• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
20 Mei 2026
in Persyarikatan
0
Haedar Nashir Soroti Pentingnya Modernitas Tengahan untuk Masa Depan Peradaban

 

INFOMU.CO |  Yogyakarta  – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan amanat dalam Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar di Convention Hall Walidah, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Dalam amanatnya, Haedar menekankan pentingnya menjaga dan mewariskan etos kemajuan yang selama ini menjadi ruh gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Menurutnya, etos tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang maju, damai, dan berkeadilan.

Haedar menilai dunia saat ini tengah menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Karena itu, Muhammadiyah memandang perlu hadirnya sikap modernitas tengahan (wasathiyah), yakni semangat modern yang tetap disertai karakter elegan, berimbang, dan tidak ekstrem.

“Masyarakat berkembang dari level budaya, ekosistem, dan kualitas. Mereka yang primitif kemudian menuju kepada masyarakat yang berkeadaban tinggi, yang mana dari situ ada perubahan kehidupan dari pola hidup nomaden menjadi modern,” ujar Haedar saat mengutip pemikiran Ibnu Khaldun. Selasa, (19/5).

Konsep tersebut, lanjut Haedar, merupakan bagian dari sunatullah atau hukum alam bahwa manusia dan masyarakat akan terus bergerak menuju perkembangan dan kemajuan. Oleh sebab itu, warga persyarikatan harus melakukan perubahan alam pikiran menuju pola pikir yang unggul dan berkemajuan.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam membangun sebuah peradaban, diperlukan penguatan budaya yang mencakup tujuh unsur penting, yakni bahasa, kesenian, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan dan pendidikan, sistem peralatan dan teknologi, sistem mata pencaharian dan ekonomi, serta sistem religi atau pandangan keagamaan.

Menurut Haedar, seluruh unsur tersebut membutuhkan dorongan dari dalam yaitu spirit untuk terus berlomba dalam kebaikan atau berfastabiqul khairat. Spirit itu, katanya, telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, di antaranya dalam QS Al-Baqarah ayat 148 dan QS Al-Maidah ayat 48. Mendukung hal itu, ia juga turut menyebut Qs. Ali Imran ayat 110 yang menjadi satu inspirasi utama lahirnya gerakan Muhammadiyah. Ayat tersebut mengandung makna mendalam bahwa Allah telah menetapkan umat Islam sebagai umat yang terbaik.

“Maka pemikiran untuk unggul dan maju ini sudah didobrak sejak zaman Ahmad Dahlan dan Siti Walidah,” imbuhnya.

Menumpas Lorong Buntu Kemodernan

Kembali kepada kopleksitas permasalah global, Haedar kemudian menyoroti berbagai konflik dan peperangan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia. Ia menyebutnya sebagai “lorong buntu kemodernan” yang bertentangan dengan cita-cita peradaban manusia yang semakin maju.

“Kondisi perang saat ini tentunya menjadi lorong buntu kemodernan. Karena setelah Perang Dunia I dan II, mestinya umat manusia tidak lagi mengulang tragedi perang. Maka dari itu, kita berharap seluruh warga Indonesia, bangsa di dunia untuk terus menyuarakan pesan-pesan perdamaian agar konflik dan peperangan ini segera berakhir,” ujarnya.

Guna  memajukan peradaban, dan berdakwah atas nama kemanusiaan dan menciptakan perdamaian, ‘Aisyiyah bersama Muhammadiyah perlu terus bersinergi bergerak maju. Selaras dengan tema Milad ke-109 ‘Aisyiyah, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, persyarikatan berupaya untuk terus mengadvokasi dan menggandeng seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap persoalan kemanusiaan global, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam rangkah menghadirkan solusi atas kompleksitas persoalan dunia.

“Pikiran-pikiran besar di persyarikatan itu harus terus dilakukan, supaya apa yang dipikirkan tidak sebatas awang-awang semata dan kita perlu melakukan ini bersama-sama karena landasan kita ada pada kolektifitas sistem,” pungkasnya.

Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran organisasi perempuan sebagai pelopor gerakan perempuan berkemajuan yang tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga aktif menghadirkan dakwah kemanusiaan demi terciptanya perdamaian dan kemajuan peradaban dunia. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: aisyiyahhaedar nashirmuhammadiyah
Previous Post

Menjaga Tugas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masadepan

Next Post

LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

Next Post
LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

LPCRPM PWM Sumut Perkuat Konsolidasi Organisasi melalui RAKER II Bersama Universitas Muhammadiyah Asahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.