• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Muhammadiyah Kritik ‘Agama’ Hilang dari Visi Pendidikan 2035

Haedar Nashir

Tiga Wilayah Tabligh yang Perlu Diperbaharui

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
5 Agustus 2021
in Persyarikatan
86

Yogyakarta, InfoMu.co – Setelah 112 tahun perjalanan Muhammadiyah, Haedar Nashir menginginkan agar konsep tabligh diperbaharui. Terdapat tiga wilayah yang dapat digarap dalam memperbaharui tablgih di lingkungan Muhammadiyah.

Pertama, tabligh dalam lisan seperti melalui ceramah, pengajian, khutbah, dan lain-lain. Haedar tidak ingin bila tabligh dengan lisan ini menyebarkan pernyataan yang justru membuat anti pati dan kegaduhan di hati masyarakat.

Kedua, tabligh dalam tulisan seperti melalui media sosial, media massa, buku, dan lain-lain. Haedar mengungkapkan tabligh dalam wilayah ini harus dinarasikan dengan substansi dan cara pandang yang mendalam, luas, menarik, dan menggugah kesadaran.

Ketiga, tabligh dalam perbuatan nyata seperti gerakan menolong korban bencana. Haedar mengucap rasa syukur lantaran misi tabligh dalam wilayah ini sukses diperankan Muhammadiyah melalui sejumlah amal usaha. Keberadaan amal usaha ini sungguh dirasakan manfaat dan maslahatnya bagi masyarakat.

Selain keberadaan amal usaha, kata Haedar, tabligh pada wilayah ini harus ditunjukkan dengan uswah hasanah. Konsep moralitas seorang muballigh dalam pola interaksi dengan masyarakat harus mencerminkan kebaikan dalam kehidupan nyata. Haedar tidak ingin bila seorang muballigh justru menjadi teladan yang buruk bagi umat.

“Pada saat yang sama, tabligh di wilayah ini harus ditunjukkan dengan uswah hasanah, sehingga dengan ini orang akan meilhat bukti nyata bahwa Islam itu agama yang luhur, baik, menanamkan kedamaian, toleransi, mengajarkan ihsan, dan segala kebaikan,” tutur Haedar pada Rabu (04/08).

Haedar kemudian mengutip Firman Allah Swt dalam Qs. An Nahl ayat 125 yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” Buya Hamka mengatakan, kutip Haedar, arti kata bil-Hikmah artinya dakwah dengan bijaksana, menyentuh akal budi dan hati manusia.

“Kalau toh harus ada tabligh yang bersifat tegas, tetapi tidak menimbulkan luka hati, anti pati, dan tidak menimbulkan sikap-sikap yang menjauhkan Islam itu sendiri,” kata Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Jika para muballigh Muhammadiyah dan Muhammadiyah secara kelembagaan hanya mengandalkan dengan pola-pola lama, apalagi dengan materi yang dangkal dan pembawaan yang tidak menarik, tentu akan mengalamai kejumudan bahkan ketinggalan dengan yang lain.

“Ketika yang lain makin maju dan makin memperbaharui diri, maka bagi para muballigh Muhammadiyah jangan pernah berhenti belajar, jangan berhenti untuk muhasabah, jangan berhenti untuk terus memperbaharui cara bertabligh baik dalam lisan, tulisan, ataupun perbuatan,” pungkas Haedar. (muhamamdiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: dakwahtabligh
Previous Post

Milad Perdana Koperasi Syariah ‘Surya Mandiri’ Lhokseumawe

Next Post

Cantik dan Unik, Produk UMKM Pakpak Bharat Tumbuh Pesat Ditengah Pandemi

Next Post
Cantik dan Unik, Produk UMKM Pakpak Bharat Tumbuh Pesat Ditengah Pandemi

Cantik dan Unik, Produk UMKM Pakpak Bharat Tumbuh Pesat Ditengah Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.