• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Menata Dakwah Berbasis Data: Pelatihan SiCARA dan SiMasMu LPCR PM PWM Sumut di Tebing Tinggi

Menata Dakwah Berbasis Data: Pelatihan SiCARA dan SiMasMu LPCR PM PWM Sumut di Tebing Tinggi

Merawat Muhammadiyah: Ketika Kesungguhan Dibalas Pertolongan Allah

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
8 Mei 2026
in Kolom
0
Merawat Muhammadiyah: Ketika Kesungguhan Dibalas Pertolongan Allah
Oleh : Jufri 
Di tengah arus zaman yang semakin keras, organisasi sebesar Muhammadiyah tentu tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar, tetapi juga membutuhkan orang-orang yang ikhlas merawatnya. Sebab organisasi besar bukan hanya dibangun oleh gagasan, melainkan juga oleh kesabaran, pengorbanan, dan kepercayaan yang dijaga bersama.
Salah satu pesan menarik disampaikan oleh Sukadiono, yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dalam pandangannya, ada satu kunci sederhana tetapi sangat dalam untuk merawat Muhammadiyah, yaitu:
 “Jika kita serius mengurus Muhammadiyah, Allah pasti serius mengurus kita.”
Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya mengandung energi spiritual dan moral yang besar. Mengurus Muhammadiyah bukan sekadar menghadiri rapat, memegang jabatan, atau sibuk dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, ia adalah bentuk pengabdian. Sebuah kerja sunyi yang kadang tidak terlihat, tetapi bernilai besar di hadapan Allah.
Apa yang disampaikan Prof Sukadiono sebenarnya bukan sesuatu yang baru di Muhammadiyah. Ia adalah nilai yang sudah lama hidup dan membudaya di dalam persyarikatan, sekaligus sesuatu yang harus terus dipertahankan. Muhammadiyah tumbuh besar karena dibangun di atas kepercayaan umat. Banyak orang berinfak ke Muhammadiyah bukan karena berharap keuntungan pribadi, tetapi karena mereka percaya bahwa amanah itu akan dijaga dengan baik.
Di Muhammadiyah, bantuan yang diberikan untuk sebuah keperluan hampir selalu berkembang melampaui nilai awalnya. Tidak jarang jika ada dana seratus juta rupiah, maka bangunan atau amal usaha yang lahir nilainya bisa jauh lebih besar dari itu. Ada semangat gotong royong, keikhlasan, dan pengabdian yang membuat setiap bantuan terasa bertambah nilainya. Dari situlah Muhammadiyah berkembang dari waktu ke waktu.
Yang juga penting, setiap amal usaha Muhammadiyah pada hakikatnya adalah milik persyarikatan, bukan milik pribadi. Sekolah, universitas, rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai amal usaha lainnya dibangun untuk kepentingan umat dan dakwah, bukan untuk diwariskan kepada keluarga atau kelompok tertentu. Budaya inilah yang membuat Muhammadiyah tetap kuat melewati berbagai generasi.
Muhammadiyah bisa bertahan lebih dari satu abad bukan karena bebas dari masalah. Justru sebaliknya, ia bertahan karena banyak kader yang memilih tetap bertahan saat ada perbedaan. Mereka lebih mengutamakan persatuan dibanding ego pribadi. Mereka sadar bahwa organisasi ini terlalu besar untuk dipertaruhkan hanya demi konflik sesaat.
Karena itu pesan untuk menghindari konflik dan menjaga persatuan menjadi sangat penting. Dalam organisasi sebesar Muhammadiyah, perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar. Tetapi perbedaan tidak boleh berubah menjadi permusuhan. Kritik boleh ada, dinamika boleh berjalan, namun ukhuwah dan rasa memiliki harus tetap dijaga.
Jangan sampai energi persyarikatan habis hanya untuk pertengkaran internal. Sebab tantangan umat dan bangsa jauh lebih besar dibanding konflik kepentingan pribadi. Muhammadiyah membutuhkan kader yang mampu menahan ego, memperbesar hati, dan tetap berjalan bersama meski tidak selalu sepakat dalam segala hal.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kepercayaan atau trust. Dalam dunia organisasi, kepercayaan adalah modal sosial yang paling mahal. Sekali hilang, sangat sulit mengembalikannya. Kepercayaan lahir dari kejujuran, amanah, konsistensi, dan keteladanan.
Masyarakat selama ini percaya kepada Muhammadiyah karena melihat kerja nyata yang panjang: sekolah, kampus, rumah sakit, panti asuhan, dakwah, hingga gerakan sosial kemanusiaan. Semua itu dibangun bukan dalam satu malam, melainkan melalui keringat banyak generasi.
Mungkin inilah di antara tafsir aktual dari tema-tema Muktamar Muhammadiyah. Setelah pada Muktamar ke-48 di Surakarta mengusung tema “Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta,” maka pada Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara tema yang diangkat terasa sebagai kelanjutan dari semangat sebelumnya, yaitu “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya.”
Tema ini bukan sekadar slogan seremonial. Ia adalah arah peradaban. Muhammadiyah ingin melahirkan bangsa yang cerdas secara ilmu, matang secara moral, kuat dalam persatuan, dan tetap bercahaya dalam nilai-nilai kemanusiaan serta keislaman.
Karena itu menjaga Muhammadiyah sesungguhnya bukan hanya menjaga gedung dan amal usaha, tetapi juga menjaga nama baik, menjaga marwah, dan menjaga kepercayaan umat.
Dan bisa jadi benar adanya, ketika kita sungguh-sungguh merawat Muhammadiyah, maka Allah pun akan sungguh-sungguh merawat kehidupan kita.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jufrikolom
Previous Post

Kemenag dan Komnas Perempuan: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman

Next Post

Medan Jadi Pilot Project BRT Mebidang, Rico Siap Tancap Gas

Next Post
Medan Jadi Pilot Project BRT Mebidang, Rico Siap Tancap Gas

Medan Jadi Pilot Project BRT Mebidang, Rico Siap Tancap Gas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.