AM3 LPCR-PM PWM Sumut Resmi Ditutup, Tiga Peserta Terbaik Raih Apresiasi
INFOMU.CO | Medan – Kegiatan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) LPCR-PM PWM Sumatera Utara resmi ditutup, Sabtu (30/8), setelah berlangsung penuh antusiasme dan semangat belajar dari para peserta. Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan kapasitas marbot dalam mengelola serta memakmurkan masjid.
Penutupan AM3 berlangsung di Aula Masjid Kampung Dadap, Jalan Mustafa No. 1, Medan. Pada kesempatan tersebut, panitia memberikan apresiasi kepada tiga peserta terbaik sebagai bentuk penghargaan atas kedisiplinan, keaktifan, kemampuan menyerap materi, serta kontribusi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Berdasarkan hasil penilaian panitia, tiga peserta terbaik AM3 adalah: Subono Hutagalung – PDM Tapanuli Tengah. Syukria Hadi Hasian Lubis – PDM Kota Medan dan Asril – PDM Langkat
Ketiga peserta tersebut menerima sertifikat dan penghargaan dalam suasana penuh apresiasi dan kebersamaan.
Ketua Panitia AM3, H. Ramlan, MA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, penghargaan kepada peserta terbaik bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke masjid dan daerah masing-masing.
“Peserta terbaik bukan hanya yang mendapatkan sertifikat, tetapi mereka yang mampu membawa perubahan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memakmurkan masjid di daerah masing-masing.”
Ia menegaskan, keberhasilan AM3 tidak berhenti pada selesainya rangkaian kegiatan. Justru, tantangan sesungguhnya dimulai ketika para peserta kembali ke masjid masing-masing dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, mulai dari manajemen masjid, pelayanan jamaah, kebersihan, administrasi, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan berbagai kegiatan masjid.

Sementara itu, Ketua LPCR-PM PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan AM3. Ia menekankan bahwa marbot memiliki posisi strategis dalam kehidupan dan pengelolaan masjid. Menurutnya, tugas marbot tidak sebatas menjaga kebersihan serta membuka dan menutup masjid, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem pelayanan jamaah dan upaya memakmurkan masjid.
“Kita ingin membangun paradigma baru bahwa marbot adalah profesi yang mulia, kompeten, profesional, dan memiliki peran penting dalam memakmurkan masjid.”
Menurutnya, masjid Muhammadiyah harus dikelola secara profesional, terbuka, bersih, tertib, ramah terhadap jamaah, serta mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perkembangan zaman. Karena itu, para alumni AM3 diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa standar pengelolaan masjid yang lebih baik di lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua sekaligus Koorbid LPCR-PM PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA, yang sekaligus menutup kegiatan AM3, mengingatkan para peserta agar tidak berhenti belajar setelah kegiatan berakhir. Ia mendorong para peserta untuk membangun jejaring sesama marbot Muhammadiyah dan terus berkomunikasi guna saling berbagi pengalaman, inovasi, maupun solusi dalam menghadapi berbagai persoalan pengelolaan masjid.
“Apa yang diperoleh selama AM3 harus dibawa pulang dan dipraktikkan. Masjid membutuhkan marbot yang tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, dan kepedulian terhadap jamaah.” Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Keberagaman latar belakang tersebut dinilai menjadi kekuatan dalam membangun jejaring marbot Muhammadiyah yang lebih solid dan saling mendukung.
Penutupan AM3 ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik dan foto bersama panitia, pimpinan LPCR-PM PWM Sumatera Utara, serta seluruh peserta. Kegiatan AM3 diharapkan tidak menjadi akhir dari proses pembelajaran, melainkan menjadi awal dari gerakan profesionalisasi marbot Muhammadiyah di Sumatera Utara. Para peserta diharapkan mampu membawa semangat dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan masjid di daerah masing-masing.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan utama AM3:
“Masjid Makmur, Memakmurkan.”
Melalui marbot yang kompeten dan profesional, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan gerakan Muhammadiyah. AM3 boleh ditutup, tetapi gerakan memakmurkan masjid harus terus berlanjut. (PH)

