• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kriteria, Otoritas, dan Wilayah Keberlakuan dalam Kalender Islam Global

17 Komitmen Bermuhammadiyah

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
2 Desember 2025
in Opini
0

17 Komitmen Bermuhammadiyah

(Bagian Kedua Komitmen 10-17 / Tulisan ke-32 Terkait Kaderisasi)

Oleh : Amrizal, S.Si., M.Pd – Wakil Ketua MPKSDI PWM Sumut / Dosen Unimed

 

Ada sebuah perjalanan yang tidak selesai dalam sekali langkah. Demikian pula dengan ikhtiar kita memahami dan menghayati 17 Komitmen Bermuhammadiyah. Pada bagian pertama, kita telah menyingkap sembilan komitmen awal yang menjadi pondasi gerakan—mulai dari berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, hingga menegakkan dakwah pencerahan di tengah masyarakat. Namun, perjalanan itu belum usai. Masih ada ikatan komitmen yang menanti untuk kita dalami; janji-janji moral dan spiritual yang akan menguatkan Muhammadiyah dalam mengarungi zaman.

Kini, kita beranjak pada bagian kedua: komitmen ke-10 hingga ke-17. Inilah rangkaian prinsip yang berbicara tentang kebersamaan, amanat, regenerasi, hingga kepedulian pada ekologi dan kemandirian ekonomi. Jika komitmen pertama adalah fondasi, maka bagian kedua ini ibarat sayap yang akan membawa gerakan ke cakrawala lebih luas. Mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan hati yang terbuka dan semangat yang menyala, sebab di balik setiap komitmen, tersimpan pesan abadi tentang bagaimana kita menegakkan Islam yang berkemajuan bagi umat, bangsa, dan dunia.

 

  1. Bermusyawarah dan Menjaga Ukhuwah (QS. Asy-Syura: 38)

Musyawarah dan ukhuwah adalah napas kebersamaan dalam Muhammadiyah. Al-Qur’an menegaskan dalam surah Asy-Syura ayat 38 bahwa kaum beriman menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah. Prinsip ini telah lama menjadi budaya organisasi Muhammadiyah. Setiap keputusan besar lahir dari ruang dialog yang teduh, penuh adab, dan mengutamakan kemaslahatan umat. Sementara itu, ukhuwah menjadi perekat yang menjaga agar perbedaan pandangan tidak menimbulkan perpecahan, tetapi justru memperkaya jalan dakwah. Pada akhirnya, kita tetaplah satu keluarga besar—saling menopang, berbagi kasih sayang, dan menjunjung tinggi akhlak dalam bermu‘amalah demi tegaknya Islam berkemajuan.

  1. Mengemban Amanat dan Menjadi Pelaku Gerakan (QS. Al-Anfal: 27)

Mengemban amanat adalah panggilan mulia. Surah Al-Anfal ayat 27 mengingatkan agar kita tidak mengkhianati amanah yang dipercayakan. Bagi seorang kader Muhammadiyah, tanggung jawab bukan sekadar simbol, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata. Ia tidak cukup hanya menjadi pengagum gerakan dari jauh, melainkan harus terjun langsung sebagai pelaku yang bekerja ikhlas dan sungguh-sungguh. Setiap tugas, sekecil apa pun, adalah ujian integritas yang harus dituntaskan dengan keseriusan tanpa pamrih. Inilah titik di mana martabat kader sejati benar-benar dipertaruhkan.

 12. Memajukan Muhammadiyah (QS. Ar-Ra’d: 11)

Tugas memajukan Muhammadiyah adalah tanggung jawab kolektif. Surah Ar-Ra’d ayat 11 menegaskan bahwa perubahan hanya akan terjadi jika suatu kaum berusaha mengubah dirinya sendiri. Muhammadiyah tidak akan berkembang hanya dengan retorika, melainkan melalui langkah nyata, inovasi yang relevan, dan penguatan amal usaha yang memberi manfaat luas. Generasi baru juga harus disiapkan secara serius agar estafet perjuangan tidak terputus. Di mana pun ia berada, setiap kader memikul tanggung jawab untuk memajukan Persyarikatan. Sebab, kemajuan Muhammadiyah bukanlah milik segelintir orang, melainkan amanah seluruh keluarga besar.

  1. Berkiprah untuk Umat, Bangsa, dan Kemanusiaan Global (QS. Al-Anbiya: 107)

Mengabdi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan adalah wujud nyata misi Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin. Surah Al-Anbiya ayat 107 menegaskan Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Dari pesan inilah Muhammadiyah mengembangkan dakwah yang kosmopolitan: berpikir global, bertindak lokal. Sekolah, rumah sakit, dan berbagai amal usaha hadir untuk umat di tanah air, sementara kiprah kemanusiaan juga menjangkau hingga lintas benua. Dari desa terpencil hingga korban bencana dunia, Muhammadiyah hadir tanpa memandang suku, bangsa, maupun agama. Inilah wajah Islam berkemajuan: membumi dalam amal, melangit dalam niat, dan mendunia dalam kiprah kemanusiaan.

  1. Literasi Digital dan Dakwah Berkemajuan (QS. Al-Qalam: 1)

Era digital membawa tantangan sekaligus peluang. Surah Al-Qalam ayat 1 menjadikan pena sebagai simbol ilmu dan peradaban. Hari ini, pena itu bertransformasi menjadi gawai, media sosial, dan ruang digital. Bagi kader Muhammadiyah, literasi digital bukan pilihan, melainkan keharusan. Teknologi dapat menjadi jalan pencerahan jika dimanfaatkan untuk dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Namun, ia juga bisa menjadi sumber fitnah bila dibiarkan dipenuhi hoaks, ujaran kebencian, dan kebodohan. Dengan literasi digital yang sehat, dunia maya bisa menjadi ladang amal shaleh—tempat menyebar ilmu, menebar kebaikan, sekaligus memperkuat peradaban Islam berkemajuan.

  1. Menguatkan Regenerasi dan Kepemimpinan Kader (QS. Maryam: 59)

Regenerasi adalah denyut nadi yang menjaga Muhammadiyah tetap hidup. Surah Maryam ayat 59 mengingatkan tentang generasi yang melalaikan amanat karena abai pada penerusnya. Karena itu, kaderisasi adalah prioritas utama. Melaluinya, lahir pemimpin masa depan yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global. Setiap kader tidak hanya pelanjut, tetapi juga pengembang gerakan sesuai zamannya. Tanpa regenerasi yang terarah, organisasi akan kehilangan arah. Namun dengan kaderisasi yang kokoh, Muhammadiyah akan tetap memimpin perubahan, menerangi umat, bangsa, dan dunia dengan Islam berkemajuan.

 

  1. Kepedulian Ekologi dan Krisis Iklim (QS. Al-A’raf: 56)

Isu ekologi bukan sekadar wacana modern, melainkan bagian dari ajaran Islam. Surah Al-A’raf ayat 56 mengingatkan agar manusia tidak merusak bumi setelah Allah memperbaikinya. Pesan ini sangat relevan dengan krisis iklim hari ini. Muhammadiyah harus menempatkan kepedulian lingkungan sebagai bagian integral amal usaha. Ekoteologi Islam mengajarkan bahwa bumi adalah amanah. Merusaknya berarti mengkhianati perjanjian dengan Sang Pencipta. Dengan menumbuhkan kesadaran hijau di kalangan kader, Muhammadiyah dapat menjadi pelopor gerakan Islam yang ramah lingkungan, menjaga keberlanjutan hidup, sekaligus memberi teladan tentang harmoni antara manusia dan alam.

  1. Inovasi dan Kemandirian Ekonomi (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Surah Al-Jumu’ah ayat 10 mendorong umat untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah setelah menunaikan ibadah. Inilah keseimbangan antara spiritualitas dan produktivitas. Muhammadiyah harus meneguhkan komitmen pada inovasi dan kemandirian ekonomi, melalui penguatan kewirausahaan, pengembangan amal usaha, serta pemberdayaan potensi umat agar tidak bergantung pada pihak luar. Kemandirian ekonomi bukan sekadar perkara finansial, tetapi juga strategi dakwah yang menjamin Muhammadiyah tetap otonom, tangguh, dan berdaya saing menghadapi perubahan zaman.

Jalan Panjang yang Mulia

Menjadi kader Muhammadiyah bukan soal status, tetapi kontribusi. Bukan tentang apa yang kita peroleh, tetapi tentang apa yang kita berikan. Kader sejati adalah pejuang pencerahan. Jika ketujuh belas komitmen ini benar-benar menjadi darah dan napas perjuangan, maka Muhammadiyah akan senantiasa hidup, bergerak, dan berjaya—menerangi umat dan bangsa dengan cahaya Islam yang mencerahkan.

Mari terus melangkah bersama Muhammadiyah. Jangan berhenti hanya karena tak terlihat, jangan ragu hanya karena berbeda pendapat. Dakwah ini tidak menuntut sorotan, tetapi keikhlasan.

“Tetaplah menjadi pelita di tengah gelapnya zaman. Bersama Muhammadiyah, kita bawa cahaya Islam hingga ke penjuru dunia.”

Wallahu a‘lam bish-shawab.

 

 

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: 17 komitmenamrizalKaderisasiopini
Previous Post

Dosen UM-Tapsel Ikuti Konferensi Internasional di Monash University, Australia

Next Post

Pelatihan Khatib Jumat dan Mubaligh PCM Binjai Selatan Disambut Antusias

Next Post
Pelatihan Khatib Jumat dan Mubaligh PCM Binjai Selatan Disambut Antusias

Pelatihan Khatib Jumat dan Mubaligh PCM Binjai Selatan Disambut Antusias

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.