• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Wasathiyah Muhammadiyah Jadi Kunci Merawat Persatuan Bangsa

Wasathiyah Muhammadiyah Jadi Kunci Merawat Persatuan Bangsa

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
29 Oktober 2026
in Persyarikatan
0
Wasathiyah Muhammadiyah Jadi Kunci Merawat Persatuan Bangsa

INFOMU.CO |  Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa sikap jalan tengah atau wasathiyah yang menjadi karakter Muhammadiyah berperan penting dalam memperkuat persatuan nasional.

“Wasathiyah adalah DNA-nya Muhammadiyah. Sikap ini tercermin dalam keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kesediaan berdialog, dan pengabdian bagi masyarakat,” ujar Fajar saat mengisi kuliah umum bertema “Moderasi Beragama dan Persatuan Nasional: Perspektif Muhammadiyah” bagi peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026 Lemhannas RI, di Jakarta, Selasa (27/10).

Menurut Fajar, sifat tersebut ditegaskan dalam Kepribadian Muhammadiyah, antara lain beramal untuk perdamaian dan kesejahteraan, memperbanyak kawan, serta bersikap lapang dada dan luas pandangan dengan tetap teguh pada ajaran Islam. Kepribadian ini menjadi pegangan dalam berdakwah maupun membangun hubungan dengan masyarakat dan negara.

Muhammadiyah juga menurutnya selalu menekankan untuk bekerja sama dengan lintas golongan, membantu pemerintah, serta selalu bersikap adil dan kritis jika ada hal yang perlu dikoreksi. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa keteguhan beragama berjalan bersama tanggung jawab kebangsaan.

Fajar menjelaskan bahwa karakter Muhammadiyah tumbuh melalui perjalanan panjang pemikiran dan pengalaman organisasi. Salah satu fondasinya adalah Masalah Lima, yang membahas pengertian agama, dunia, ibadah, sabilillah, dan qiyas.

Agama, lanjutnya, memuat perintah, larangan, serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat. Pemahaman tersebut memberi ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian manusia untuk menjawab persoalan kehidupan.

Dalam hubungan dengan negara, Muhammadiyah  menurut Fajar mengutamakan dialog dan persuasi. Kritik terhadap kebijakan pemerintah disertai kesediaan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Pandangan kritik dibarengi apresiasi dan harapan. Itu ciri Muhammadiyah,” ujar Fajar yang juga merupakan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah.

Fajar mencontohkan keterlibatan Muhammadiyah dalam penanganan pandemi Covid-19. Muhammadiyah mengedepankan pendekatan medis dan ilmu pengetahuan, menggerakkan pelayanan kesehatan, serta membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC).

Sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah tetap berjalan bersama kontribusi membantu negara menghadapi pandemi, jelas lulusan program doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Respons anggota Muhammadiyah terhadap kebijakan penanganan Covid-19 juga menjadi fokus penelitian disertasi Fajar di UGM. Penelitian tersebut mengkaji dinamika respons di DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Barat.

Dalam bidang pendidikan, Fajar menekankan pentingnya sekolah sebagai ruang perjumpaan yang merekatkan masyarakat lintas agama. Ia pernah melakukan riset bersama Abdul Mu’ti, yang kini menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengenai kehidupan pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Riset tersebut melahirkan buku Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan dan mengangkat istilah Kristen Muhammadiyah atau Krismuha. Istilah ini menggambarkan kedekatan sosial warga Kristen dengan Muhammadiyah melalui pengalaman pendidikan, dengan tetap mempertahankan keyakinan agamanya.

Pengalaman itu memperlihatkan bagaimana pendidikan dapat menumbuhkan kepercayaan dan persaudaraan lintas iman. Sekolah menjadi tempat belajar bersama sekaligus ruang untuk memahami dan menghormati perbedaan.

“Nilai moderasi perlu tercermin dalam cara pemimpin berdialog, menyikapi perbedaan, dan mengambil keputusan bagi kepentingan bersama,” tegas Fajar.

Kuliah umum tersebut diikuti 110 peserta P4N Angkatan LXX Tahun 2026. Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI, Marsda TNI Bob Henry Panggabean, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Fajar hadir dan memberikan pembekalan di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai salah satu wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: wasathiyah
Previous Post

Karhutla Bukan Semata-Mata Bencana Alam: Ketika Iklim Bertemu dengan Tata Kelola Lahan

Next Post

Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Pendidikan Bahasa Arab hingga Kaderisasi Imam

Next Post
Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Pendidikan Bahasa Arab hingga Kaderisasi Imam

Muhammadiyah dan Qatar Jajaki Kerja Sama Pendidikan Bahasa Arab hingga Kaderisasi Imam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.