INFOMU.CO, Aceh Tengah – Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Aceh, Hj. Ashraf, SP., M.Si., meresmikan penggunaan tiga Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) di Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (13/9/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan fasilitas pendidikan ‘Aisyiyah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025. Ketiga TK ABA tersebut kini telah selesai dibangun dan direhabilitasi melalui dukungan dana APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran 2026.
Tiga fasilitas pendidikan yang diresmikan meliputi pembangunan baru TK ABA Gegarang di Kecamatan Bintang, rehabilitasi TK ABA Mendale di Kecamatan Kebayakan, serta rehabilitasi TK ABA Tetawar Kenawat di Kecamatan Lut Tawar.
Kegiatan peresmian dipusatkan di TK ABA Gegarang, Kecamatan Bintang. Setelah prosesi peresmian, Ketua PWA Aceh bersama rombongan melanjutkan kunjungan untuk meninjau langsung kondisi TK ABA Mendale dan TK ABA Tetawar Kenawat.
Ketiga sekolah tersebut sebelumnya mengalami dampak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Aceh Tengah pada November 2025. Kondisi tersebut mendorong Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Aceh Tengah untuk mengusulkan dukungan pemulihan sarana pendidikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Usulan tersebut mendapat respons positif dan akhirnya direalisasikan melalui anggaran APBN Tahun 2026. Pembangunan dan rehabilitasi fasilitas TK ABA diharapkan dapat mendukung keberlangsungan proses pendidikan sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWA Aceh menyampaikan apresiasi kepada PDA Aceh Tengah, pengelola TK ABA, tim teknis, serta Tim P2SP yang telah bekerja secara maksimal dalam melengkapi berbagai data dan mendukung proses pembangunan serta rehabilitasi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan dan rehabilitasi tiga TK ABA tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak serta ketekunan dalam memenuhi kebutuhan administrasi dan teknis yang diperlukan.

Hj. Ashraf juga berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dan direhabilitasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah. Keberadaan fasilitas yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat peran ‘Aisyiyah di tengah masyarakat.
Terlebih, ketiga TK ABA tersebut berada di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana. Karena itu, keberadaan kembali fasilitas pendidikan yang layak diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat sekaligus membangun semangat baru bagi anak-anak dan keluarga di sekitar sekolah.
“Fasilitas yang telah dibangun dan direhabilitasi ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan peran ‘Aisyiyah di tengah masyarakat,” demikian harapan Ketua PWA Aceh.
Selain meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sekolah juga diharapkan mampu menarik lebih banyak peserta didik pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, TK ABA tidak hanya menjadi tempat pendidikan anak usia dini, tetapi juga semakin kuat sebagai bagian dari gerakan ‘Aisyiyah dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Peresmian tiga TK ABA di Aceh Tengah ini menjadi salah satu bentuk kepedulian ‘Aisyiyah terhadap keberlanjutan pendidikan di daerah terdampak bencana. Dukungan terhadap sarana pendidikan diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus membuka peluang bagi sekolah untuk berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang lebih baik.
