Aisyiyah Bersama MDMC Sumut Hadir Menguatkan Harapan Penyintas Bencana
INFOMU.CO | Tapanuli Tengah — Aisyiyah bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus menunjukkan peran strategisnya dalam penanganan dan pemulihan bencana di Sumatera Utara. Sebagai lembaga penanggulangan bencana Muhammadiyah, MDMC hadir sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana, dengan mengerahkan relawan, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan layanan kesehatan, psikososial, dan pendidikan darurat serta Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak.
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumut, Majelis / Lembaga, MDMC Sumut melaksanakan kegiatan “PEDULI SUMATERA UTARA”.berupa Pemeriksaan Kesehatan, Psikososial bagi ibu-ibu dan anak-anak yang terdanpak, pemberian kaos baru, Al-quran, Mukena, Sajadah, susu dan snack untuk anak-anak. Kegiatan ini berlangsung di komplek Masjid Taqwa Muhammadiyah Sibuluan Indah yang beralamat di Jalan Padang Sidempuan KM. 7,5 Pagaran Kel. Sibuluan Indah Kec. Pandan Tapanuli Tengah pada Ahad (4/1) menjadi Titik aksi kemanusiaan kedua setelah hari sebelumnya di fokuskan di Barus Pasar.
Bendahara Pos Koordinasi MDMC Sumut, Sri Ngayomi Yudha Wastuti, menyampaikan bahwa tim MDMC bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah dan lintas majelis dan Lembaga telah melaksanakan berbagai layanan kemanusiaan sejak keberangkatan dari Medan menuju lokasi terdampak.
Kegiatan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan serta pendampingan psikososial menyasar ibu-ibu, anak-anak, dan para orang tua sebagai bagian dari fase pemulihan pascabencana. “Alhamdulillah, pada masa pemulihan ini kami dapat memberikan dukungan psikologis, khususnya kepada ibu-ibu dan anak-anak terdampak,” ujar Sri Ngayomi.

Selain layanan kesehatan dan psikososial, MDMC Sumut juga tengah mempersiapkan pelaksanaan pendidikan darurat bagi siswa terdampak banjir. Saat ini proses asesmen telah dilakukan dan pendidikan darurat direncanakan mulai dilaksanakan pada pekan depan, baik di Tapanuli Tengah maupun wilayah lain yang terdampak.
Sri Ngayomi berharap kehadiran MDMC dan Muhammadiyah dapat memberikan manfaat nyata bagi para penyintas, membantu pemulihan psikologis, serta menumbuhkan kembali harapan dan ketangguhan masyarakat agar dapat kembali menjalani aktivitas kehidupan, pekerjaan, dan pendidikan anak-anak secara normal. Sebelumnya, MDMC Sumut telah menyalurkan bantuan logistik, dukungan psikososial dan spiritual, pembangunan sekolah darurat, serta hunian sementara, dengan dukungan MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan MDMC wilayah se-Indonesia.
Ketua Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Tapanuli Tengah, Masraida Hutagalung, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para relawan Muhammadiyah yang datang memberikan bantuan dan pendampingan pascabencana di wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa sejak terjadinya musibah, dukungan terus mengalir dari berbagai unsur Muhammadiyah, mulai dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), hingga majelis dan lembaga, termasuk Majelis PAUD. Pada kunjungan terbaru, tercatat tujuh majelis dan tiga lembaga hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada warga terdampak.
“Kami merasa lega dan bahagia atas kedatangan ibu-ibu dari wilayah yang hadir melihat langsung kondisi kami. Bantuan dan perhatian ini sangat berarti dan memberi semangat bagi kami untuk bangkit kembali,” ujar Masraidah.
Ia berharap dengan dukungan dan bantuan yang diberikan, masyarakat terdampak dapat segera pulih, kembali beraktivitas seperti sedia kala, serta mampu menghadapi musibah yang terjadi. Masraidah menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat membalas seluruh kebaikan para relawan, seraya mendoakan agar Allah SWT membalas semua bantuan dan kepedulian yang telah diberikan.
Selain berdampak pada masyarakat secara luas, bencana banjir juga mengakibatkan sejumlah Amal Usaha ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah di lingkungan Muhammadiyah/‘Aisyiyah Sibuluan Indah turut terdampak. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala TK ‘Aisyiyah Sibuluan, Wirna Ristianti Simamora, yang menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada Selasa, 25 November, mengakibatkan kerusakan cukup parah pada lingkungan sekolah. Banjir mulai naik sekitar pukul 07.00 WIB dan terus meninggi hingga siang hari dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Akibat banjir tersebut, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, di antaranya meja, kursi, dan lemari berbahan kayu yang rusak serta kamar mandi sekolah yang terdampak. Air baru mulai surut sekitar tengah malam, menyisakan lumpur setinggi mata kaki di dalam ruang kelas. Saat dilakukan pengecekan pascabanjir, kondisi kelas dipenuhi lumpur, meja dan lemari dalam keadaan terbalik dan sebagian rusak.
Wirna menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar sempat terhenti sejak kejadian banjir. Namun, pihak sekolah berencana memulai kembali aktivitas belajar pada keesokan harinya sebagai hari pertama masuk sekolah setelah banjir.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh PAUD Dasmen baik dari Pimpinan Pusat maupun Wilayah. Bantuan tersebut berupa mainan edukatif anak, paket alat tulis, buku gambar, tas, serta perlengkapan kebersihan seperti sabun mandi. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Semoga bermanfaat dan menjadi berkah bagi kami,” ujar Wirna.
Setelah kegiatan di Sibuluan, tim MDMC Sumut bersama PW ‘Aisyiyah Sumut bergerak ke Posko Koordinasi Daerah MDMC Batang Toru. Di sana, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumut menyalurkan 56 kain sarung dan Al-Qur’an untuk masyarakat terdampak, sementara Sri Ngayomi dari Poskoor MDMC Sumut memberikan pengarahan dan koordinasi kepada relawan MDMC daerah terkait pelaksanaan psikososial di wilayah tersebut. (abdi hamdani)

