Saat Tawa Kembali Hadir: Anak-Anak Tapanuli Tengah Bangkit Lewat Layanan Psikososial MDMC Sumut
INFOMU.CO ! Tapteng – Tim Psikososial MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Sumatera Utara melaksanakan layanan pendampingan psikososial bagi masyarakat penyintas bencana di wilayah Tapanuli Tengah pada tanggal 22–28 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan Muhammadiyah dalam mendukung pemulihan kondisi mental dan sosial masyarakat terdampak.
Tim psikososial yang diturunkan berjumlah 9 orang, dipimpin oleh Sri Ngayomi, M.Psi., Psikolog selaku koordinator tim, dan anggota yang terdiri dari Yohana Sazlila, S.Psi., M.Pd., Rahma Yulis, S.Pdi., Reyhana Alviemuna, Nopita Andiny, Arsylva Hudra, Lowskay Ulen Tawarnate, M. Arfani Sinuhaji dan Affan Saifullah Ahmad.
Koordinator Psikososial MDMC Sumatera Utara, Sri Ngayomi, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan amanah sebagai bagian dari Tim Koordinasi Psikososial MDMC untuk wilayah Sumatera Utara.
Adapun titik-titik pelayanan psikososial di Tapanuli Tengah yang dilaksanakan oleh MDMC Sumut yakni Desa Muara Sibutuon, Desa Sibuluan Indah, Kec. Sorkam desa Sorkam Induk, Kec. Badiri desa Hutabalang, Kec. Tuka di Perumahan Pandan Sari 1, Kec. Barus desa Barus Pasar.
“Saat ini kami diturunkan ke wilayah Tapanuli Tengah yang memiliki cakupan wilayah yang cukup luas, dengan fokus layanan di beberapa pos pelayanan Muhammadiyah yang berada di Tapanuli Tengah,” ujarnya.
Selama masa penugasan, tim melaksanakan berbagai kegiatan layanan psikososial, diawali dengan asesmen kondisi psikologis masyarakat penyintas. Asesmen ini dilakukan untuk memetakan dampak psikologis yang dialami warga pasca bencana, sehingga intervensi yang diberikan dapat tepat sasaran.
Berdasarkan hasil asesmen dan observasi lapangan, tim kemudian melakukan intervensi psikososial yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran. Sasaran layanan meliputi seluruh jenjang usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, empatik, dan berorientasi pada penguatan ketahanan psikologis (resiliensi) masyarakat.
Kegiatan layanan psikososial ini dilaksanakan selama kurang lebih 7 hari, dengan tujuan membantu masyarakat penyintas agar dapat memulihkan kondisi emosional, mengurangi dampak trauma, serta kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
MDMC Sumatera Utara berharap kehadiran tim psikososial ini dapat menjadi bagian dari proses pemulihan menyeluruh, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan sosial, khususnya bagi masyarakat Tapanuli Tengah yang terdampak bencana. (bess)

