Ramai Beredar Isu, Raja Inggris Charles III Sebagai Seorang Muslim
Pernyataan kontroversial kembali datang dari mantan Wali Kota New York, Rudy Giuliani, yang menyebut Raja Inggris, Charles III, sebagai seorang Muslim. Klaim tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama jurnalis Inggris, Piers Morgan, di sebuah acara YouTube pada Senin waktu setempat.
Dalam wawancara tersebut, Giuliani juga menyatakan kekhawatirannya bahwa Inggris akan menjadi “negara Muslim” dalam 10 tahun ke depan. Ia mengaitkan pernyataannya dengan dukungan terhadap konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Saya mendapat kabar dari orang-orang di Inggris bahwa Inggris akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun,” ujar Giuliani. Ia juga menambahkan klaim bahwa Gereja Katolik Roma kini lebih besar dibandingkan Gereja Anglikan di Inggris, serta menyebut kemungkinan Charles III sebagai “raja Muslim Inggris”.
Namun, pernyataan tersebut tidak didukung bukti kredibel dan lebih dikenal sebagai bagian dari teori konspirasi yang telah lama beredar di dunia maya. Hingga saat ini, tidak ada informasi resmi yang menyatakan bahwa Raja Charles III memeluk agama Islam.
Sebaliknya, Charles III diketahui memiliki ketertarikan akademis dan kultural terhadap Islam. Ia pernah mempelajari bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an secara langsung dan kerap menyampaikan pandangan tentang pentingnya dialog antaragama.
Dalam berbagai kesempatan, Raja Inggris itu menegaskan bahwa Islam, Kristen, dan Yudaisme merupakan tiga agama monoteistik besar yang memiliki banyak kesamaan, meskipun sering kali perbedaan lebih ditonjolkan.
Pernyataan Giuliani pun menuai kritik luas karena dinilai dapat memperkeruh persepsi publik serta memperkuat narasi yang tidak berdasar terkait isu agama dan politik di Inggris. (***)

