UMSU Tuan Rumah Konfrensi Internasional Pendidikan dan Kebahasaan, Hadirkan Ilmuan dari 5 Negara
Medan, INFOMU.CO – Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) menjadi tuan rumah konfrensi Internasional The 2nd International Conference on Education, English Teaching and Linguistics (ICO-ETLIN) dan The 2nd International Conference on English Education (ICE-FTIK) mengusung tema “Human-Centered Innovation for Education and Society in the Era of Artificial Intelligence”, pada Kamis-Jum’at (23–24/7) secara hybrid di Auditorium Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Kegiatan ini menghadirkan ilmuan dari lima negara di antaranya Rusia, Pakistan, India, Filipina, hingga Malaysia. Diikuti 241 pemakalah yang hadir secara luring maupun daring dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional.
Selain konfrensi, pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan MoA antara UMSU dengan perguruan tinggi di antaranya Christ College India, Abra State Institute of Science and Technology Filipina, Universiti Islam Selangor Malaysia, University of Malakand Pakistan, serta V.I. Vernadsky Crimean Federal University Rusia, UIN Sultanah Nahrasyiyah Lhokseumawe, Universitas Al Washliyah Medan serta Universitas Al Muslim.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd, menyampaikan bahwa konferensi ini sangat relevan dengan kondisi dunia yang sedang mengalami transisi dari era digital menuju era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengikuti perubahan, tetapi harus menjadi pihak yang memimpin perubahan melalui inovasi dan kolaborasi.
“Kali ini kita diberikan kesempatan bersam sama belajar mendengarkan hasil-hsail dari penelitian, dari para peneliti, praktisi dan akademisi, dan kita diberi kesempatan untuk terus berkolaborasi,” ujarnya.
Rektor mengatakan Perguruan tinggi Akan sangat dipengaruhi oleh seberapa besar inovasi berdampak yang dimiliki. Dia menyampaikan terima kasih kepada para mitra atas kolaborasi dan terlaksananya kegiatan ini.
“AI telah mengubah cara belajar, bekerja, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Kita harus memastikan ikut terlibat di dalamnya. Perguruan tinggi harus mendesain ulang kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.
Prof. Akrim berharap kegiatan terus kita jaga. Terus kita rawat dan terus kita teruskan lanjutkan pada masa yang akan datang.
Sementara itu, Rektor UIN Sultanah Nahrasyiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag, menilai forum ilmiah internasional ini menjadi sarana memperkuat silaturahmi keilmuan dan membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi.
“Konferensi ini bukan hanya berhenti pada event ini, tetapi akan berlanjut pada aktivitas kolaborasi dan sinergi di bidang lain pada masa mendatang. Untuk berkembang di era digitalisasi, kita membutuhkan dua hal, yakni kompetensi dan koneksi untuk kolaborasi,” ujarnya.
Kemudian, Presiden IES2CV, Dr. Abdul Ghofur, M.Pd, menyebut penandatanganan kerja sama internasional dalam konferensi tersebut menjadi tonggak penting untuk membuka peluang pertukaran akademik dan peningkatan kualitas pendidikan serta penelitian lintas negara.
“Kolaborasi bukanlah pilihan, melainkan suatu keharusan. Dengan menandatangani MoU ini dan bekerja sama lintas negara, kita membangun jembatan yang menghubungkan budaya, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian,” ujarnya.
Sebelumnya, Dekan FKIP UMSU, Dra. Syamsuyurnita, M.Pd, menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMSU dan FTIK UIN Sultanah Nahrasyiyah Lhokseumawe. Konfrensi ini menjadi ruang akademik global bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk mendiskusikan berbagai inovasi, tantangan, serta arah masa depan pendidikan, kebahasaan, dan pengajaran di tingkat internasional.
Seluruh artikel yang dipresentasikan akan dipublikasikan pada jurnal internasional maupun jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 dan SINTA 3 sebagai luaran dari kegiatan ini.
Turut hadir secara hybrid Dr. K.J. Varghese (Christ College India), Prof. Dr. Alexis Enriquez (Abra State Institute of Science and Technology Filipina), Prof. Dr. Thariq Khan (University of Malakand Pakistan), Dr. Hazlin Falina (Universiti Selangor Malaysia), Prof. Dr. Khalsiah (Universitas Malikussaleh), dan Prof. Dr. Akhtem A. Dzhelilov (V.I. Vernadsky Crimean Federal University Rusia). (**)
