Medan, InfoMu.co – Program KIAM — Kajian Intensif Al-Islam dan Ke-Muhammadiyahan — yang dilakukan secara offline tahun ini harus dilakukan secara online (virtual). Hampir 4500 mahasiswa baru UMSU tahun akademi 2020/2021 akan mengikuti program ini sekitar 11 atau 12 paket kegiatan. Masing-masing paket kegiatan diikuti sekitar 400 mahasiswa. Untuk paket kedua, KIAM diikuti 400 mahasiswa baru dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmi Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI).
Program KIAM menjadi program spesial dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki akhlaq, kepribadian dan pemahaman ber-Agama sesuai as-Sunnah. Peserta KIAM juga diharapkan dapat memahami Muhammadiyah sebagai organisasi yang berdasarkan Al-Qur’an dan as-Sunnah.
Program KIAM dikelola oleh tim Badan Al-Islam dan Muhammadiyah (BIM) yang memiliki tenaga ulama yang profesional.
Program KIAM yang biasanya dilakukan secara offline kali ini harus dilakukan dengan cara online disebabkan kondisi pandemi yang masih belum reda. Program KIAM biasanya dilakukan selama dua hari satu malam dengan menggunakan Gedung Diklat Aisyiyah Sumatera Utara di Jalan Demak, Medan.
Program KIAM memiliki silabus antara pendidikan kelas dengan materi praktik, seperti salat berjamaah, pidato, tatacara ibadah mahdah sampai materi fardukifayah.
Sayangnya, semua praktik yang biasanya diajarkan secara langsung kali ini harus dilakukan dengan cara virtual. “Diakui, Program KIAM dengan cara virtual memang tidak efektif namun inilah solusi yang bisa dilakukan,” jelas tim KIAM kepada infoMu.co. (syaifulh)

