• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Literasi Sebagai Jihad Kebudayaan: Membaca Pentalogi Buku Khafid Sirotudin

Literasi Sebagai Jihad Kebudayaan: Membaca Pentalogi Buku Khafid Sirotudin

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
3 November 2025
in Majelis Pustaka & Informasi
0

Literasi Sebagai Jihad Kebudayaan: Membaca Pentalogi Buku Khafid Sirotudin

Di tengah riuh rendah jagat sosial, nama Khafid Sirotudin muncul bukan hanya sebagai penulis buku, tetapi juga sebagai aktivis yang menyelami denyut masyarakat akar rumput. Karya tulisnya adalah refleksi langsung dari perjalanan panjang bersama gerakan Muhammadiyah, sekaligus ihtiar intelektual untuk memberi arah di tengah zaman yang kerap gamang. Ia menulis dengan cara seorang pegiat lapangan: menggali dari pengalaman, meramu dari keresahan, dan menyodorkan gagasan yang membumi.

Dalam “Saleh Personal Kafir Digital”, Khafid berbicara dari kegelisahan nyata para aktivis persyarikatan yang harus berhadapan dengan arus deras dunia maya. Ia tahu betul bagaimana media sosial bisa menjadi ladang dakwah, tetapi juga jurang kesalehan semu. Karena itu, gagasannya tidak berhenti pada kritik, melainkan ajakan agar kader dan warga persyarikatan mampu mengisi ruang digital dengan etika dakwah yang tercerahkan.

Dimensi moral kemudian ia perdalam dalam “Gelap Mata Gelap Hati”, dimana Khafid menyingkap sisi rapuh para pegiat gerakan. Baginya, ancaman terbesar aktivisme bukanlah lawan di luar, melainkan gelap hati di dalam diri sendiri: ambisius, pragmatisme dan kerakusan kekuasaan. Pesan ini lahir dari pengalamannya bersentuhan dengan realitas organisasi, sehingga nasihatnya terasa otentik, tidak menggurui dan tetap berakar pada tradisi Islam berkemajuan.

Buku “Membeli Sembari Berbagi” menjadi bukti bahwa penulis seorang pemikir yang peka pada praksis sosial ekonomi. Ia meneguhkan prinsip ber-Muhammadiyah: ibadah tidak hanya di masjid, tetapi juga di pasar dan ruang sosial ekonomi umat. Dengan bahasa sederhana, ia menjembatani spiritualitas dan realitas keseharian, sehingga dakwah tidak berhenti pada mimbar, melainkan menjelma dalam aktivitas gotong royong dan solidaritas sosial.

Lebih jauh, Khafid menyalakan optimisme lewat “Jangan Berhenti Menjadi Orang Baik”. Di sini ia hadir bukan sekedar penulis, tetapi sebagai saudara yang menepuk bahu, mengingatkan bahwa kebaikan adalah nafas hidup yang harus terus berdenyut. Baginya, meski dunia menawarkan seribu hambatan, komitmen untuk berbuat baik adalah kekuatan sejati yang akan menguatkan umat.

Dan akhirnya, dalam “Andaikan Muhammadiyah Cuti Melayani”, Khafid menyodorkan renungan tajam yang lahir dari kepekaannya terhadap denyut sosial: bagaimana seandainya Muhammadiyah berhenti bekerja? Pertanyaan sederhana itu menggelitik kesadaran, bahwa gerakan ini bukan sekadar organisasi, melainkan infrastruktur sosial kebangsaan dan keumatan yang menopang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui imajinasi ini, Khafid memaksa kita menakar kembali arti penting kehadiran Muhammadiyah di tengah bangsa dan negara.

Kelima buku pentalogi ini pada dasarnya menyatu dalam satu napas: “menulis sebagai bagian dari jihad kebudayaan Muhammadiyah”.

Sosok Khafid Sirotudin bukan hanya tampil sebagai penulis yang tekun, tetapi juga aktivis dan pemikir yang menjahit gagasan dengan pengalaman, lalu menghadirkannya sebagai peta moral, spiritual, dan praksis bagi kader-kader persyarikatan. Karyanya adalah cermin bahwa gerakan dakwah berkemajuan tidak cukup dengan aksi, tetapi juga butuh narasi yang menyalakan kesadaran.

Alvin Qodri Lazuardy, Aktivis Literasi Muhammadiyah

Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Literasi Sebagai Jihad Kebudayaan: Membaca Pentalogi Buku Khafid Sirotudin, https://suaramuhammadiyah.id/read/literasi-sebagai-jihad-kebudayaan-membaca-pentalogi-buku-khafid-sirotudin

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jihad kebudayaanliterasimuhammadiyah
Previous Post

Tolak Inisiasi Kongres AS, HNW Desak Dunia Islam Selamatkan Al Aqsa dari Ancaman Israel

Next Post

Kedaulatan Negara Tumbang di Ruang Digital

Next Post
Farid Wajdi

Kedaulatan Negara Tumbang di Ruang Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.