Buku “Pemuda Pembelajar” Sudah Terbit, Anda Sudah Bisa Memesannya
INFOMU.CO | Medan – Amrizal S.Si, MPd, Dosen dan kini menjabat salah seorang pengurus Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PW. Muhammadiyah saat ini masih menempuh program S-3nya di Yoqjakarta, merupakan penulis yang kreatif. Banyak tulisannya melahirkan ide-ide bagus khususnya terkait dengan kaderisasi diinternal persyarikatan.
Belum lama ini. Buku “Pemuda Pembelajar” diterbitkan Naureen Digital Education. Buku ini lahir dari keresahan, pengalaman, dan refleksi pribadi maupun kolektif Amrizal tentang dinamika kehidupan para pemuda. Pemuda Pembelajar ini merupakan salah satu program yang diusung ketika masih diamanahi sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara periode 2014-2018. Amrizal telah mulai menulis dari bagian Buku Pembelajar sejak lama kemudian mengumpulkan berbagai tulisan hingga kemudian menjadi buku ” Pemuda Pembelajar”
Materi yang disajikan menarik buka mereka kader-kader muda Muhammadiyah ini memulai proses dipersyarikatan.
“Alhamdulillah, akhirnya ditengah kesibukan studi, buku ini bisa diselesaikan Semoga bisa bermanfaat ,memginspirasi dan menjadi amal Sholih”, tulisan Amrizal.
Jalan Sunyi Seorang Pemuda
Menjadi pemuda pembelajar bukan soal usia, tetapi soal sikap. Ini bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang tetap bertahan, meski tertatih dan terluka.
Buku ini tidak dimaksudkan sebagai jawaban atas semua pertanyaanmu. Ia hanya ingin menjadi teman seperjalanan, yang duduk diam di sampingmu saat kamu lelah, yang mengingatkan pelan saat kamu hampir menyerah, dan yang bertepuk tangan pelan saat kamu berani kembali bangkit.
Dalam hidup ini, kita akan menemukan banyak hal yang tidak kita pahami. Kita akan berhadapan dengan kecewa, harapan, pengkhianatan, dan cinta yang tumbuh perlahan.
Tapi jika kamu tetap memilih untuk belajar, maka kamu tidak pernah benar-benar gagal.
Menjadi pembelajar sejati adalah memilih untuk terus bertumbuh dalam keheningan, dalam diam, dalam perenungan.
Di saat orang lain sibuk tampil, kamu sibuk memperbaiki diri. Di saat dunia menuntut pengakuan, kamu cukup menunduk dan bekerja. Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak kamu tahu, tapi seberapa dalam kamu memahami. Bukan seberapa jauh kamu pergi, tapi seberapa jujur kamu hidup.
Jika buku ini bisa membuatmu berhenti sejenak, merenung sejenak, atau bahkan menangis sejenak, maka tugasnya telah selesai. Karena seorang pemuda pembelajar tidak butuh panggung, tapi cukup satu ruang dalam hati untuk terus menyalakan cahaya.
Teruslah belajar, kata Amrizal. Teruslah tumbuh. Karena pemuda yang bertumbuh, akan selalu menemukan jalannya. (***)

