• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Tauhid Bukan Sekadar Keyakinan, Tapi juga Memiliki Dimensi Kemanusiaan

Tauhid Bukan Sekadar Keyakinan, Tapi juga Memiliki Dimensi Kemanusiaan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
28 Agustus 2022
in Kabar
86

Surabaya, InfoMu.co – Tauhid yang dipahami Muhammadiyah tidak hanya bersifat ontologis, tapi juga menyentuh level aksiologis. Bukan hanya doktrin vertikal antara seorang hamba dengan Allah, melainkan juga tuntunan horizontal antara manusia dengan manusia lainnya.

Dengan pemahaman seperti ini, tauhid menempati posisi sentral dalam pendalaman spiritual sekaligus menjadi jalan keluar bagi setiap masalah-malasah kehidupan.

“Tauhid kita bukan hanya tauhid yang berdimensi ilahiyah saja tetapi juga memiliki dimensi insaniyah yang kuat. (tauhid) Ini menjadi pilar utama dari Islam sebagai dinul hadharah. Ini hal yang sangat fundamental,” ucap Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur pada Sabtu (27/08).

Sebagai nilai paling luhur, tauhid memiliki turunan berupa akhlak. Perwujudan nyata dari akhlak adalah terciptanya keadaban publik. Menurut Haedar, ketika keadaban publik telah menjadi realitas bersama maka hubungan antar manusia menjadi inklusif, moderat, dan toleran. Nabi pun banyak memberikan contoh bahwa dimensi akhlak tidak hanya persoalan baik dan buruk secara personal tapi harus teraktualisasikan menjadi etika kehidupan sosial.

“Dalam perspektif Islam Berkemajuan, akhlak harus diwujudkan menjadi keadaban publik. Kenapa? karena ketika akhlak menjadi keadaban publik ini akan menjadi inklusif dan bisa menjadi milik semua orang sebagai wujud rahmatan lil alamin,” terang Haedar.

Turunan lain dari nilai luhur tauhid adalah aspek muamalah duniawiyah. Bagi Haedar, kehadiran alam usaha Muhammadiyah di berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial merupakan manifestasi dari Islam sebagai agama amal. Pemikiran seperti ini tidak lain berkat pemikiran jenius KH. Ahmad Dahlan yang memandang bahwa agama harus hadir dan menjadi solusi dalam setiap permasalahan sosial.

“Amal usaha adalah manifestasi dari Islam sebagai dinul amal. Saya pikir KH Ahmad Dahlan mengajarkan Al Maun dan al-Ashar sampai delapan bulan merupakan tongkat alat Kiai Dahlan membangunn perspektif muamalat duniawiyah yang jangka panjang di mana jiwa Islam selalu hadir menjadi solusi terhadap peradaban,” ujar Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: haedar nashirtauhid
Previous Post

Satgas: Sudah Ada 23 Suspek Cacar Monyet di Indonesia

Next Post

Kapolri akan Buka Kembali Kasus KM 50, Ini Jawaban Kuasa Hukum Laskar FPI

Next Post
Kapolri akan Buka Kembali Kasus KM 50, Ini Jawaban Kuasa Hukum Laskar FPI

Kapolri akan Buka Kembali Kasus KM 50, Ini Jawaban Kuasa Hukum Laskar FPI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.