• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Soal Jabatan 3 Periode, Peneliti: Tak Ada yang Bisa Menjamin

Soal Jabatan 3 Periode, Peneliti: Tak Ada yang Bisa Menjamin

Fai by Fai
20 Maret 2021
in Sosial Politik
86

Jakarta, infoMu.co – Peneliti Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menolak wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Menurutnya, dalam dunia politik pernyataan tidak bisa dijadikan jaminan. Sehingga bisa saja luarnya menolak tetapi diam-diam menyusun strategi untuk menjabat kembali.

“Dalam politik tidak bisa menjamin. Politik itu orientasinya kepentingan dan kekuasaan. Ya pernyataan pak Jokowi hanya biar tidak ada polemik saja. Jadi, masyarakat dibikin cooling down (adem) dahulu,” katanya seperti dilansir dari Republika Jumat (19/3).

Kemudian, ia melanjutkan perjalanan Jokowi bisa dibaca dari saat dia menjadi wali kota di Solo, setelah itu menjadi Gubernur di DKI Jakarta lalu jadi Presiden. Walaupun pernyataan dia tidak berminat tetapi sebenarnya dia memang sudah punya stretagi untuk mencapai jabatan tersebut.

“Dari hal tersebut bisa dibaca, saat ini pak Jokowi bisa saja mengatakan menolak wacana tersebut. Namun, sikap itu dapat berubah dengan alasan masyarakat yang mendukung dan menghendaki,” kata dia.

Sementara itu, ia menambahkan perubahan masa jabatan presiden melalui amendemen UUD 1945 tidak akan terjadi. Sebab, wacana tersebut akan bertabrakan dengan kepentingan para partai politik.

“Untuk pemilu 2024 ini memiliki nuansa yang berbeda dengan pemilu 2019, dimana beberapa ketua umum (ketum) partai-partai politik sudah ada keinginan untuk mencalonkan diri. Kalau ketum tidak mencalonkan diri, ada calon yang sudah digadang-gadang, belum lagi dari kepala daerah di provinsi juga ingin mencalonkan,” kata dia.

Ia yakin, Pemilu 2024 akan terjadi pertarungan yang semakin sengit dan semarak. Sehingga mereka yang mencalonkan memiliki rencana jangka pendek dan panjang untuk kepentingannya sendiri.

“Ya pemilu 2024 akan semakin menantang ya. Banyak yang ingin mencalonkan sebagai Presiden. Sehingga dari sekarang mereka sudah mulai kelihatan untuk bisa mencapai jabatan tersebut,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, mantan ketua MPR RI Amien Rais curiga dengan adanya rencana membuat Joko Widodo menjadi presiden selama tiga periode. Hal ini terlihat dari adanya manuver politik untuk mengamankan DPR, DPD, MPR, dan lembaga negara lainnya.

Menurut Amien Rais, pengamanan sejumlah lembaga negara menjadi langkah pertama untuk Jokowi agar bisa menjabat selama tiga periode. Utamanya, melalui sidang istimewa MPR. Lewat sidang tersebut, ia mengatakan, bisa ada persetujuan amandemen satu atau dua pasal dalam UUD 1945.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono. Menurutnya, ada wacana soal kemungkinan tiga periode masa jabatan presiden untuk Jokowi. Dia menambahkan, hal tersebut ditandai dengan dilibatkannya putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 lalu.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: 3 periodesiti zuhro
Previous Post

Gubernur Sumut Minta KONI Dorong Mental Atlet Jelang PON XX Papua 2021

Next Post

Cholil Nafis: Sholat Jumat Daring Salahi Prinsip Agama

Next Post
Cholil Nafis: Sholat Jumat Daring Salahi Prinsip Agama

Cholil Nafis: Sholat Jumat Daring Salahi Prinsip Agama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.