• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Wamendikdasmen Fajar: Sekolah Muhammadiyah Harus Jadi Ahsanu ‘Amala

Wamendikdasmen Fajar: Sekolah Muhammadiyah Harus Jadi Ahsanu ‘Amala

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
23 Juni 2026
in Pendidikan
0
Wamendikdasmen Fajar: Sekolah Muhammadiyah Harus Jadi Ahsanu ‘Amala
INFOMU.CO |  Banjarnegara –  Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah harus menjadi ahsanu ‘amala, yakni amal terbaik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Fajar dalam pengajian Ahad pagi Muhammadiyah di Wanayasa, Sabtu (21/6). Menurutnya, keberhasilan amal usaha pendidikan Muhammadiyah tidak cukup dilihat dari banyaknya sekolah, tetapi dari mutu layanan dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Yang akan dilihat masyarakat bukan hanya berapa banyak sekolah Muhammadiyah, tetapi seberapa baik kualitas layanan yang diberikan. Dalam Al-Qur’an, yang ditekankan adalah ahsanu ‘amala, amal yang terbaik, bukan sekadar amal yang terbanyak,” ungkap Fajar.
Lebih jauh Fajar mengatakan, sejak awal Muhammadiyah menjadikan pendidikan sebagai jalan pencerahan, mobilitas sosial, dan pengabdian kepada bangsa. Karena itu, sekolah Muhammadiyah harus menjadi contoh dalam mutu pembelajaran, tata kelola, akreditasi, kepemimpinan guru, dan keberpihakan kepada anak-anak dari keluarga sederhana.
Di sisi lain menurut Fajar, yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah, mengingatkan bahwa pendidikan merupakan jalan paling bermartabat untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat. Orang tua, menurutnya , mungkin tidak selalu bisa mewariskan harta, tetapi dapat mewariskan ilmu, karakter, dan masa depan.
“Jangan sampai keterbatasan ekonomi dan sosial membatasi mimpi anak-anak kita untuk sekolah setinggi mungkin. Al-Qur’an mengingatkan agar kita jangan meninggalkan anak cucu dalam kondisi lemah: lemah secara pendidikan, ekonomi, dan sosial,” tuturnya, merujuk pada QS. An-Nisa ayat 9.
Dalam kesempatan itu, Fajar juga menilai penguatan pendidikan menengah menjadi agenda penting bersama. Ia mengapresiasi aspirasi warga Muhammadiyah untuk memperkuat layanan pendidikan menengah karena dapat membantu meningkatkan akses anak-anak setelah lulus SMP/MTs.
“Kalau angka partisipasi pendidikan menengah meningkat, peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia juga semakin besar. Pendidikan SMA, MA, SMK, dan jalur yang setara harus kita dorong agar lebih banyak anak melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Dalam pengajian tersebut juga Fajar menegaskan bahwa sekolah swasta, termasuk sekolah Muhammadiyah, tidak boleh dipandang sebagai pesaing sekolah negeri. Sebaliknya, sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam menunaikan mandat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ketika Muhammadiyah, NU, atau organisasi masyarakat lain mendirikan sekolah, keberadaannya harus dipermudah dan didukung karena membantu tugas negara,” ujar Fajar.
Ia juga menyebut filosofi Sang Surya mencerminkan watak Muhammadiyah yang memberi manfaat tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat.
“Muhammadiyah itu seperti matahari, menyinari siapa pun. Sekolah, klinik, rumah sakit, dan amal usaha Muhammadiyah hadir untuk semua, bukan hanya untuk warga Muhammadiyah. Inilah khidmat Muhammadiyah untuk negeri,” ujarnya.
Usai pengajian, Fajar menjadi pembicara kunci dalam Seminar Pendidikan PDM Purbalingga di hadapan guru, kepala sekolah, dan aktivis pendidikan. Ia menyampaikan bahwa Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti terus berikhtiar menjalankan visi Presiden Prabowo Subianto agar pendidikan bermutu dirasakan semua anak Indonesia dan kesejahteraan guru semakin meningkat.
Dalam forum tersebut, Fajar menyinggung kebijakan redistribusi guru ASN, baik PNS maupun PPPK, melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025.
Menurutnya, redistribusi guru merupakan ikhtiar menghadirkan pemerataan layanan pendidikan bermutu, termasuk pada satuan pendidikan yang dikelola masyarakat.
“Redistribusi guru bukan sekadar memindahkan guru, tetapi memastikan anak-anak mendapatkan guru secara lebih adil dan pembelajaran yang bermutu. Dengan semangat partisipasi semesta, karena melibatkan lintas Kementerian, Kemenpan RB, BKN, Pemda, perlahan kita bisa mewujudkan distribusi guru yang lebih berkeadilan, sehingga pendidikan bermutu untuk semua betul-betul dapat dirasakan,” pungkasnya. (***)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: AHSANU 'AMALAWAMEN DIKDASMEN
Previous Post

FOKAL IMM Teknik UMSU Resmi Dibentuk, Perkuat Sinergi Alumni dan Kader Berkemajuan

Next Post

Pemadaman Listrik, No Jawa No Viral?

Next Post
Ramadhan di Tengah Bencana: Ujian Iman atau Krisis Empati?

Pemadaman Listrik, No Jawa No Viral?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.