Internasionalisasi Dakwah Merupakan Watak Dasar Gerakan Muhammadiyah
INFOMU.CO | Yogyakarta – Gagasan internasionalisasi dakwah yang diusung Muhammadiyah bukan sekadar agenda sesaat, melainkan bertumpu pada nilai-nilai dasar yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri.
Hal itu disampaikan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rofiq Muzakir, dalam Pengajian Karyawan PP Muhammadiyah pada Senin (6/7).
Rofiq menjelaskan bahwa dakwah Muhammadiyah pada hakikatnya memiliki karakter yang bersifat ekspansif, sehingga memiliki orientasi untuk menjangkau masyarakat global.
“Mengapa dakwah Muhammadiyah harus bersifat global? Karena watak dakwah Muhammadiyah itu sendiri adalah dakwah yang ekspansif,” ujarnya.
Menurut Rofiq, salah satu karakter utama dakwah Muhammadiyah adalah bersifat tajdidi, yaitu menghadirkan pembaruan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umat, serta islahi, yakni membawa perbaikan dan kemaslahatan bagi kehidupan.
Berdasarkan pengalamannya menempuh studi di luar negeri selama hampir sembilan tahun, ia melihat bahwa ruang dakwah di tingkat global masih sangat terbuka.
“Di luar sana, Islam dikenal sebagai pembela nilai-nilai kemanusiaan. Dan dakwah yang paling efektif adalah dakwah yang dilakukan secara langsung,” katanya.
Rofiq juga menyoroti tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini, yakni munculnya sikap inferior yang mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri dalam menghadirkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat dunia. Kondisi tersebut, menurutnya, turut melahirkan berbagai problem global karena absennya nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
Di sisi lain, berbagai ideologi lain justru terus melakukan ekspansi dan menyebarkan pengaruhnya secara luas. Karena itu, umat Islam perlu kembali membangun optimisme dalam menjalankan misi dakwah.
“Dunia tanpa Islam adalah dunia yang menderita. Karena itulah Muhammadiyah harus terlibat melalui dakwahnya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Rofiq juga mengutip sabda Nabi Muhammad saw. yang menyatakan bahwa tidak ada satu rumah pun di muka bumi ini kecuali informasi tentang Islam akan sampai kepadanya. Menurutnya, hadis tersebut merupakan kabar gembira sekaligus dorongan agar umat Islam mengambil bagian dalam proses penyebaran risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu memiliki orientasi yang sama agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi peradaban global.
“Muhammadiyah harus memiliki orientasi yang sama, supaya kita juga dapat berkiprah di dunia yang lebih luas, sehingga bisa memberikan dampak yang lebih besar,” pungkasnya.
Internasionalisasi dakwah, menurut Rofiq, merupakan ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan nilai-nilai Islam berkemajuan di tingkat global. Melalui langkah tersebut, Muhammadiyah tidak hanya membangun kehidupan yang harmonis dengan masyarakat dunia, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi kemanusiaan sebagai manifestasi dari nilai-nilai keimanan. (syafa)

