• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Haedar Nashir Raih Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Bidang Pemikiran Sosial

Haedar Nashir Tegaskan Jalan Muhammadiyah, Membangun Tanpa Merusak

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
12 September 2026
in Persyarikatan
0

Haedar Nashir Tegaskan Jalan Muhammadiyah, Membangun Tanpa Merusak

 

INFOMU.CO |  Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa kiprah kemanusiaan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana, pelestarian, serta pengelolaan alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab manusia sebagai khalifatullah fil ardh.

Menurut Haedar, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan kehidupan sekaligus mengelola kekayaan alam dengan cara yang bijak. Dalam perspektif Islam Berkemajuan, Haedar menjelaskan bahwa seluruh sumber daya alam harus terkelola sebaik-baiknya dengan berlandaskan prinsip-prinsip keislaman untuk kemaslahatan masyarakat.

“Sumber daya alam harus dikelola untuk membangun maslahat kehidupan dan tidak menjadi mudarat bagi kehidupan. Artinya, membangun tanpa merusak,” jelas Haedar dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)–Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah di BBPPMPV Seni dan Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (11/9).

Haedar menilai, berbagai persoalan kebencanaan yang terjadi di dalam negeri tidak dapat dilepaskan dari cara manusia memandang dan memperlakukan alam. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun paradigma pengelolaan sumber daya alam yang tidak semata-mata berorientasi pada eksploitasi.

“Bagaimana paradigmanya? Tugas kita yaitu menyusun ilmu pengetahuan dan sistem, dan di situlah Muhammadiyah terpanggil. Bukan kapitalisme yang merusak, mengeksploitasi,” tegasnya.

Atas dasar itu, Haedar mendorong LRB-MDMC untuk terus memperkuat ekosistem resiliensi yang mampu menjaga sumber daya alam sekaligus menghadirkan kemaslahatan bagi alam semesta dan kemanusiaan universal.

Nilai Keikhlasan yang Utama

Lebih lanjut, kiprah besar LRB dalam penanggulangan bencana sejak awal berdirinya bukan suatu hal yang diragukan lagi. Haedar menyebut, kunci kekuatan utama yang melandasi kontribusi besar tersebut adalah nilai keikhlasan yang tertanam kuat di setiap kadernya.

“Maka kenapa ketika yang lainnya menjauhi bencana, teman-teman relawan MDMC justru mendekati bencana, mencoba melakukan peran kemanusiaan agar tidak tercadi bencana yang lebih luas,” kata Haedar.

“Di situlah uang pun tidak berharga sebenarnya kalau keikhlasan sudah kuat,” tambahnya.

Kedua, dalam sambutannya Haedar menekankan bahwa agar gerakan kemanusiaan MDMC tetap relevan, ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah harus terus mengikuti pembaruan, adaptif, dan mengikuti kebutuhan zaman.

Baginya, pembaruan itu juga merupakan ikhtiar memperkuat sistem jaringan organisasi yang bekerja secara otomatis saat bencana terjadi.

“Ketika terjadi bencana di tanah air, tahu-tahu MDMC bergerak. Sistem tersebut sudah otomatis bergerak, jaringannya kuat. Karena itulah MDMC memperoleh banyak penghargaan,” ucapnya.

Kualitas Aktor Penyelamat Bencana yang Tidak Diragukan

Ketiga, keberlanjutan gerakan kemanusiaan tentu akan sangat bergantung kepada kualitas aktor didalamnya. Dalam konteks ini, Haedar mendorong regenerasi kepemimpinan MDMC agar terus melahirkan kader-kader yang jauh lebih tangguh di masa depan.

Ia juga turut menyoroti ketangguhan masyarakat non-urban didalam negeri. Menurutnya, masyarakat yang hidup dalam kondisi tertentu kerap memiliki kondisi ketangguhan yang terbentuk dari pengalaman dan kebiasaan menghadapi situasi di lingkungannya.

“Kadang jika terjadi bencana, mereka tidak tahu kalau itu bencana. Maka tugas kita adalah menyampaikan ilmu agar mitigasi bencana di masyarakat tidak sembarangan,” jelas Haedar.

Maka selain pembaruan, penguatan edukasi bagi masyarakat daerah di seluruh Indonesia menjadi bagian penting dari upaya membangun resiliensi. Artinya, mitigasi tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi harus dibangun melalui kesadaran dan pengetahuan pengetahuan masyarakat sejak sebelum terjadinya bencana.

Maka melalui ikhtiar panjang LRB-MDMC, Muhammadiyah menyatakan komitmennya untuk terus membangun ekosistem masyarakat yang tangguh, kondusif, dan kohesif terhadap upaya resiliensi kebencanaan. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: haedar nashirmembangun tanpa merusak
Previous Post

Masjid Perlu Menjadi Ruang yang Menarik bagi Generasi Z

Next Post

Menavigasi Epistemologi Wakaf Saham Syariah: Refleksi Fiqh Kontemporer dan Komparasi Global di Pasar Modal Modern

Next Post
Menavigasi Epistemologi Wakaf Saham Syariah: Refleksi Fiqh Kontemporer dan Komparasi Global di Pasar Modal Modern

Menavigasi Epistemologi Wakaf Saham Syariah: Refleksi Fiqh Kontemporer dan Komparasi Global di Pasar Modal Modern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.