UMSU Dampingi Guru TK ABA se-Percut Sei Tuan Susun Modul Ajar Berbasis Pembelajaran Mendalam
INFOMU.CO | Medan – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini terus dilakukan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Melalui Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Agama Islam, UMSU memberikan pendampingan kepada guru TK ABA se-Percut Sei Tuan dalam menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis pembelajaran mendalam.
Kegiatan Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah (PKPM) tersebut mengusung tema “Implementasi Model Community Based Training dalam Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Pembelajaran Mendalam pada Guru TK ABA se-Percut Sei Tuan.”
Pendampingan yang berlangsung pada 19 dan 31 Agustus 2026 itu diikuti delapan guru, masing-masing lima guru dari TK ABA 26 Percut Sei Tuan dan tiga guru dari TK ABA 40 Percut Sei Tuan.
Ketua Tim PKPM UMSU, Qaulan Raniyah, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan pemahaman teoritis kepada guru, tetapi juga menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat langsung digunakan.
“Kami ingin pelatihan ini tidak berhenti pada pemahaman konsep. Guru mendapatkan pendampingan secara langsung sampai mampu menyusun modul ajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran,” ujar Qaulan Raniyah.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran mendalam menjadi penting dalam pendidikan anak usia dini karena pembelajaran perlu dirancang agar anak tidak sekadar mengikuti kegiatan, tetapi memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangannya.
“Melalui model community based training, kami berupaya membangun proses pendampingan yang dekat dengan kebutuhan guru. Harapannya, guru semakin percaya diri dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan berpusat pada anak,” tambahnya.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Percut Sei Tuan, Dakwati, S.Ag., M.A., dan turut dihadiri Sekretaris serta Bendahara PCA Percut Sei Tuan dan Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah PCA Percut Sei Tuan.
Dalam sambutannya, Dakwati menyampaikan apresiasi terhadap perhatian UMSU dalam mendukung peningkatan kapasitas guru TK ABA. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan pendampingan dari UMSU ini. Guru tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dibimbing untuk menghasilkan modul ajar yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Ini tentu sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di TK ABA,” ujar Dakwati.
Ia berharap kolaborasi antara UMSU dan ‘Aisyiyah dapat terus dikembangkan sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi lembaga pendidikan di lingkungan ‘Aisyiyah. “Guru merupakan salah satu kunci dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi mengenai Kurikulum Merdeka dan konsep pembelajaran mendalam. Guru kemudian didampingi secara langsung dalam menyusun modul ajar, mulai dari perancangan hingga penyusunan isi modul untuk satu tahun ajaran.
Pendekatan tersebut membuat kegiatan tidak hanya bersifat teoritis. Para peserta diarahkan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan satuan PAUD sehingga hasil pelatihan dapat segera diimplementasikan.
Kegiatan ditutup oleh Wakil Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Percut Sei Tuan, Yeni Amalia, M.Pd., sekaligus dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta.
Tim PKPM UMSU yang diketuai Qaulan Raniyah, M.Pd., bersama anggota Dr. Widya Masitah, M.Psi., dan Dr. Juli Maini Sitepu, S.Psi., M.A., berharap pendampingan tersebut dapat memperkuat kompetensi guru TK ABA dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, menyenangkan, serta berpusat pada kebutuhan dan perkembangan anak usia dini.
Kegiatan ini didanai oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMSU. (qomar)

