UMSU Serahkan Peralatan Produksi Abon Sapi dan Cookies kepada Kelompok Wanita Tani Bekiung
INFOMU.CO | Kuala Langkat – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2026. Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut diwujudkan melalui penyerahan peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada Kelompok Ibu-ibu Wanita Tani Mawar Desa Bekiung, Ahad (10/8).
Penyerahan peralatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.
Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Nomor 161/II.3-AU/UMSU-LP2M/F/2026, peralatan diserahkan tim pelaksana Program PDB UMSU kepada Wilasmini, selaku Ketua Kelompok Ibu-ibu Wanita Tani Mawar, Desa Bekiung.
Ketua Tim PDB UMSU, Dr. Rimbawati, ST., MT., mengatakan pemberian peralatan produksi merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendorong masyarakat mengembangkan potensi desa secara produktif.
“Pemberian peralatan ini diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong kelompok masyarakat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” katanya.
Peralatan yang diserahkan akan digunakan untuk mendukung proses produksi abon sapi dan cookies. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi, kapasitas pengolahan serta kualitas produk yang dihasilkan kelompok.
Pengembangan produk abon sapi dan cookies menjadi salah satu upaya memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan nilai tambah hasil peternakan dan pertanian masyarakat. Ketersediaan bahan baku lokal dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Melalui dukungan peralatan dan pendampingan, kelompok perempuan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas peluang pemasaran.
Ketua Kelompok Ibu-ibu Wanita Tani Mawar, Wilasmini, menerima langsung peralatan tersebut. Bantuan itu diharapkan dapat dioptimalkan untuk kegiatan produksi dan pengembangan usaha kelompok.
Tim PDB UMSU juga memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam pengoperasian dan pemanfaatan peralatan. Pendampingan dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada proses serah terima, tetapi benar-benar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.
“Pendampingan menjadi bagian penting agar masyarakat mampu mengoperasikan dan memanfaatkan peralatan secara tepat. Dengan demikian, teknologi yang diberikan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar tim pelaksana PDB UMSU.
Program PDB UMSU 2026 di Desa Bekiung mengusung tema “Desa Bekiung Energi Hijau: Integrasi Biogas Komunal dan Solar Dry Dome untuk Penguatan Pangan Lokal Berbasis Rantai Nilai Agro-Peternakan.”
Melalui program tersebut, UMSU tidak hanya mengembangkan teknologi energi terbarukan berupa biogas komunal, tetapi juga mendorong penguatan sektor pangan dan ekonomi masyarakat melalui pengolahan hasil pertanian dan peternakan.
Pengembangan abon sapi dan cookies menjadi bagian dari upaya membangun rantai nilai agro-peternakan, mulai dari pemanfaatan bahan baku, pengolahan, peningkatan kualitas produk hingga pengembangan peluang pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
UMSU berharap peralatan yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah bagi anggota kelompok. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UMSU dalam mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui penguatan kelompok usaha perempuan, pengolahan hasil peternakan dan pengembangan produk pangan lokal, UMSU mendorong Desa Bekiung menjadi desa yang semakin produktif, mandiri dan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimilikinya. (PH)

