Memaknai ‘Aisyiyah: Perempuan Berkemajuan, Tiang Utama Negara. Tulang rusuk Muhammadiyah
Oleh : Jufri
Pagi ini saya ingin menulis tentang ‘Aisyiyah karena bertepatan dengan tanggal 19 Mei sebagai hari ulang tahun perempuan berkemajuan, organisasi otonom khusus Muhammadiyah. Saya sengaja menuliskannya tepat pada tanggal tersebut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Ada suasana batin tersendiri ketika menulis tentang perjalanan dan peranan ‘Aisyiyah di tempat yang menjadi bagian dari denyut gerakan dakwah Muhammadiyah.
Saya sendiri mengenal ‘Aisyiyah sejak masih sekolah dasar di Padang Panjang. Semangat dan denyut gerakannya semakin terasa ketika saya menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading, Pasaman Barat sekitar tahun 1993–1996. Pengalaman itu terus berlanjut ketika merantau ke Medan hingga sekarang. Ciri khas seragam ‘Aisyiyah yang selalu tampak rapi dan kompak seolah menjadi penanda bahwa gerak langkah Muhammadiyah akan terasa lebih semarak dengan kehadiran dan peran ‘Aisyiyah. Ibaratnya, ‘Aisyiyah adalah tulang rusuk Muhammadiyah secara ideologis maupun gerakan.
Sejak awal berdirinya, ‘Aisyiyah hadir bukan hanya sebagai organisasi perempuan, tetapi sebagai gerakan peradaban. Ia lahir dari kesadaran bahwa kemajuan umat dan bangsa tidak mungkin terwujud tanpa kemajuan perempuan. Dalam Mars ‘Aisyiyah ditegaskan bahwa perempuan adalah “tiang utama negara.” Sebuah ungkapan yang mengandung makna mendalam bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara.
Namun perempuan berkemajuan bukan berarti perempuan yang tercerabut dari akar nilai dan kodrat kemanusiaannya. Perempuan maju tetaplah perempuan yang memahami perannya sebagai ibu, pendidik pertama bagi anak-anak pelanjut sejarah peradaban manusia, bangsa, dan negara. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang akan menentukan wajah masa depan.
Ketika perempuan mendidik dengan kasih sayang, menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian, sesungguhnya ia sedang membangun pondasi bangsa. Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan, dan ibu adalah guru utama yang paling awal membentuk karakter manusia.
Perempuan berkemajuan juga bukan sekadar bicara pendidikan formal atau gelar akademik. Ia adalah perempuan yang memiliki kesadaran sosial, kepekaan terhadap penderitaan sesama, dan keberanian menghadirkan solusi di tengah masyarakat. Ia mampu berjalan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual.
Di era digital hari ini, tantangan perempuan semakin kompleks. Arus informasi bergerak cepat tanpa batas, perubahan sosial datang silih berganti, sementara nilai-nilai kehidupan sering diuji oleh pragmatisme dan budaya instan. Dalam situasi seperti ini, perempuan dituntut bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
Karena itu, mencerdaskan bangsa tidak cukup hanya membangun sekolah dan teknologi, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter. Dan peran besar itu banyak lahir dari keteladanan perempuan dalam keluarga maupun masyarakat.
Semesta bercahaya adalah cita-cita besar dakwah kemanusiaan. Dunia yang penuh konflik, ketidakadilan, dan krisis moral membutuhkan sentuhan empati dan kepedulian. Perempuan dengan kelembutan hati dan keteguhan jiwanya memiliki kekuatan besar menghadirkan perdamaian dan harapan.
Dakwah tidak selalu hadir melalui mimbar dan pidato, tetapi juga lewat pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, dan keteladanan hidup sehari-hari. Di situlah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah menunjukkan bahwa gerakan Islam dapat hadir sebagai cahaya yang menebarkan manfaat bagi kemanusiaan.
Milad ‘Aisyiyah ke-109 menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Bahwa tugas membangun generasi dan menjaga peradaban akan terus berlangsung sepanjang zaman.
‘Aisyiyah adalah tiang utama negara.
Perempuan berkemajuan yang tetap menjaga fitrah dan kodratnya sebagai ibu, pendidik generasi, sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban.
Selamat Milad ‘Aisyiyah.
Teruslah menjadi cahaya bagi bangsa dan semesta.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

