Dekan Fakultas Hukum dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Asahan Laksanakan Kunjungan ke PCIM Malaysia
INFOMU.CO | Kuala Lumpur – Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring internasional. Dekan Fakultas Hukum dan Pendidikan UMMAS, Sofian, S.H., M.H., melakukan kunjungan resmi ke Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia pada awal pekan ini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama lintas negara, khususnya dalam bidang pendidikan, perlindungan hukum, serta penguatan peran dakwah Muhammadiyah di luar negeri.
Kunjungan ini berlangsung penuh keakraban dan strategis, diwarnai dialog antara pimpinan UMMAS dengan jajaran PCIM Malaysia. Dalam sambutannya, Sofian menyampaikan bahwa keberadaan Muhammadiyah di rantau merupakan aset penting yang harus terus dirawat dan diperkuat. “Kehadiran kami ke PCIM Malaysia bukan hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga untuk membuka ruang kerja sama konkret, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun dakwah. Ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk UMMAS dalam memperluas kiprah hingga ke ranah internasional,” ujarnya.
Selain agenda silaturahmi, Sofian juga berkesempatan memberikan penyuluhan hukum terkait perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia. Ia menegaskan bahwa pekerja migran harus memahami pentingnya dokumen resmi dan legalitas status kerja mereka agar terlindungi secara hukum dan aman dalam bekerja. “Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman bagaimana seharusnya bentuk perlindungan yang diberikan pemerintah, dan bagaimana pekerja migran itu harus memiliki dokumen-dokumen legal supaya keberadaan mereka di Malaysia lebih aman. Termasuk juga memberikan informasi bagi anak-anak pekerja migran yang ada di Indonesia, terutama yang ada di Yasahat,” jelasnya.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu isu penting yang muncul adalah mengenai nasib pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia. Banyak di antara mereka yang belum melanjutkan kuliah, meskipun memiliki cita-cita besar untuk berkarier di bidang akademik, termasuk menjadi dosen. Menanggapi hal tersebut, Sofian menegaskan bahwa UMMAS bersama Kampus Muhammadiyah lainnya siap membuka ruang akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran. “Ada jalur tip kuliah yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak pekerja migran untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih cita-cita, bahkan menjadi dosen di masa depan,” paparnya. Pernyataan ini mendapat sambutan positif dari audiens, karena memberikan harapan baru bahwa anak-anak pekerja migran tidak tertinggal dari segi pendidikan.
Pimpinan PCIM Malaysia menyambut hangat kunjungan Dekan Fakultas Hukum dan Pendidikan UMMAS tersebut. Mereka menilai kehadiran akademisi Muhammadiyah dari Indonesia menjadi motivasi sekaligus peluang besar untuk mempererat kolaborasi. Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi komunitas Muhammadiyah di Malaysia, terutama yang berkaitan dengan layanan pendidikan, advokasi hukum, dan penguatan dakwah.
Kunjungan Sofian, S.H., M.H. ini menjadi momentum penting dalam upaya internasionalisasi Universitas Muhammadiyah Asahan. Selain memperluas jejaring, UMMAS juga menunjukkan konsistensinya untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial, hukum, dan pendidikan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia di luar negeri. Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum dan Pendidikan UMMAS menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi hukum, mendukung akses pendidikan, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak di level global. Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut dengan program-program konkret, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, hingga pengabdian masyarakat lintas negara. (dea)

