• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Sosiologi Ibn Khaldun: Siklus Umran: Peringatan Ibn Khaldun bagi Negara yang Makmur (4)

Sosiologi Ibn Khaldun: Siklus Umran: Peringatan Ibn Khaldun bagi Negara yang Makmur (4)

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
15 Oktober 2026
in Politik dan Kebangsaan
0

 

 

Shohibul Anshor Siregar

Oleh : Shohibul Anshor Siregar

Artikel sebelumnya membahas ‘asabiyyah sebagai energi solidaritas yang dapat membangun sekaligus memecah. Ibn Khaldun tidak berhenti pada solidaritas kelompok. Ia melangkah lebih jauh dengan menjelaskan bagaimana solidaritas itu membentuk negara, membangun peradaban, lalu—pada kondisi tertentu—mengalami kemunduran.

Inilah teori siklus umran.

Dalam pemikiran Ibn Khaldun, peradaban dan negara memiliki dinamika seperti kehidupan: bangkit, berkembang, mencapai puncak, mengalami kemunduran, dan dapat runtuh. Kajian tentang pemikiran sosial-politik Ibn Khaldun menegaskan bahwa teori ‘asabiyyah dan ‘umran lahir dari pengalaman sejarah kemunduran dominasi Muslim pada abad ke-13 dan ke-14 . Ia tidak menulis teori dari ruang akademik yang nyaman, melainkan dari pengamatan atas keruntuhan kekuasaan.

Logikanya sederhana, tetapi tajam. Kelompok dengan solidaritas kuat mampu membangun kekuasaan. Setelah berkuasa, negara membangun institusi, kota, perdagangan, dan kemakmuran. Namun, kemakmuran membawa godaan: elite menjadi nyaman, konsumtif, dan jauh dari basis sosialnya. ‘Asabiyyah melemah. Negara kemudian semakin bergantung pada pajak, birokrasi, dan aparat untuk mempertahankan diri.

Dalam kajian tentang pemikiran Ibn Khaldun tentang pengelolaan negara, kelangsungan sebuah negara dipengaruhi oleh kekuatan ikatan sosial dan keadilan penguasa. Fragmentasi politik identitas, polarisasi sosial, serta ketidakadilan ekonomi disebut sebagai faktor yang dapat menggerus semangat kolektivitas nasional .

Peringatan ini sangat relevan bagi Indonesia. Kemajuan ekonomi tidak otomatis menciptakan masyarakat yang adil. Pertumbuhan dapat berjalan bersamaan dengan ketimpangan, korupsi, dan jarak yang semakin lebar antara elite dan warga. Ketika rakyat merasa negara hanya melayani segelintir kelompok, legitimasi melemah.

Ibn Khaldun juga memberi peringatan tentang pajak. Dalam kajian ekonomi Ibn Khaldun, ia berargumen bahwa negara yang sehat memperoleh pendapatan dari ekonomi yang hidup, sementara negara yang lemah cenderung menekan rakyat dengan beban yang semakin berat, padahal produksi dan perdagangan justru ikut tertekan . Dalam kerangka Ibn Khaldun, keadilan fiskal bukan sekadar urusan angka, melainkan fondasi kepercayaan antara negara dan warga.

Karena itu, siklus umran bukan ramalan takdir. Ia adalah peringatan. Negara dapat memperlambat kemunduran apabila menjaga keadilan, menahan keserakahan elite, memperkuat layanan publik, dan menjaga ruang solidaritas warga.

Bagi Indonesia, pesan Ibn Khaldun jelas: kemakmuran tanpa keadilan akan rapuh, dan kekuasaan tanpa solidaritas warga akan cepat kehilangan pijakan.

Bridging: Jika siklus umran mengingatkan kita tentang bahaya kemunduran negara, maka pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana cara meneliti realitas sosial tersebut secara jujur, kritis, dan tidak terjebak pada angka-angka yang tampak netral?

*** Penulis, Shohibul Anshor Siregar, Koordinator Umum Yayasan Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (‘nBASIS) dan Penulis Tamu InfoMu.co

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: ibn khaldunpolitik dan kebangsaanShohibul Anshor Siregarsosiologi
Previous Post

Anggota DPRRI Nasril Bahar, Dorong Penguatan Koperasi dan UMKM Aisyiyah Jelang Muktamar ke-49

Next Post

PCIM Mesir Siapkan Pengembangan Sekolah dan Amal Usaha, PP Muhammadiyah Beri Dukungan

Next Post
PCIM Mesir Siapkan Pengembangan Sekolah dan Amal Usaha, PP Muhammadiyah Beri Dukungan

PCIM Mesir Siapkan Pengembangan Sekolah dan Amal Usaha, PP Muhammadiyah Beri Dukungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.