UMSU Sukses Gelar INSIS ke-8 di Türkiye: Forum Ilmiah Islam Bertaraf Internasional
INFOMU.CO | Medan – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU) sukses menyelenggarakan International Seminar of Islamic Studies (INSIS) ke-8 Tahun 2026 di Istanbul Sabahattin Zaim University (IZU), Türkiye. Kegiatan bertaraf internasional ini berlangsung secara hybrid tanggal 12 Maret 2026 (Daring) dan 25 Maret 2026 (Luring), dengan melibatkan sebanyak 403 peserta dari berbagai Universitas dalam negeri dan luar negeri.
71 dosen hadir secara langsung (luring) di Istanbul dan 332 peserta lainnya mengikuti secara daring dari dalam maupun luar negeri. Bapak Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, M. AP melakukan pelepasan Peserta Seminar Internasional Insis FAI UMSU ke 8 pada tanggal 03 Maret 2026 di Aula FAI UMSU.
Pembukaan Seminar Internasional Insis FAI UMSU di Aula Istanbul Sabahattin Zaim University (IZU) dilakukan di Faculty Islamic Science Oleh Profesor Ozcan Hidir sebagai Vice Dean Faculty Islamic Science Istanbul Sabahattin Zaim University (IZU), kemudian diwakili dari Director Of Internasional Cooperation IZU Miss Rumeysa.
Sambutan dari UMSU diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UMSU Dr. Muhammad Fitra Zambak, ST, M.Sc. Seminar Internasional ini juga dimeriahkan dengan pemberian beberapa cinderamata dari INSIS FAI UMSU penyerahannya yang diwakili Oleh Badan Pembina Harian UMSU Prof. Dr. Ida Hanifah kepada Director Of Internasional Cooperation IZU Miss Rumeysa.
INSIS merupakan forum akademik internasional yang telah diselenggarakan secara konsisten oleh FAI UMSU sejak tahun 2019. Perjalanan panjang ini mencerminkan komitmen UMSU dalam membangun jejaring ilmiah Islam di tingkat global. Diawali dari kampus sendiri selama masa pandemi, INSIS terus berkembang hingga membawa delegasi ke Fatoni University Thailand (2024) dan Universiti Islam Selangor Malaysia (2025), sebelum akhirnya menjejak bumi Türkiye pada 2026 ini.
Pelaksanaan INSIS ke-8 di Istanbul merupakan bagian dari Road Map UMSU menuju World Class University. Pilihan Türkiye bukan sekadar soal lokasi geografis—Türkiye merepresentasikan titik temu antara peradaban Barat dan Timur, antara warisan intelektual Islam yang agung dan orientasi pendidikan tinggi modern yang dinamis.
“Türkiye bukan sekadar negara tujuan. Ia adalah ruang dialog peradaban yang paling tepat bagi forum kajian Islam yang ingin menjawab tantangan global dengan pendekatan interdisipliner dan perspektif pascadigital.” jelas Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU Dr. Zailani MA
Kemitraan Strategis dengan Istanbul Sabahattin Zaim University
Istanbul Sabahattin Zaim University (IZU) dipilih sebagai tuan rumah karena telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) resmi dengan UMSU sejak 1 Agustus 2025. IZU adalah universitas yang dikenal unggul di bidang Political Science, Sociology, Islamic Studies, Education, dan Humanities, dengan peringkat Top ≈79 Western Asia versi QS Regional Rankings 2026.
Sebagai kampus multikultural di jantung Istanbul, IZU menampung hampir 2.000 mahasiswa internasional dari kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Balkan—dari total sekitar 10.000 mahasiswanya. Atmosfer internasional ini menjadikan IZU lingkungan yang sangat kondusif bagi forum akademik lintas budaya seperti INSIS.
Konferensi tahun ini mengangkat tema besar: “Resilience and Innovation: Islamic Interdisciplinary Approaches to Global Challenges in the Post-Digital Age.” Tema ini mengajak para akademisi untuk merefleksikan bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan ketahanan dan inovasi dalam menghadapi tantangan global di era pascadigital. Tema besar seminar ini menjadi spesial karena dapat diikuti oleh seluruh fakultas mulai dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Pendidikan dan Keguruan, Fakultas Hukum.
Partisipasi INSIS ke-8 melampaui batas institusi maupun negara. Dari sisi luring, 71 dosen hadir langsung di Istanbul—berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UMSU (FAI, Kedokteran, Keguruan, Ekonomi, Teknik, Pertanian, FISIP, Hukum, dan Pascasarjana) serta dari universitas mitra di Sumatera Utara yaitu UIN Sumatera Utara (UINSU), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), dan Universitas Negeri Medan.
Sementara itu, 332 peserta online bergabung dari berbagai institusi ternama di Indonesia dan luar negeri, di antaranya: Lahad Datu Vocational College Malaysia, Universitas Muhammadiyah Malaysia, ITB, Universitas Telkom, UIN Jakarta, UIN Maliki Ibrahim Malang, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Ibn Khaldun Bogor, UPN Veteran Yogyakarta, IAIN Bone, dan Universitas Negeri Jakarta. (Syaifulh)

