lebih bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Sering kali kita menganggap banjir, longsor, atau kekeringan sebagai bencana alam. Padahal, tidak sedikit di antaranya merupakan bencana ekologis akibat keputusan manusia sendiri. Hutan ditebang tanpa kendali, daerah resapan air berubah menjadi kawasan permukiman, sungai dipenuhi sampah, dan eksploitasi sumber daya alam dilakukan tanpa memperhitungkan keberlanjutannya. Alam akhirnya memberikan peringatan melalui cara yang tidak pernah kita harapkan.

Tema Muktamar Muhammadiyah ke-49, “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya,” terasa sangat relevan dengan tantangan tersebut. Bangsa yang cerdas bukan hanya bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga bangsa yang memiliki kesadaran moral untuk menjaga bumi. Semesta tidak akan bercahaya jika manusianya kehilangan kepedulian terhadap lingkungan tempat ia hidup.

Pada akhirnya, krisis lingkungan adalah krisis etika dan krisis peradaban. Ketika keserakahan mengalahkan tanggung jawab, kerusakan menjadi tidak terhindarkan. Sebaliknya, ketika ilmu dipadukan dengan iman, dan pembangunan dipandu oleh nilai-nilai moral, maka kemajuan akan berjalan seiring dengan kelestarian alam.

Merawat bumi sesungguhnya adalah merawat kehidupan. Menjaga hutan berarti menjaga sumber air. Menjaga sungai berarti menjaga peradaban. Menjaga udara berarti menjaga kesehatan generasi mendatang. Dan menjaga lingkungan adalah salah satu bentuk syukur kepada Allah atas nikmat yang telah Dia titipkan kepada manusia.

Semoga Muhammadiyah terus menjadi pelopor gerakan Islam Berkemajuan yang tidak hanya mencerdaskan manusia, tetapi juga menghadirkan peradaban yang mencintai dan memuliakan alam. Sebab, bumi yang lestari bukan sekadar warisan, melainkan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Sang Pencipta.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jufrikolomlingkungan
Previous Post

PRM Medan Tenggara dan BKM Ibnu Hayyan PTKI Gelar Khitanan Massal

Next Post

LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

Next Post
LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.