Medan, InfoMu.co – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan kegiatan pelatihan yang bermitra dengan Dapur Al-Fajar dan Ceker Keriting, Medan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, (14/8/2021).
Berkembangnya teknologi digital dan pandemi covid-19 seperti satu kesatuan dalam perubahan pola hidup dan transaksi masyarakat yang semula secara konvensional (offline) menjadi digital (online). Perubahan pola pemasaran ke digital marketing ini sangat memberikan manfaat kemudahan dan kecepatan bagi konsumen dalam memenuhi berbagai kebutuhannya sehari-hari. Penomena perubahan pelaku masyarakat ini menjadi peluang bagi pelaku usaha terkhusus UMKM untuk dapat bertahan dan memperbesar kapasitas usaha pada masa pandemi.
Arif Pratama Marpaung, Murviana Koto dan M. Shareza Hafiz yang merupakan dosen FEB UMSU melakukan kegiatan pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Dapur Al-fajr dan Ceker Kriting dengan mengadakan pelatihan yang bertemakan strategi peningkatan kapasitas usaha melalui digital marketing dan perbaikan aspek produksi.
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan dilakasanakan pada Ahad (14/8). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara langsung di Dapur Al-Fajr, Medan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh ketiga dosen tersebut, perwakilan mahasiswa UMSU dan pemilik dari dapur Al-Fajr dan Ceker Keriting.
Penggunaan digital marketing sangat memudahkan interaksi antara penjual dan pembeli dalam bertransaksi. Para pelaku UMKM juga dimudahkan untuk melakukan promosi dan pelayanan kepada para konsumen dalam memenuhi berbagai kebutuhannya sehari-hari dengan praktis, mudah, dan murah. Selain itu bagi para konsumen akan dimudahkan dalam mencari informasi berbagai produk yang dibutuhkan baik informasi produk dari dalam dan dari luar negeri, karena jangkauan teknologi digital dan internet telah memiliki jangkauan yang luas ke seluruh dunia selama 24 jam nonstop.
“Melihat dari segmentasi pasar, target, positioning dan diferensiasi produk Dapur al-Fajr dengan produk andalannya yaitu Ayam Celathuk sangat penting bagi dapur Al-Fajr memperkenalkan produknya lebih luas dengan sarana digital. Hal ini dianggap penting karena Ayam geprek yang identik dengan makanan dari pulau Jawa punya cita rasa khas Medan dengan teri dan kecombrang pada sambal gepreknya karena unik dan punya vibe Medan, produk ini harus dikenal luas oleh masyarakat. Dengan cara apa ?, yaa dengan digital marketing”, jelas Arif.
Pelatihan yang dilakukan Tim PKM fokus pada pengunaan media sosial seperti cara menggunakan Facebook ads, Google ads, dan Instagram ads, serta copywriting yang tepat dalam memasarkan produk dalam sarana digital tersebut. Dalam kegiatan program kemitraan masyarakat ini juga dilaksanakan pelatihan untuk mitra dapur Al-Fajr, seperti pelatihan tentang teknik pengambilan photo produk. Pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi dan menambah keahlian dari pekerja dapur al-fajr agar memiliki kemampuan di bidang seni pengambilan photo serta seni memadukan visualisasi antara photo, kombinasi warna dan kata. Sehingga hasil foto lebih menarik untuk di upload ke media sosial dengan tujuan menarik pelanggan dan layak untuk dipasarkan.
Selain sarana pemasaran digital yang harus ditingkatkan, dapur Al-fajr juga harus fokus pada kualitas layanan dan produk sehingga konsumen yang telah mengetahui dan tertarik pada produk yang ditawarkan oleh penjual akan menjadi pelanggan tetap dan terus melakukan pembelian secara berulang-ulang. “Pentingnya menjaga kualitas layanan dan kualitas produk ini tujuannya supaya pelanggan setelah kenal dan mau mencoba produk dapur Al-fajr enggak kapok, tapi malah balik lagi dan pesan lagi nah ini yang disebut dengan customer engagement”, tambah murviana.
Yeni dan Putrama selaku pemilik usaha dapur Al-fajr dan Ceker Keriting mengungkapkan rasa terimakasih kepada Tim PKM FEB UMSU yang mau berbagi ilmu dan melatih karyawan mereka untuk dapat lebih terampil dalam memanfaatkan sarana digital.
Mereka berharap dengan adanya kegiatan PKM di usaha mereka, hal ini mampu memberikan energy positif dalam hal mempertahankan eksistensi UMKM di kota Medan dan secara khusus dapur Al-Fajr dan Ceker Keriting dapat berkembang lebih maju ditengah situasi sulit pandemic covid-19 ini. (Syaifulh)

