• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Serba-serbi Muktamar (21): Rombongan Wisata Aisyiyah Sumut Kunjungi Museum Muhammadiyah

Serba-serbi Muktamar (21): Rombongan Wisata Aisyiyah Sumut Kunjungi Museum Muhammadiyah

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
25 November 2022
in Persyarikatan, Serba Serbi Muktamar
0

 

Yogyakarta, InfoMu.co – Rombongan wisata Aisyiyah dari Sumatera Utara ( PW Aisyiyah Sumut, PD Aisyiyah Kota Medan dan PD Aisyiyah Padangsidimpuan) melakukan kunjungan ke Museum Muhammadiyah di Kampus Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Wisata relijius ini dilakukan setelah usainya Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Selain mengunjungi Museum Muhammadiyah, rombongan juga mengunjungi makam beberapa tokoh Muhammadiyah, seperti KHA Dahlan sanpai Prof. Dr. Yunahar Ilyas. Makam Kyai Haji Ahmad Dahlan terletak di RT 41 RW 11, Kampung Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta. Lokasi makam ini berada di belakang Masjid Jami Karangkajen.

Museum yang dimulai pembangunannya sejak 2018 ini pun akhirnya dibuka untuk publik setelah sempat tertunda penyelesaiannya karena pandemi, kurang dari sepekan sebelum gelaran Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo. Hadirnya Museum Muhammadiyah kehadiran museum ini bagi Muhammadiyah setidaknya memiliki dua makna penting.

Pertama, museum ini mengukuhkan eksistensi Muhammadiyah yang menjadi pilar penting bagi keistimewaan Yogyakarta.

Sri Sultan Hamegkubuwana X pernah menyampaikan bahwa Yogyakarta memiliki empat pilar kesejarahan yang penting yakni Keraton, Universitas Gadjah Mada, Taman Siswa, dan Muhammadiyah. Pernyataan Sultan tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari Yogyakarta. Yogyakarta tidak sekadar tempat kelahiran Muhammadiyah tetapi saksi torehan gerakan Islam berkemajuan yang dilakukan Muhammadiyah lebih dari satu abad.

Rekam Jejak dan Ide Muhammadiyah

Di Museum Muhammadiyah terekam jejak ide dan gagasan Muhammadiyah dalam memajukan Indonesia yang dimulai dari Kauman, kampung tempat lahirnya. Di salah satu diorama Museum Muhammadiyah terdapat replika kapal uap yang mengilustrasikan kapal yang digunakan oleh KH Ahmad Dahlan saat berhaji. Lebih khusus untuk haji yang kedua yang dibantu pembiayaannya oleh Sultan Hamengkubuwana VII, keberangkatan pendiri Muhammadiyah tersebut ke Makkah menjadi pintu awal terbukanya pemikiran beliau untuk memajukan Islam yang saat itu sudah stagnan dan jumud terbenam dalam feodalisme dan ritus agama yang tidak substantif.

Kedua, melalui museum ini Muhammadiyah melengkapi keberadaan 40 museum lain yang telah ada di DIY. Jika sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan diibaratkan sebuah puzzle besar yang disusun dari informasi-informasi dari berbagai museum di DIY, kehadiran Museum Muhammadiyah melengkapi satu bagian penting dari sejarah perjalanan Yogyakarta yang belum tersaji di museum-museum lain yang sudah ada.

Rombongan wisata Aisyiyah Sumut merasa sangat gembira bisa menyaksikan berbagai informasi seputar Muhamamdiyah melalui berbagai artefak yang ada. Yang pasti, rombongan Aisyiyah Sumut sangat bahagia bisa sampai di museum yang kreeen habis. (Syaifulh)

 

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: kampus uadmuseum muhammadiyah
Previous Post

Menko PMK Sambangi Posko MDMC-Lazismu Jawa Barat

Next Post

DPW NasDem Aceh Gelar Coffee Morning,. Masyarakat Aceh Siap Sambut Anies Rasyid Baswedan

Next Post
DPW NasDem Aceh Gelar Coffee Morning,. Masyarakat Aceh Siap Sambut Anies Rasyid Baswedan

DPW NasDem Aceh Gelar Coffee Morning,. Masyarakat Aceh Siap Sambut Anies Rasyid Baswedan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.