Rektor UMTS Kobarkan Semangat Generasi Unggul dalam PKKMB 2026
- Dorong Kampus Hijau Berdaya Saing Global
INFOMU.CO | Padangsidimpuan – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Senin (5/10/2026) di lapangan UMTS, dengan mengusung tema “Membangun Generasi Unggul Menuju Kampus Hijau yang Berdaya Saing Global”.
Pembukaan PKKMB berlangsung dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah dan pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya Perwakilan Wali Kota Padangsidimpuan, Kapolres Padangsidimpuan, Komandan Kodim (Dandim) 0212/Tapanuli Selatan, Badan Pembina Harian (BPH) UMTS dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Padangsidimpuan. Kegiatan tersebut juga melibatkan jajaran pimpinan universitas, para wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa baru UMTS.
Kehadiran unsur kepolisian, TNI, BPH dan sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan, khususnya dalam mendukung pembentukan karakter mahasiswa, penguatan wawasan kebangsaan serta pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Rektor UMTS, Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A., dalam bimbingan dan arahannya sekaligus pembukaan PKKMB 2026, menekankan pentingnya mempersiapkan mahasiswa menjadi generasi yang unggul secara intelektual, memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan global. Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik, melainkan ruang pembentukan kepribadian, kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tetapi tentang memulai perjalanan untuk membangun masa depan. Mahasiswa UMTS harus memiliki semangat belajar yang tinggi, kemampuan berpikir kritis, karakter yang kuat dan keberanian untuk berinovasi. Kita ingin melahirkan generasi unggul yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Tema PKKMB 2026 memiliki makna strategis karena mengintegrasikan tiga aspek penting dalam pengembangan pendidikan tinggi, yakni keunggulan sumber daya manusia, kepedulian terhadap lingkungan dan daya saing global.
“Kampus hijau bukan hanya tentang menanam pohon atau menciptakan lingkungan yang asri, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kita ingin mahasiswa UMTS memiliki kepedulian ekologis, membiasakan perilaku ramah lingkungan, dan menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari kehidupan akademik maupun sosial,” lanjutnya.

Rektor juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi digital telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, penguasaan teknologi, literasi digital, kemampuan komunikasi, serta keterampilan berkolaborasi dalam lingkungan yang semakin kompetitif.
“Persaingan masa depan tidak lagi terbatas pada tingkat lokal maupun nasional. Mahasiswa UMTS harus mempersiapkan diri untuk mampu bersaing secara global. Kuasai teknologi, kembangkan kemampuan bahasa asing, bangun kreativitas dan teruslah belajar. Namun, jangan pernah meninggalkan nilai-nilai keislaman, integritas dan akhlak mulia sebagai identitas mahasiswa Muhammadiyah,” Sambugnya.
Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan seluruh kesempatan selama menempuh pendidikan di UMTS melalui kegiatan akademik, organisasi kemahasiswaan, penelitian, pengabdian masyarakat dan pengembangan keterampilan. PKKMB UMTS 2026 dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengenalan kehidupan akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan.
Hari pertama, mahasiswa mendapatkan materi tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, jati diri bangsa, serta pembinaan kesadaran bela negara yang melibatkan unsur Kodim. Selain itu, peserta diperkenalkan pada sistem pendidikan tinggi, kurikulum, organisasi kemahasiswaan, pengembangan pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan penguatan lingkungan kampus yang aman melalui materi pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.
Pada hari berikutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan Back to Faculty untuk mengenal lingkungan fakultas dan program studi, sistem perkuliahan, peraturan akademik, hak dan kewajiban mahasiswa, serta etika kehidupan kampus. Mahasiswa juga mendapatkan pengenalan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Setelah agenda Back to Faculty, Salah satu agenda yang menjadi ciri khas PKKMB UMTS 2026 adalah Aksi Green Campus melalui penanaman pohon secara simbolis. Agenda tersebut melibatkan unsur pimpinan universitas, panitia dan mahasiswa baru sebagai wujud komitmen bersama untuk membangun lingkungan kampus yang lebih hijau, sehat dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UMTS ingin menanamkan pemahaman bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh warga kampus dan perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Pada penutupan PKKMB, Rektor mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum membangun prestasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Jadikan UMTS sebagai tempat bertumbuh, belajar, berkarya dan mengembangkan seluruh potensi yang kalian miliki. Jangan hanya bercita-cita menjadi lulusan yang memperoleh pekerjaan, tetapi jadilah generasi yang mampu menciptakan perubahan, memberikan solusi dan membawa kemajuan bagi masyarakat. Bersama-sama kita wujudkan generasi unggul menuju kampus hijau yang berdaya saing global.”
Melalui penyelenggaraan PKKMB 2026, UMTS berharap mahasiswa baru mampu mengawali perjalanan akademiknya dengan semangat keilmuan, kepedulian lingkungan, karakter Islami, dan komitmen menjadi generasi yang berkemajuan. (amin aziz)
