Sosialisasi SATUMU Warnai Pengajian Ramadan 1447 PW Muhammadiyah Sumatera Utara
- Direktur Bank Danamon Syariah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Santri
- Rektor UMSU Sampaikan Progres Perkembangan Persiapan Muktamar 49 Muhammadiyah & Aisyiyah
INFOMU.CO | Langkat – Sosialisasi dan Implementasi Program SATUMU warnai Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara. SATUMU adalah platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan, organisasi, iuran, dan layanan lainnya.
Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Utara menggelar Pengajian Ramadan 1447 H dengan tema : Akidah Islam Berkemajuan, Memperluas Paham Tauhid Murni, Tinjauan Ideologi, Filosofi dan Praksis. Pengajian Ramadan 1447 yang diikuti sekiar 200 peserta unsur Pimpinan Wilayah beserta Majelis dan ortom serta Unsur Ketua, Sekretaris dan Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Utara.
Pengajian berlangsung, Sabtu – Ahad 7-8 Maret di Pesantren Modern Muhammadiyah Kwalamadu, Langkat dirangkaian dengan sosialisasi dan implementasi SATUMU dan Peletakan Batu Pertama pembangunan asrama santri putra Pesantren Muhammadiyah Kwalamadu dan penjelasan persiapan Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Hadir pada pengajian itu, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, Ketua PW Aisyiyah Dr. Nur Rahmah Amini, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP, Mudir Pesantren Ramdani Lc, Rektor UMMAS Asahan Perianda Febi, Ketua STIT Sibolga Dr. Ulianto Hutagalung, Direktur Bank Danamon Syariah Hery Hykmanto, dan tim SATUMU PP Muhammadiyah Amir Nashiruddin dkk.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution pada pembukaan pengajian Ramadan itu menjelaskan berbagai hal seputar dinamika Muhammadiyah Sumatera Utara, salah satunya adalah persiapan Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan berlangsung di Medan tahun 2027 mendatang.
Jelas Hasyimsyah, PWM bersama unsur penyelenggara telah melakukan berbagai kegiatan untuk menyukseskan kegiatan Muktamar itu. Selain terus mendorong percepatan pembanguan sarana Muktamar, seperti Auditorium Berkemajuan, Walidah Sport Hall, kini sedang dimulai pembangunan Masjid KHA Dahlan yang mampu menampung sekitar 2000 jamaah.
Terkait dengan perkembangan Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Sumatera Utara, Hasyimsyah berharap sebelum Muktamar sudah akan berdiri satu PDM baru. Saat ini jumlahnya PDA baru ada 27 PDM. Sumatera Utara memiliki 25 Kabupaten dan 8 Kota. Dibeberapa daerah Muhammadiyah belum terbentuk. Rencana pembentukan PDM baru itu, jelas Hasyimsyah, awalnya ada tiga alternatif daerah, yakni Padang Lawas Utara (Paluta) Humbang Hasundutan dan Nias Selatan, namun karena faktor jarak dan berbagai kendala, tentu perlu kita pertimbangkan dengan matang.

Pesantren Muhammadiyaj Kualamadu
Sebelumnya, Mudir Pesantren Modern Muhammadiyah Kwalamadu, Ramdani Lc menyampaikan proses perkembangan pesantren Muhammadiyah yang mengelola madrasah Tsanawiayah dan Aliyah dengan santri sekitar 1000 orang. Pesantren dengan tagline; Pesantren Ramah Santri terus berbenah dengan melengkapi sarana prasarana pesantren.
Ramdani juga menjelaskan sejumlah prestasi santri pesantren Kualamuda dua tahun lalu, untuk katagori internasional, nasional, provinsi dan kabupaten kota oleh santri madrasan Tsanawiyah dan Aliyah.
Bank Damon Syariah
Sementara itu, Direktur Bank Danamon Syariah Hery Hykmanto menyampaikan seputar hubungan yang baik antara Muhammadiyah dan Bank Danamon Syariah salah satunya adalah kerjasama terkait dengan program SATUMU. Untuk SATUMU, Direktur Bank Danamon Syariah itu menyampaikan kesiapan dalam mendukung sistem keuangan Muhammadiyah berbasis digital.

Bank Danamon sebagai bagian dari jaringan bank global, NUFG yang memiliki cabang di 150 negara di seluruh dunia dan 850 cabang di Indonesia dan merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia.. Bank Danamon Syariah menyediakan sistem layanan syariah bersertifikat dengan kemudahan akses digital tanpa tambahan biaya.
Direktur Bank Danamon Syariah itu juga berkesempatan melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama santri putra dan melakukan podcast dengan tim media Muhammadiyah Sumatera Utara.
Perluas Penggunaan SatuMu
SATUMU adalah sebuah platform website berbasis digital terpadu yang mendukung tata kelola persyarikatan Muhammadiyah ke dalam sistem satu data yang dinamakan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM). Di dalamnya, platform ini mengintegrasikan layanan organisasi mulai dari data keanggotaan, iuran, dan lainnya.

Sosialisasi dan Implementasi SatuMu dilakukan oleh tim SATUMU PP Muhammadiyah yang terdiri dari Amir Nashiruddin, Fauzan dan Lutfi Purba. Amir Nashiruddin menjelaskan, berdasarkan hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Kota Surakarta, Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam melaksanakan perubahan sesuai dengan perkembangan transformasi digital. Program SATUMU menjadi bagian dari upaya mempercepat proses digitalisasi yang dapat menjawab tantangan pengelolaan Muhammadiyah yang terus berkembang, dengan tetap mempertahankan karakter Muhammadiyah.
Dinamika Muhammadiyah Sumatera Utara
Pada sesi kedua Pengajian Ramadan 1447, PW Muhammadiyah Sumatera Utara itu, Pimpinan Wilayah yang menjadi koordinator bidang dari Majelis dan Lembaga menyampaikan dinamika yang terjadi di-internal Muhammadiyah, khusus majelis dan Lembaga.

Unsur Pimpinan Wilayah yang menyampaikan dinamika itu, di awali oleh Prof. Dr.Hasrat Effendy Samosir, Ali Prof. Dr. Imran Sinaga dan Dr. Sulidar MA. Sesi ini dimoderatori Sekretaris Wilayah Irwansyah Putra MA. Kemudian sesi kedua, menghadirkan Dr. M. Basir Hasibuan dan Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar dengan moderator Mario Kasduri MA. Sedang sesi ke-3 menghadirkan Yunus Daulay MA dan Mario Kasduri MA yang dimoderatori Dr. Sulidar MA.
Pengajian PW Muhammadiyah Sumatera itu sesi sore harinya, menghadirkan Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP yang menjelaskan perkembangan pembangunan venue muktamar 49, kerjasama yang sudah dibangun dengan lintas pemerintah daerah, lintas Wilayah Muhammadiyah.
Presentasi Prof. Agussani, Ketua Panitia Muktamar 49 itu menampilkan video progres pembangunan venue Muktamar, dimana Auditorium Berkemajuan sudah mencapai 38 persen sedang Walidah Sport Hall sudah mencapai 75 persen. ( Syaifulh/ Bess/ AH )

