Bus Shalawat Beroperasi 24 Jam, Jemaah Diimbau Hafal Nomor Rute
INFOMU.CO | Makkah – Jemaah haji Indonesia diimbau memahami rute dan nomor bus shalawat saat menuju Masjidil Haram. Hal ini penting agar jemaah tidak kebingungan, baik saat berangkat maupun kembali ke hotel.
Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menyampaikan layanan bus shalawat telah disiapkan selama 24 jam penuh untuk mendukung mobilitas jemaah.
“Bus shalawat tersedia 24 jam. Jemaah cukup keluar dari hotel menuju halte terdekat, nanti akan ada petugas yang mengarahkan,” ujarnya di Kantor Daker Makkah, Sabtu (25/4).
Ia menjelaskan, operasional bus menggunakan sistem trayek yang terintegrasi dengan halte-halte di sekitar hotel, bahkan banyak yang berada tepat di depan akomodasi jemaah.
Ihsan menegaskan, hal terpenting yang perlu diperhatikan jemaah adalah mengingat nomor bus atau rute yang digunakan. Nomor tersebut menjadi penanda jalur yang akan mengantar jemaah kembali ke hotel.
Dalam satu rute, terdapat beberapa bus dengan nomor yang sama. Bus juga dilengkapi penanda seperti nomor rute, warna stiker, hingga bendera merah putih agar mudah dikenali.
“Yang penting jemaah hafal nomor busnya atau rutenya, karena itu yang menentukan arah pulang,” jelasnya.
Cara Naik Bus Shalawat
Untuk menuju Masjidil Haram, jemaah cukup berjalan ke halte terdekat dari hotel. Selanjutnya, jemaah bisa langsung naik bus sesuai rute yang tersedia.
Bus akan mengantar jemaah ke terminal terdekat di sekitar Masjidil Haram, yaitu:
Terminal Syib Amir untuk wilayah Syisyah dan Raudhah
Terminal Ajyad untuk wilayah Misfalah
Terminal Jabal Ka’bah untuk wilayah Aziziyah dan Jarwal
Dari terminal tersebut, jemaah dapat melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram. Saat akan kembali ke hotel, jemaah cukup menuju terminal yang sama dan naik bus dengan nomor rute yang sesuai seperti saat berangkat.
Jemaah juga diingatkan untuk tidak panik jika terpisah dari rombongan atau salah naik bus. Petugas disiagakan di berbagai titik untuk membantu mengarahkan jemaah.
“Kalau ada jemaah yang salah arah, tidak perlu khawatir. Di mana pun turun, ada petugas yang akan membantu,” kata Ihsan.
Ia menambahkan, bus shalawat tetap beroperasi sepanjang hari, termasuk pada waktu-waktu padat menjelang salat. Petugas halte akan mengatur pergerakan bus agar tetap lancar dan seimbang. (dtk)

